Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 44


__ADS_3

Nerin yang sedang melamun setelah kepergian Kinan , sore tadi tiba tiba ada tepukan di bahunya , hampir saja ia melompat


" astaghfirullah , Rian kamu ini selalu membuat kakak jantungan !!!" bentak Nerin sembari mengelus dadanya hampir saja jangtungnya seakan berhenti di tempat


Rian hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh


" kakak , lebay " ucap Rian terdengar sangat menyebalkan " gitu aja kaget " ejek Rian ucapan semakin menjadi


Rian melemparkan tubuhnya itu di salah satu sofa , yang tak jauh dari sang kakak


Nerin geram akan tikah laku sang Adik yang sengaja memancing emosi


" owwhhh . kakak di bilang lebay " Nerin naik pitam


Gadis itu tersulit emosi , mendengar ucapan sang Adiknya . yang mengejeknya . dengan cepat Nerin menghadap ke sang adik menantangnya


" coba katakan sekali lagi ! "bentak Nerin


Gadis itu sudah mulai memasang kuda kuda untuk menghajar Rian sang Adik


Rian nampak bisa saja dengan tantangan kakak nya itu . cukup menarik jika sang kakak akan marah . dia merasa terhibur jika sang kakak sudah bersikap seperti itu

__ADS_1


" kakak lebay , kakak lebay .... ucapan itu lolos dengan sempurna tapi bukan hanya sekali , berulang ulang hinga yang mendengar nya pun akan lebih kesel


Saat Nerin melayangkan tangan itu mengarah di telinga Rian . dengan cepat Rian menghindari alhasil kedua kakak beradik itu pun main kejar kejaran


Membuat seisi mansion pun seketika riuh , dengan ke usilan kedua kakak beradik itu .


Rian yang melihat seorang pria yang baru saja datang pun mencoba berlindung


" mingkir kamu Ar, aku mau kasih dia pelajaran "


Erlangga tak bisa menghindar karena Rian tak bisa melepaskan tangannya itu di kedua lengannya dan mengunjang nya kesana kemari


Karena tubuh keduanya seimbang , tapi tentu saja Erlangga lah lebih kekar dari pada Rian . dan juga lebih tinggi dari Rian


" Hay Rian , kau jangan buat kakak lebih marah ya "


" Wleh " Rian menjulurkan lidahnya semakin mengejek Nerin


" aduh " Erlangga memegang keningnya


" ada apa Ar " Nerin panik

__ADS_1


Dan itu celah bagi Rian untuk kabur , dia memundurkan tubuhnya dengan perlahan . setelah itu Rian ngacir sekencang-kencangnya ,tanpa menoleh . menuju tangga yang biasa ia naiki , jika menuju kamarnya


Erlangga hanya nyengir tanpa dosa saat adik istri nya itu sudah hilang dari pandangannya


Nerin mengerti degan cengiran Erlangga dan itu membuat dia semakin kesel " ck , itu hanya akal akalan kamu aja ya Ar !! . buat Rian bisa lolos dari aku . " Nerin ngoceh dengan bibir yang manyun


" eh itu bibir , bisa di kondisi kan . aku cium nanti "


Erlangga gemess melihat jika sang istri sedang cemberut


" eh " pipi Nerin langsung saja merona saat Erlangga mengucapkan hal yang bahkan tak ingin ia dengar . dia memundurkan tubuhnya itu saat melihat wajah Erlangga sudah mulai dekat


Nerin salah tingkah , degan gugup ia pun berkata " ah , eh , itu itu , kamu sudah makan belum Ar " Nerin mengucapkan kata kata tak beraturan serta mengalihkan pembicaraan


Ucapan Nerin terdengar oleh Erlangga sangat mengelikan , tapi membuat ia senang


" aku sengaja belum makan , aku kangen masakan istri , jika boleh masakin untuk ku ya yang " pinta Erlangga dengan suara manja


Nerin melihat wajah Erlangga yang terlihat Sangat menawan , segurat rasa senang bisa bersanding dengan orang yang mungkin tak pernah ia impikan


Tapi ia cukup sadar dengan dirinya hanyalah unik abu

__ADS_1


Nerin mengangguk kecil menyutujui permintaan suaminya itu


" ya , tapi kamu mandi dulu . oke " Nerin mengucapkan dengan sangat lembut


__ADS_2