
" Tuan ayo kita berangkat , " kata Aldi ketika mendapati Erlangga di kedai bakso . Dia baru saja mengetahui jika Tuan mudanya keluar .
" baiklah , ayo sayang kita pergi. " ajak Erlangga bersiap berdiri .
Nerin menganguk mengiyakan ajakan Suaminya .
" Al kau panggil Deni untuk membayar sisanya . " perintah Erlangga kemudian dia berkata lagi ke penjual bakso tersebut, " berapa totalnya bang ?" kata Erlangga , ia bingung sendiri mau memangil penjual bakso tersebut dengan sebutan apa .
" tiga juta Tuan Muda , " jawab si penjual bakso tersebut.
" Mas bentar deh . kelamaan kalo pangil Deni . " Nerin langsung saja membuka tasnya . Dan mengeluarkan dompetnya . Lalu mengambil berwarna merah bercampur warna biru . Nerin menyerahkan uang itu ke Suaminya . Erlangga menerima dan menghitungnya terlebih dahulu . Sebelum menyerahkan ke penjual bakso .
" Trimakasih Tuan Muda , semoga di beri kelancaran dalam hal apa pun . Sukses selalu. " kata si penjual bakso itu mendoankan Erlangga . Sedikit membungkuk ketika Tubuh Erlangga mulai meninggalkan tempat itu .
Erlangga hanya menyahuti "Amin ," dan mengangguk .
Segera masuk kedalam mobil , Mobil yang di Kendari Hasan melaju dengan kecepatan sedang . Hingga berhenti di depan butik . Yang di minta oleh Aldi siang tadi .
Erlangga dan Nerin turun begitu juga Aldi yang ikut masuk . ketiganya pun . mencari pakaian dan menggantinya di sana juga . Erlangga dan Aldi lebih dulu , sementara Nerin belum siap . Ya namanya aja wanita pasti lama .
Ketika keluar dari Ruang ganti itu , kedua pria itu di buat bengong. Aldi pun ikut terpesona akan kecantikan istri bosnya itu.
" ayo cepat , ini sudah jam delapan kurang ," kata Nerin membuyarkan kedua pria itu . Menepuk pergelangan suaminya ringan.
Aldi langsung tersadar , takut Tuan mudanya mengetahui jika dirinya sempat terposona akan kecantikan Nona mudanya.
Erlangga mengganguk kemudian ia Mulai mengayunkan kakinya , dengan sangat tenang .
Aldi membayar tagihannya sebelum ia mengikuti jejak Tuannya.
__ADS_1
ketiganya pun masuk kembali kedalam mobil menuju Hotel Di mana Pertunangan Tuan Aldo akan di langsungkan .
HOTEL HORIZON
Terlihat sudah banyak tamu undangan yang sudah mulai berdatangan.
Mobil yang di Kendari Hasan memasuki kawasan gedung Hotel , Hasan menghentikan mobil itu di depan lobby .
Pintu mobil terbuka dengan sendirinya dan terlihat seorang pria turun dari mobil tersebut dengan ekspresi datar nan dingin .
Di ikuti seorang wanita yang turun dari mobil yang sama .
Dia melingkarkan tangannya di lengan tangan suaminya. Ekspresi wajah yang polos namun sangat cantik. Riasan wajahnya itu tidak terlalu tebal hanya tipis tipis saja . Dia memakai gaun gamis yang senada dengan hijabnya yang berwarna putih .
Seketika lampu kamera menyorot pasangan yang baru turun dari mobil dan mulai mengayunkan kakinya bersamaan dengan sang istri yang mengandeng lengan tangan suaminya .
Nerin sangat kesusahan memakai sepatu hak tinggi , walaupun dia pernah memakainya .
" mas ," Nerin begitu malu ketika ia sorot lampu kamera yang mengarah ke dirinya bersama suaminya .
" bersikap lah biasa sayang , anggap saja tidak ada orang . fokuskan aku saja ." Pinta Erlangga yang mengetahui jika isteri itu gerogi .
Nerin yang tak pernah mengikuti acara seperti itu . membuat dirinya sangat tidak nyaman , takut dirinya akan mengacaukan segalanya . la merasa tak bisa mengimbangi suaminya yang sudah terbiasa dengan suasana seperti saat ini .
Nerin mengangguk mengiyakan perkataan suaminya .
" jangan menunduk sayang , bersikap lah seperti ku ." bisik Erlangga lagi ketika mendapati istrinya menunduk
" mas aku belum terbiasa ," kata Nerin jujur , Erlangga mengelus Legan istrinya yang sedang mengandeng lengan tangannya .
__ADS_1
kamu pasti bisa sayang " Bisik Erlangga lagi .
Keduanya masih saja melanjutkan laju langkahnya Hinga memasuki Area taman dimana acara itu di selenggarakan .
" wah ,, sangat mewah " Nerin sedikit terperangah , ketika melihat dekorasinya begitu mewah sangat menarik menurutnya . Tidak kalah jauh seperti acara ulang tahun suaminya .
" Apa kau menyukainya , jika iya aku akan membuat kan untuk mu nanti . ketika meresmikan pernikahan kita . Yang jauh lebih besar ." kata Erlangga tersenyum menatap Istrinya
Sesampainya di tempat itu , Erlangga di sambut oleh Aldo dengan sangat ramah dia berkata .
" Trimakasih sudah datang ," Senyum cerah dari wajah Aldo , pria itu sedikit melirik wanita yang mengandeng lengan tangan Erlangga sangat erat.
Nerin tak mengetahuinya karena ia sedang menunduk , ia menahan sakit di tumitnya.
" jika akan seperti ini aku memakai sepatu saja tadi ,"batin Nerin kesal
" oh ini istriku , kau masih mengingatnya bukan ?? Erlangga tau arah pandang Aldo .
" oh ya , aku sedikit lupa ," Jawab Aldo benar adanya .
" sayang , perkenalkan ini Tuan Aldo kau masih mengingatnya ,"
Nerin menggelengkan kepala , tanda tak mengingat.
" oh iya tuan , saya Nerin . semoga acaranya lancar hingga selesai." di sertai senyum manis dari wajah Nerin .
" trimakasih Nona Nerin , ayo kalian duduk di sini dan nikmati lah hidangan apa pun yang kalian suka . Aku permisi dulu ," kata Aldo dan mendapati senyum dari keduanya.
" Mas aku ketoit dulu ya ," pamit Nerin . ia segera beranjak dan menuju Toilet.
__ADS_1
Manik Mata yang sedari melihat pergerakan Nerin dan Erlangga pun menyunggingkan senyum sinis . Rencana yang sudah di nanti natikan tidak boleh gagal begitu saja
bersambung