Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 79


__ADS_3

Hasan mendapatkan balsan pesan wa dari sekretaris Deni


Setelah membacanya , ia pun membalas kembali


Nerin yang tidak mendapatkan respon dari supir pun berkata lagi " pak pulang . " kata Nerin


Hasan bingung ia harus mencari alasan apa , setelah berfikir dengan keras ia pun berkata " Eh iya Nona , tapi bolehkan saya izin ke toilet bentar ? "


Nerin mengangguk ringan dan Berkata " iya "


Hasan pun keluar setelah mendapatkan izin dari Nonanya , ia pun menuju Toilet umum yang berada di samping kantor .


Nerin memandang lobby kantor , namun setelah itu menyenderkan tubuhnya di jok mobil .


" Huff " Nerin menghela nafas kasar , rasanya begitu sulit untuk mempercayai ucapan suaminya


Entah lah , pengihiatan mantan kekasihnya itu . Membuatnya ragu untuk mempercayai ucapan pria .


" mas " kata Nerin lirih otak kecilnya sudah membayangkan yang tidak-tidak


Nerin menggelengkan kepalanya berharap apa yang sedang pikiran itu tidak benar , Ia memejamkan matanya menunggu super kembali


Langkah kaki terdengar semakin mendekat . Nerin berfikir jika supir sudah kembali .

__ADS_1


" pak ayo buruan pulang " kata Nerin ketika langkah kaki itu sudah berhenti


Tapi tak ada yang membuka pintu mobil yang berada di depan , membuat manik matanya terbuka


Nerin pun memutar kepalanya , ketika melihat sosok yang sangat di kenal .


Erlangga tersenyum melihat Sang istri nampak terkejut , ia sengaja tak mengeluarkan suaranya .


Erlangga sendiri sangat tau jika sang istri sedang menunggu . Setelah perkataan Deni jika Nonanya ragu untuk masuk ke kantor.


Senyum mengembang dari wajah tampan Erlangga


" Mas " kata Nerin rasanya begitu senang melihat suaminya , menghampirinya


" em , itu , anu " sungguh , tiba-tiba mulutnya itu tak bisa , mengatakan yang benar


Erlangga tersenyum geli , melihat tingkah laku sang istri yang seperti anak kecil .


* sangat lucu , mengemaskan sekali . jika seperti ini aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menerkamnya. " Batin Erlangga


Erlangga pun membuka pintu mobil tangannya terulur ingin mengangkat tubuh ramping istrinya


Namun sebelum tangan Suaminya mengampai dirinya , ia mundur dan berkata " Aku , aku bisa jalan sendiri kok mas . " kata Nerin kedua pipi Nerin bersemu , dia menunduk untuk menutupi rasa malunya

__ADS_1


" Kenapa meski malu sayang " kata Erlangga mencoba menggoda istrinya itu


" Ih kamu ini , disini banyak orang . " ketus Nerin di buat jengkel


sedikit mendorong tubuh suaminya agar tidak menghalangi jalannya


Nerin mengingat jika Ayu berada di dalam , lalu mengapa suaminya keluar . Padahal dirinya tak mengirim pesan


" mas tadi .." kata Nerin menggantung , Erlangga tau apa yang sedang istri kecilnya itu pikiran


" sudah , nanti aku jelaskan . kita masuk dulu " cegah Erlangga tak ingin lama lama di depan lobby


Nerin mengangguk , keduanya berjalan beriringan . Tatapan sengit yang di layangan para wanita membuat Nerin risih , namun ia harus bisa menghadapinya dengan lapang dada


Erlangga sungguh tidak sabar , dengan cara berjalan istrinya . Ketika Nerin lengah , Dia pun menjalankan aksinya mengangat tubuh sang istri , hingga sang empu menjerit karena terkejut


" a... " jerit Nerin , langsung saja ia memeluk erat-erat tubuh suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik suaminya


" mas kamu apa sih " bisik Nerin , Erlangga tak perduli ucapan istrinya . Dia melangkahkan kakinya dengan tenang


Setelah kepergian kedua bosnya itu Hasan pun keluar dari persembunyiannya , dan mendapatkan pesan singkat lagi dari sekretaris Deni


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2