
Ketika Nerin keluar dari toilet , melihat dua pria yang sedang berbicara untuk menangkap dirinya . Karana bingung ia pun berlari ke arah berlawanan .
saat ia mulai melangkahkan kakinya ia tak sengaja terjatuh akibat sepatunya yang tinggi itu .
Akhirnya Nerin pun melepaskan Sepatunya itu membuangnya asal dan dia pun berlari sangat kencang hingga ia masuk kedalam ruang kamar Hotel . yang kebetulan tidak terkunci.
" Kemana larinya wanita itu , cepat sekali dia ," kata Pria yang satunya
" ayo cepat cari lagi , jaran sampai kita kehilangan jejak." Pria yang satunya mengintupsi , sedikit mendorong temannya
Nerin berung kali mengatur nafasnya yang tersengkal sengkak . Namun , dirinya di buat terkejut ketika manik matanya tak sengaja menemukan pemandangan yang membuatnya hampir berteriak . Nerin langsung membalik tubuhnya . Ia berdiri kaku di sana dengan kedua manik mata yang tertutup .
" Tuan tolong , pakai banjumu ," kata Nerin dengan tubuh yang mulai bergetar .
Pria itu juga terkejut . kenapa bisa ada seorang wanita yang berani sekali masuk ke kamarnya tanpa izin . Dirinya merasa sudah mengunci pintunya dengan rapat . Tetapi , justru ia lupa bahwasanya dirinya lupa akan asistennya yang keluar mungkin saja tak mengunci kembali pintunya .
Dengan sangat cepat pria itu mengambil pakaiannya yang berada di ranjang . Yang memang sudah di siapkan oleh asistennya tadi .
Namun belum sempat ia memakai kemejanya , ia di kejutkan ketukan pintu . Membuatnya ia mengurungkan niatnya untuk memakai kemejanya terlebih dahulu .
" siapa lagi sih ," gerutunya sebel .
Ceklek
__ADS_1
" Permisi menganggu apa..." terpotong sebab Nerin menghampirinya , jelas saja Nerin sangat mengenali suara suaminya itu .
Erlangga terkejut , ternyata istrinya bersama dengan pria lain . Dia kira di culik ."
" mas , aku..."
" kau berada di sini , dengan pria ini. Apa kurangnya aku katakan !!" bentak Erlangga sungguh tidak menyangka istrinya akan berbuat seperti itu .
" mas dengerin aku...."
" sudahlah aku tidak mau mendengar penjelasan mu , ternyata benar semua wanita sama saja. mulai sekarang aku membebaskan mu ," kata Erlangga langsung meninggalkan Nerin yang tertunduk lemas , sungguh nasib apa buruk apa ini . Hancur kedua kalinya di hancurkan oleh dua pria sekali Gus . ketika rasa sayang sudah mulai tumbuh .
Hatinya begitu sesak hingga akhir mata yang telah terbendung akhirnya tumpah juga , bersama dengan tubuhnya yang lungpai .
David pria itu bernama David Permana putra tunggal dari keluarga Permana yang juga terkenal di raja bisnis . Tetapi ia seakan menutup dirinya . tak ada yang tau jika dia seorang pemimpin dari perusahaan Permana grup .
" sudah jangan menangis lagi , aku akan membantumu . " Kata David , tetapi Nerin masih enggan untuk menyahuti ucapan pria itu .
David hanya geleng-geleng kepala , sungguh dirinya tidak tau harus berbuat apa . namun , mengapa ia bisa mengatakan yang sebelumnya ia tak pernah banyangkan . Menolong orang itu sungguh bukan dia .
" Hay ,, kau mendengar ku ? tanya David , ia bingung sendiri Harus memanggil nama wanita itu
Nerin mengangguk lemah , manik matanya masih menetes deras .
__ADS_1
" kemana aku harus mengantar mu ?
Nerin geleng kepala , ia sungguh tidak tau harus pergi kemana .
David menghela nafasnya kasar , menghadapi wanita menurutnya itu sangat merepotkan . Jadi ia tidak mau mengenal yang namanya wanita .
" apa kau tidak mempunyai tempat tinggal?
Nerin mengangguk , lagi lagi David hanya menghela nafasnya saja .
" lalu selama ini kau tinggal di mana , apa kau menumpang tinggal dengan pria tadi . yang telah memarahimu ?
Nerin menganguk , mengiyakan ucapan pria itu .
" mas aku kira , kau akan mempercayai ucapan ku . " batin Nerin
David pun berseru " ya sudahlah , kau ikut aku nanti . "
Nerin tak menyahuti ucapan pria itu lagi . yang terpenting sekarang ia harus keluar .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
Bersambung
__ADS_1