Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 93


__ADS_3

Ketika Nerin keluar dari toilet , melihat dua pria yang sedang berbicara untuk menangkap dirinya . Karana bingung ia pun berlari ke arah berlawanan .


saat ia mulai melangkahkan kakinya ia tak sengaja terjatuh akibat sepatunya yang tinggi itu .


Akhirnya Nerin pun melepaskan Sepatunya itu membuangnya asal dan dia pun berlari sangat kencang hingga ia masuk kedalam ruang kamar Hotel . yang kebetulan tidak terkunci.


" Kemana larinya wanita itu , cepat sekali dia ," kata Pria yang satunya


" ayo cepat cari lagi , jaran sampai kita kehilangan jejak." Pria yang satunya mengintupsi , sedikit mendorong temannya


Nerin berung kali mengatur nafasnya yang tersengkal sengkak . Namun , dirinya di buat terkejut ketika manik matanya tak sengaja menemukan pemandangan yang membuatnya hampir berteriak . Nerin langsung membalik tubuhnya . Ia berdiri kaku di sana dengan kedua manik mata yang tertutup .


" Tuan tolong , pakai banjumu ," kata Nerin dengan tubuh yang mulai bergetar .


Pria itu juga terkejut . kenapa bisa ada seorang wanita yang berani sekali masuk ke kamarnya tanpa izin . Dirinya merasa sudah mengunci pintunya dengan rapat . Tetapi , justru ia lupa bahwasanya dirinya lupa akan asistennya yang keluar mungkin saja tak mengunci kembali pintunya .


Dengan sangat cepat pria itu mengambil pakaiannya yang berada di ranjang . Yang memang sudah di siapkan oleh asistennya tadi .


Namun belum sempat ia memakai kemejanya , ia di kejutkan ketukan pintu . Membuatnya ia mengurungkan niatnya untuk memakai kemejanya terlebih dahulu .


" siapa lagi sih ," gerutunya sebel .


Ceklek

__ADS_1


" Permisi menganggu apa..." terpotong sebab Nerin menghampirinya , jelas saja Nerin sangat mengenali suara suaminya itu .


Erlangga terkejut , ternyata istrinya bersama dengan pria lain . Dia kira di culik ."


" mas , aku..."


" kau berada di sini , dengan pria ini. Apa kurangnya aku katakan !!" bentak Erlangga sungguh tidak menyangka istrinya akan berbuat seperti itu .


" mas dengerin aku...."


" sudahlah aku tidak mau mendengar penjelasan mu , ternyata benar semua wanita sama saja. mulai sekarang aku membebaskan mu ," kata Erlangga langsung meninggalkan Nerin yang tertunduk lemas , sungguh nasib apa buruk apa ini . Hancur kedua kalinya di hancurkan oleh dua pria sekali Gus . ketika rasa sayang sudah mulai tumbuh .


Hatinya begitu sesak hingga akhir mata yang telah terbendung akhirnya tumpah juga , bersama dengan tubuhnya yang lungpai .


David pria itu bernama David Permana putra tunggal dari keluarga Permana yang juga terkenal di raja bisnis . Tetapi ia seakan menutup dirinya . tak ada yang tau jika dia seorang pemimpin dari perusahaan Permana grup .


" sudah jangan menangis lagi , aku akan membantumu . " Kata David , tetapi Nerin masih enggan untuk menyahuti ucapan pria itu .


David hanya geleng-geleng kepala , sungguh dirinya tidak tau harus berbuat apa . namun , mengapa ia bisa mengatakan yang sebelumnya ia tak pernah banyangkan . Menolong orang itu sungguh bukan dia .


" Hay ,, kau mendengar ku ? tanya David , ia bingung sendiri Harus memanggil nama wanita itu


Nerin mengangguk lemah , manik matanya masih menetes deras .

__ADS_1


" kemana aku harus mengantar mu ?


Nerin geleng kepala , ia sungguh tidak tau harus pergi kemana .


David menghela nafasnya kasar , menghadapi wanita menurutnya itu sangat merepotkan . Jadi ia tidak mau mengenal yang namanya wanita .


" apa kau tidak mempunyai tempat tinggal?


Nerin mengangguk , lagi lagi David hanya menghela nafasnya saja .


" lalu selama ini kau tinggal di mana , apa kau menumpang tinggal dengan pria tadi . yang telah memarahimu ?


Nerin menganguk , mengiyakan ucapan pria itu .


" mas aku kira , kau akan mempercayai ucapan ku . " batin Nerin


David pun berseru " ya sudahlah , kau ikut aku nanti . "


Nerin tak menyahuti ucapan pria itu lagi . yang terpenting sekarang ia harus keluar .


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2