
part 49
Nerin langsung saja menuju Lokernya itu , untuk mengambil pakean nya dulu . namun sayangnya lokernya itu nampak kosong
Nerin bertambah kesel . Dengan muka di tekuk Nerin pun berjalan ke ruangan kepala OB
tok tok tok
Assalamualaikum
masuk
Waaikumsalam
" permisi pak , saya OB yang pernah mengalami kecelakaan itu .
Belum sempat Nerin meneruskan ucapannya kepala OB tersebut sudah dengan memerintahkan Nerin
" Oh kamu , kamu sekarang bikin kopi dan anter ke ruangan Presdir " ucapan nya Robi
Robi dulu hanya OB biasa , tetapi karena kejujurannya . dia diberikan kepercayaan itu mengantikan kepala OB
" tapi pak , saya belum mengganti pakaian Seragam . kebetulan seragam saya tidak ada di dalam loker saya " ujar Nerin
Robi pun menuju lemari yang berada di sampingnya itu
" ini " Robi menyerahkan seragam yang di minta Nerin . tapi anehnya itu dia harus memakai hijab
" terimakasih pak , kalo begitu saya permisi " pamit Nerin sopan
Sesaat Robi sebenarnya mengagumi Nerin ,tetapi rasa itu harus ia kubur dalam-dalam
* semoga kau bahagia Ner " batin Robi sedih
.
.
Nerin langsung saja menuju toilet untuk menganti pakaiannya , setelah beberapa detik Nerin pun keluar dan berpapasan dengan Kinan dan beberapa Ob wanita disana
__ADS_1
" Ini Nerin kan Kin ?? tanya Ani ke Kinan sembari menunjuk Nerin
" iya " jawab Kinan juga anggukkan
" ya ampun , aku tadi benar-benar gak bisa ngenalin kamu Ner . abis kamu beda banget, kamu tambah cantik " ucapnya serentak
Membuat Nerin bingung ia hanya nyengir serta mengaruk tengkuknya yang tak gatal . dia masih belum mengingat apa pun jadi tak bisa menjawab
" selamat bekerja kembali Ner " mereka menyalimi Nerin bergiliran
Nerin semakin mengembang senyum ceria
" iya " Ujarnya
Semuanya pun berpencar , memulai perjalanan masing masing
Kinan gadis itu mengikuti Nerin yang masuk ke dapur
" kamu ngapain kesini Ner ? tanya Kinan bingung
" aku disuruh oleh pak kepala untuk membuatkan Kopi untuk Presdir "
" oh " Kinan mengangguk mengerti
Beberapa saat kopi yang di buat Nerin pun jadi , dia pun langsung saja membawa ke ruangan Presdir
" ah tapi , lantai berapa ruangan Presdir ya . Dasar bodoh kau Neri " maki Nerin pada dirinya
Nerin bingung sendiri , Namun kebingungan itu tak langsung lama karena ada seseorang yang lewat dan itu membuat Nerin lega
" em mas . Boleh kah aku bertanya ruangan Presdir di lantai berapa ya ??
" lantai 90 " jawab nya singkat
Pria itu pun pergi begitu saja tanpa , melihat Nerin sedikit pun . karena dia hanya fokus degan ponselnya itu
Nerin pun bergegas masuk kedalam lift dan memencet angka 90
Ting
__ADS_1
Pintu lift terbuka dan berpapasan dengan sekertaris Aldi yang baru keluar dari ruangannya
" selamat pagi Nona " sapa Aldi sopan
" pagi Tuan " jawab Nerin sopan
" apa Presdir ada di ruangannya Tuan " tanya Nerin
" iya Nona , kebetulan saya juga mau kesana " ujar Aldi berjalan
Keduanya pun berjalan beriringan , yang membuat Nerin sedikit tak nyaman
Nerin pun memperlambat langkahnya agar sekertaris Aldi lah yang mendahuluinya
Aldi mengerti dengan tingkah laku Nonanya , dia pun melangkah kakinya lebih panjang
tok tok tok
Aldi mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan Tuan Presdir
Masuk
Terdengar sahutan dari dalam , Aldi langsung saja memutar kenop pintu dan mempersilah Nonanya terlebih dahulu untuk masuk
" Tuan ini Nona mengantar kopi " ujar Aldi yang sudah di depan meja Tuanya itu
" taruh di sana " pinta Erlangga menujukan meja yang kosong sampingnya
" dan ini berkas yang harus Tuan tanda tanganni " Aldi menyodorkan 3 dokumen yang dia bawa
"bawa sini . buka ! printah Erlangga
Pria itu langsung saja menandatangani dokumen yang sudah di buka oleh Aldi dan membiarkan Nerin yang berdiri disana
Setelah Erlangga menandatangani dokumen tersebut Aldi pun keluar
" Tuan , kalo begitu saya per... ucapan Nerin terputus Karena Erlangga menahannya
" kamu duduk disini sebentar ya sayang . tunggu sebentar aku akan menyelesaikan ini " pinta Erlangga pria itu tak mengalihkan pandanya dari leptopnya itu
__ADS_1
" tapi tuan , saya kan banyak kerjaan "
" kamu hanya menemaniku di sini dan jangan memanggilku Tuan aku ini suamimu . pangil seperti biasa saat di rumah oke " kini Erlangga menatap Istrinya dengan tatapan takjub