
Hasan mendapatkan balsan pesan wa dari sekretaris Deni
Setelah membacanya , ia pun membalas kembali
Nerin yang tidak mendapatkan respon dari supir pun berkata lagi " pak pulang . " kata Nerin
Hasan bingung ia harus mencari alasan apa , setelah berfikir dengan keras ia pun berkata " Eh iya Nona , tapi bolehkan saya izin ke toilet bentar ? "
Nerin mengangguk ringan dan Berkata " iya "
Hasan pun keluar setelah mendapatkan izin dari Nonanya , ia pun menuju Toilet umum yang berada di samping kantor .
Nerin memandang lobby kantor , namun setelah itu menyenderkan tubuhnya di jok mobil .
" Huff " Nerin menghela nafas kasar , rasanya begitu sulit untuk mempercayai ucapan suaminya
Entah lah , pengihiatan mantan kekasihnya itu . Membuatnya ragu untuk mempercayai ucapan pria .
" mas " kata Nerin lirih otak kecilnya sudah membayangkan yang tidak-tidak
Nerin menggelengkan kepalanya berharap apa yang sedang pikiran itu tidak benar , Ia memejamkan matanya menunggu super kembali
Langkah kaki terdengar semakin mendekat . Nerin berfikir jika supir sudah kembali .
__ADS_1
" pak ayo buruan pulang " kata Nerin ketika langkah kaki itu sudah berhenti
Tapi tak ada yang membuka pintu mobil yang berada di depan , membuat manik matanya terbuka
Nerin pun memutar kepalanya , ketika melihat sosok yang sangat di kenal .
Erlangga tersenyum melihat Sang istri nampak terkejut , ia sengaja tak mengeluarkan suaranya .
Erlangga sendiri sangat tau jika sang istri sedang menunggu . Setelah perkataan Deni jika Nonanya ragu untuk masuk ke kantor.
Senyum mengembang dari wajah tampan Erlangga
" Mas " kata Nerin rasanya begitu senang melihat suaminya , menghampirinya
" em , itu , anu " sungguh , tiba-tiba mulutnya itu tak bisa , mengatakan yang benar
Erlangga tersenyum geli , melihat tingkah laku sang istri yang seperti anak kecil .
* sangat lucu , mengemaskan sekali . jika seperti ini aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menerkamnya. " Batin Erlangga
Erlangga pun membuka pintu mobil tangannya terulur ingin mengangkat tubuh ramping istrinya
Namun sebelum tangan Suaminya mengampai dirinya , ia mundur dan berkata " Aku , aku bisa jalan sendiri kok mas . " kata Nerin kedua pipi Nerin bersemu , dia menunduk untuk menutupi rasa malunya
__ADS_1
" Kenapa meski malu sayang " kata Erlangga mencoba menggoda istrinya itu
" Ih kamu ini , disini banyak orang . " ketus Nerin di buat jengkel
sedikit mendorong tubuh suaminya agar tidak menghalangi jalannya
Nerin mengingat jika Ayu berada di dalam , lalu mengapa suaminya keluar . Padahal dirinya tak mengirim pesan
" mas tadi .." kata Nerin menggantung , Erlangga tau apa yang sedang istri kecilnya itu pikiran
" sudah , nanti aku jelaskan . kita masuk dulu " cegah Erlangga tak ingin lama lama di depan lobby
Nerin mengangguk , keduanya berjalan beriringan . Tatapan sengit yang di layangan para wanita membuat Nerin risih , namun ia harus bisa menghadapinya dengan lapang dada
Erlangga sungguh tidak sabar , dengan cara berjalan istrinya . Ketika Nerin lengah , Dia pun menjalankan aksinya mengangat tubuh sang istri , hingga sang empu menjerit karena terkejut
" a... " jerit Nerin , langsung saja ia memeluk erat-erat tubuh suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik suaminya
" mas kamu apa sih " bisik Nerin , Erlangga tak perduli ucapan istrinya . Dia melangkahkan kakinya dengan tenang
Setelah kepergian kedua bosnya itu Hasan pun keluar dari persembunyiannya , dan mendapatkan pesan singkat lagi dari sekretaris Deni
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
Bersambung