Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 7


__ADS_3

selamat membaca


* kenapa setiap ucapannya membuat ku tersentuh tetapi aku tak boleh terhasut dalam setiap perkataannya aku takut suatu saat nanti pasti dia akan membuang ku seperti sampah " batin Nerin pikiran pikiran buruk itu tiba tiba muncul di otaknya


" baiklah jika itu yang kau mau tapi aku akan mengecek terlebih dahu " Nerin ragu membuka dompet milik Erlangga namun melihat reaksi Erlangga membuat dirinya semakin penasaran


* kenapa wajahnya menapakkan kebahagiaan disana . tapi apa itu hanya kedok untuk bisa menipuku " batin Nerin curiga ia bahkan tak jadi membuka dompet milik Erlangga dan mengembalikannya


tiba tiba Nerin mengingat apa yang sedang di lakukan dulu saat bersamaan mantan calon suaminya


" kenapa . kamu tadi nampak bersemangat untuk menghabiskan seluruh isi dompet ku . apa kamu ragu jika aku tak mempunyai cukup banyak uang " tebak Erlangga yakin


Nerin masih terlihat sangat murung , dan tak menghiraukan ucapan Erlangga


maafkan aku ucapkan itu masih terngiang ngiang di ingatan Nerin setelah apa yang telah di lakukan degan Dion calon suaminya lebih tepatnya mantan setelah dirinya tau bahkan melihat secara langsung kelakuan b***dnya itu


" sayang " panggil Erlangga bahkan ucapan itu terlontar degan sangat lancar


Tangannya Erlangga terulur mengelus pundak milik Nerin kemudian ia sedikit mengakat tubuh Nerin dan menjatuhkan ke atas pahanya lalu membenamkan tubuh Nerin kedalam dada bidangnya


" kenapa Hem " kamu ragu dengan diriku ini . aku tau kamu belum mengenal ku lebih dalam . tetapi seiring berjalannya waktu kamu akan tau siapa aku dan sifat ku . lebih tepatnya semua tentang ku . aku akan menuntunmu ke dalam jalan ku agar kamu tak tersesat nanti dan jika aku salah jalan cobalah kau menegur ku dan kita menjari jalan bersama " Erlangga menasehati Nerin agar tak memikirkan tentang dirinya


Hening Nerin masih tak merespon ucapan Erlangga tetapi ia menikmati pelukan hangat yang di berikan Erlangga sembari menghirup aroma harum di tubuh Erlangga

__ADS_1


* kenapa dia harum sekali sih " batin Nerin gadis itu hanyut dalam pelukan Erlangga hingga tanpa sadar Nerin mendusel dan mengeratkan pelukannya


Erlangga terkekeh geli dengan tingkah laku Nerin yang memeluk erat tubuhnya


tiba tiba suara areh yang terdengar sangat mengelikan menurut Erlangga


" cari makan yu , Pelukannya lanjut lagi nanti di kamar oke . biar kamu bisa kuat di bawah ku " ujar Erlangga dengan senyum mesum tanpa dosa


Nerin mendengar ucapan yang menurut dirinya berbahaya langsung melepas pelukan itu dan berdiri menghindar dari Erlangga


" awas aja kalo kau macam macam " triak Nerin lalu ia menjulurkan lidahnya dan berlari kecil


" aku gak takut tuh " ujar Erlangga tak kalah berteriak dan mengejar Nerin Istrinya itu


keduanya menghabiskan harinya di danau tanpa mengisi perutnya sedari pagi


" is apa sih malu tau " ujar Nerin menepuk pergelangan tangan Erlangga agar melepaskan dirinya takut terlihat orang


" aku ketagihan memelukmu bolehkah jika setiap saat aku ingin memelukmu seperti ini " ujar Erlangga jujur


" iya tapi tidak di tempat umum . lepas . aku ingin makan " Jawab Nerin gadis itu nampak tak nyaman dengan tingkah laku suaminya itu


" baik lah . aku yang akan mencari tempat makan untuk kita berdua " ujar Erlangga mengandeng tangan Nerin degan sangat posesif

__ADS_1


* terima kasih Tuhan kau pertemuankan aku degan dia . semoga ini jodoh ku " batin Erlangga tersenyum


Lestoran milik Erlangga


" mau pesan apa yang " ujar Erlangga memberikan menu makanan yang tertera disana


Nerin gadis itu bingung apa yang di lakukan oleh Erlangga


" semua menu disinikan mahal Ar " ujar Nerin bahkan ia sudah ada perubahan memanggil suaminya dengan menyebut nama bukan Hay lagi


* syukur lah nampaknya di mulai menerima ku . ya walau sedikit . tapi aku bahagia " batin Erlangga tersenyum


" sekali kali yang . aku ketoilt dulu ya . " pamit Erlangga


" jangan lama lama ya " ujar Nerin nampak tak rela jika dirinya harus di tinggal


Rasa tak nyaman itu menjalar begitu saja bahkan ia nampak sangat gelisah


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2