
Part 56
Seketika Erlangga sepenuhnya terjaga dia menengok arah layar leptop yang masih menyala
Pria itu terkejut saat kedua bola matanya melihat keadaan sang istri yang seperti menahan sakit .
" sayang kamu kenapa ? tanya Erlangga panik
Nerin menjawab dengan suara yang lemah , serta rintihan terdengar sangat menyakitkan " sakit Ar, tolong panggil Ana dan Lala ...
Namun sebelum ucapan Nerin selesai Erlangga menyela ucapanya " aku panggil Dokter saja ya , sayang "
" Tidak usah " Cegah Nerin dia pun berkata " Ana dan Lala yang akan membantu ku nanti . Dia juga tau akan kondisi ku . Tolong ya Ar " pinta Nerin
" baik lah , aku mengerti " ucap Erlangga menghembuskan nafas kasar . Erlangga sendiri sempat ragu tapi ia juga tak menolak permintaan sang istri
Dengan cepat ia melompat dari ranjang meraih ponsel yang berada di atas nakas , lalu ia menghubungi Bima
Telfon tersambung
Erlangga langsung saja mengatakan apa yang sedang terjadi dengan sang istri kemudian mengintuksikan keinginan sang istri
" baik Tuan " jawab Bima
Sambungan telefon terputus , Erlangga menghembuskan nafas lega , setelah melihat kedua Maid yang sudah berada di dalam kamar dan membantu sang istri
__ADS_1
Sebelum Erlangga memutuskan sambungan Vc itu . Dia mengatakan sesuatu
" jaga istriku dengan baik " ujar Erlangga dengan nada tegas nan dingin
" ba .. baik Tuan " jawab Ana dan Lala bersamaan
Setelah memutuskan sambungan Vc itu kemudian ia menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu sekalian ia mandi sebentar . setelah itu dia menunaikan sholat subuh
Beberapa saat kemudian Erlangga keluar dari kamar mandi , menuju ke wlak in closed untuk menganti pakaian . dia mengambil kemeja Koko dan sarung tak lupa mengambil sajadah . setelah itu ia menunaikan ibadah Sholat subuh
.
.
Siang hari
" kau sudah menyusun rencana seperti apa untuk memecahkan masalah itu " tanya Erlangga di keheningan yang melanda
sudah satu jam lebih sehabis makan siang tadi , kedua pria itu berkutat di hadapan pekerjaan . kebetulan hari ini Erlangga mengecek kantor Sang Deddy yang sudah lama tak dia kunjungi
Hari ini hari kesempatan untuk mengeceknya
" hanya satu cara saja tuan , ya itu kita harus mendapatkan Nona Andin lebih cepat " Jawab Deni
" apa kau tau dia sekarang dimana ? tanya Erlangga lagi
__ADS_1
" belum tuan , anak buah kita masih mencari . Tapi sebelumnya Nona Andin tinggal di Rumah Tuan Gavin .
Erlangga mengangguk anggukkan kepala pertanda dia mengerti
" dan ya tuan , Aldi mengatakan jika dia mengutus maid yang berada di Mansion untuk masuk di kediaman Tuan Gavin . untuk mengorek semua informasi di sana" ucap Deni
" bagus " Erlangga mengangkat sudut bibirnya sedikit terangkat .
Tiba-tiba dia teringat akan ulang tahun yang akan berlangsung dua hari lagi " persiapan acara ulang tahun ku sudah sampai berapa persen Den ?
" 90 persen Tuan . ah iya Tuan apa kah Tuan akan memperkenalkan Nona ke publik ?? tanya Deni . ya mungkin saja kan
" emm, bagai mana ya " Erlangga berfikir sejenak . dia bersender dan memundurkan kursi itu degan menyilang kan kedua kakinya . dia sedang berfikir dengan keras
" itu nanti saja Den , aku masih berpikir . cepat kau selesaikan pekerjaan mu . aku ingin cepat kembali " perintah Erlangga
Hingga tak terasa waktu begitu cepat .
satu pekerjaan yang mengurus tenaga dan cukup menguras otak . apa lagi di tambah degan masalah yang sama sekali bukan dirinya buat .
Di sini lah dia sekarang
Di kamar bernuasa klasik , tepatnya di atas ranjang king size itu Dia terkapar tak berdaya . dia baru saja melemparkan tubuhnya yang serasa remuk
Pukul 12 malam dia baru biasa memejamkan kedua bola matanya , karena sudah tak berdaya
__ADS_1
satu hari telah berlalu