Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 101


__ADS_3

Hasan mengangguk sebagai jawaban , meneruskan perjalanan menuju kerumah dinas Bu Bidan .


Beberapa saat kemudian mobil itu pun berhenti di depan gerbang pintu Bu bidan .


Pak Hadi memencet tombol yang sepertinya bel rumah .


Terlihat seorang wanita paruh baya keluar dan menemui Pak Hadi .


" permisi Bu apakah Bu bidan ada di rumah ?" tanya Hadi , setelah wanita itu di depannya namun terhalang oleh pagar gerbang .


" iya Pak ,"


Hadi memberitahukan maksud dan tujuan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Menjelang pagi menyapa Nerin yang tidur di samping suaminya terusik ketika , Suaminya mengelus pipinya .


Terdengar juga Azan telah berkumandang . Menandakan sholat subuh tiba .


" eh mas , sudah mendingan?" tanya Nerin langsung saja terjaga , ia mengucek kedua matanya .seperti anak kecil yang baru bangun dari tidurnya . membuat Erlangga terkekeh . istrinya sangat imut menurut saat ini .


" em iya sayang , "


" syukurlah , jangan sakit lagi ya ," Nerin langsung masuk kedalam dada bidang suaminya memeluk mesra .


" iya , " hanya itu yang keluar dari bibir Erlangga .


Siapa sih yang mau sakit dirinya tidak akan tau jika akan sakit .


Nerin mengurai pelukannya dan berkata," mas aku ke tempat Dian duluan ya , gak enak gak ikut bantu bantu disana . Tapi kalo mas mau kesana siangan aja ya ketika acara mulai . "


Erlangga sempat berpikir , tetapi ia juga tidak boleh egois . lagi pula dia kan teman dekat . gak enak jugakan


" em baik lah , aku akan kesana nanti . "

__ADS_1


" trimakasih suamiku yang tampan ," puji Nerin tersenyum cerah sembari mengelus pipi suaminya .


Hati Erlangga berbunga bunga ketika istrinya memanggil dirinya sebutan suamiku .


" uh manisnya istriku ini ," batin Erlangga


Nerin beranjak langsung menyambar handuk kecil serta jubah mandi . kemudian ia pergi ke kamar mandi yang tak jauh dari arah dapur , terlihat bibi Weni sedang berkutat di dapur .


" selamat pagi bibi , " sapa Nerin menghampiri bibinya sebentar sebelum ia memutuskan ke kamar mandi .


" pagi nak , bahagia suami mu sudah siuman dia ?" tanya Weni , menoleh sekelis melihat Nerin .


" Alhamdulillah sudah bi , ah iya bi nanti berangkat ke rumah Dian jam berapa ?"


" kita berangkat jam 7 lebih aja Nak , setelah pekerjaan rumah selesai ,"


" oke , Aku mengerti bi . Aku mandi dulu bi setelah itu aku mau bantu bibi ," Kata Nerin , Namun langkahnya terhenti oleh ucapan Weni .


" Temani bibi Ke pasar aja Nanti ! "


Beberapa saat kemudian Nerin keluar dengan tubuh yang terlihat sangat segar .


Kemudian ia langsung masuk ke dalam kamarnya . Untuk menunaikan ibadah shalat subuh.


setelah selesai menjalankan ibadah , Nerin pun berpamitan dengan Suaminya . Yang masih berbaring di kasur .


" mas aku mau menemani bibi kepasar sebentar ya . " pamit Nerin , wanita itu sudah rapi , dia memakai gamis sederhana ples hijab .


" jangan kelamaan dan satu lagi tidak boleh kelelahan !" printah Erlangga , tetapi ia juga memikirkan sesuai saat ini ," yang aku mau makan yang seger , tapi apa ya " Erlangga berfikir sejenak , "


" apa si mas , baik lah nanti aku masak aja . Mas gak boleh makan sembarangan lagi . aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu lagi ! Tegas Nerin membuat Erlangga tersenyum kecut .


" istirahat lah mas , " Nerin melangkah keluar dan menutup kembali pintu kamarnya , dan melangkahkan kakinya ke dalam dapur membut satu teh hangat untuk suaminya . dan membuat satu kopi untuk Sekertaris Deni


Nerin membawa dua gelas itu di letakan di meja ruang tamu dan kembali masuk ke dalam kamarnya . Meletakan Teh hangat itu di samping nakas ranjang .

__ADS_1


Setelah dirinya keluar dari kamarnya dia menghampiri Deni dan berkata


" sekertaris tolong jaga , Suami ku aku akan pergi sebentar ." printah Nerin


Deni menjawab dengan mengucap " baik nona ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah rumah mini minimalis


lebih tepatnya di kediaman rumah Dian .


Di dalam kamar yang tidak terlalu besar juga tidak kecil itu . terdapat tiga wanita berbeda-beda usia itu sedang di rias oleh perias biasa .


Dian sedang di make over oleh perias wanita , penampilan tidak terlalu glamor . karena memang dia meminta yang sedang tidak terlalu tebal


Nerin menunggunya dengan sabar , dia Sudah memakai make-up sedari rumah jadi dia tak perlu di make-up lagi .


Acara akan di mulai 15 menit lagi .


" Din aku keluar bentar ya , aku haus . kamu mau nitip bawain apa ? " tanya Nerin sebelum dirinya keluar


" apa aja lah Ner tapi yang ringan aja , air minum juga ya ."


" oke siap ," Nerin bergegas keluar . mengambil satu gelas dan menuangkan air putih kedalam gelas .


Ting


bunyi pesan wa masuk .


Nerin tersenyum ketika siapa orang yang telah mengirimkan pesan .


Nerin keluar rumah untuk menemui suaminya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2