Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 56


__ADS_3

Part 56


Seketika Erlangga sepenuhnya terjaga dia menengok arah layar leptop yang masih menyala


Pria itu terkejut saat kedua bola matanya melihat keadaan sang istri yang seperti menahan sakit .


" sayang kamu kenapa ? tanya Erlangga panik


Nerin menjawab dengan suara yang lemah , serta rintihan terdengar sangat menyakitkan " sakit Ar, tolong panggil Ana dan Lala ...


Namun sebelum ucapan Nerin selesai Erlangga menyela ucapanya " aku panggil Dokter saja ya , sayang "


" Tidak usah " Cegah Nerin dia pun berkata " Ana dan Lala yang akan membantu ku nanti . Dia juga tau akan kondisi ku . Tolong ya Ar " pinta Nerin


" baik lah , aku mengerti " ucap Erlangga menghembuskan nafas kasar . Erlangga sendiri sempat ragu tapi ia juga tak menolak permintaan sang istri


Dengan cepat ia melompat dari ranjang meraih ponsel yang berada di atas nakas , lalu ia menghubungi Bima


Telfon tersambung


Erlangga langsung saja mengatakan apa yang sedang terjadi dengan sang istri kemudian mengintuksikan keinginan sang istri


" baik Tuan " jawab Bima


Sambungan telefon terputus , Erlangga menghembuskan nafas lega , setelah melihat kedua Maid yang sudah berada di dalam kamar dan membantu sang istri

__ADS_1


Sebelum Erlangga memutuskan sambungan Vc itu . Dia mengatakan sesuatu


" jaga istriku dengan baik " ujar Erlangga dengan nada tegas nan dingin


" ba .. baik Tuan " jawab Ana dan Lala bersamaan


Setelah memutuskan sambungan Vc itu kemudian ia menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu sekalian ia mandi sebentar . setelah itu dia menunaikan sholat subuh


Beberapa saat kemudian Erlangga keluar dari kamar mandi , menuju ke wlak in closed untuk menganti pakaian . dia mengambil kemeja Koko dan sarung tak lupa mengambil sajadah . setelah itu ia menunaikan ibadah Sholat subuh


.


.


Siang hari


" kau sudah menyusun rencana seperti apa untuk memecahkan masalah itu " tanya Erlangga di keheningan yang melanda


sudah satu jam lebih sehabis makan siang tadi , kedua pria itu berkutat di hadapan pekerjaan . kebetulan hari ini Erlangga mengecek kantor Sang Deddy yang sudah lama tak dia kunjungi


Hari ini hari kesempatan untuk mengeceknya


" hanya satu cara saja tuan , ya itu kita harus mendapatkan Nona Andin lebih cepat " Jawab Deni


" apa kau tau dia sekarang dimana ? tanya Erlangga lagi

__ADS_1


" belum tuan , anak buah kita masih mencari . Tapi sebelumnya Nona Andin tinggal di Rumah Tuan Gavin .


Erlangga mengangguk anggukkan kepala pertanda dia mengerti


" dan ya tuan , Aldi mengatakan jika dia mengutus maid yang berada di Mansion untuk masuk di kediaman Tuan Gavin . untuk mengorek semua informasi di sana" ucap Deni


" bagus " Erlangga mengangkat sudut bibirnya sedikit terangkat .


Tiba-tiba dia teringat akan ulang tahun yang akan berlangsung dua hari lagi " persiapan acara ulang tahun ku sudah sampai berapa persen Den ?


" 90 persen Tuan . ah iya Tuan apa kah Tuan akan memperkenalkan Nona ke publik ?? tanya Deni . ya mungkin saja kan


" emm, bagai mana ya " Erlangga berfikir sejenak . dia bersender dan memundurkan kursi itu degan menyilang kan kedua kakinya . dia sedang berfikir dengan keras


" itu nanti saja Den , aku masih berpikir . cepat kau selesaikan pekerjaan mu . aku ingin cepat kembali " perintah Erlangga


Hingga tak terasa waktu begitu cepat .


satu pekerjaan yang mengurus tenaga dan cukup menguras otak . apa lagi di tambah degan masalah yang sama sekali bukan dirinya buat .


Di sini lah dia sekarang


Di kamar bernuasa klasik , tepatnya di atas ranjang king size itu Dia terkapar tak berdaya . dia baru saja melemparkan tubuhnya yang serasa remuk


Pukul 12 malam dia baru biasa memejamkan kedua bola matanya , karena sudah tak berdaya

__ADS_1


satu hari telah berlalu


__ADS_2