Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 92


__ADS_3

" Tuan ayo kita berangkat , " kata Aldi ketika mendapati Erlangga di kedai bakso . Dia baru saja mengetahui jika Tuan mudanya keluar .


" baiklah , ayo sayang kita pergi. " ajak Erlangga bersiap berdiri .


Nerin menganguk mengiyakan ajakan Suaminya .


" Al kau panggil Deni untuk membayar sisanya . " perintah Erlangga kemudian dia berkata lagi ke penjual bakso tersebut, " berapa totalnya bang ?" kata Erlangga , ia bingung sendiri mau memangil penjual bakso tersebut dengan sebutan apa .


" tiga juta Tuan Muda , " jawab si penjual bakso tersebut.


" Mas bentar deh . kelamaan kalo pangil Deni . " Nerin langsung saja membuka tasnya . Dan mengeluarkan dompetnya . Lalu mengambil berwarna merah bercampur warna biru . Nerin menyerahkan uang itu ke Suaminya . Erlangga menerima dan menghitungnya terlebih dahulu . Sebelum menyerahkan ke penjual bakso .


" Trimakasih Tuan Muda , semoga di beri kelancaran dalam hal apa pun . Sukses selalu. " kata si penjual bakso itu mendoankan Erlangga . Sedikit membungkuk ketika Tubuh Erlangga mulai meninggalkan tempat itu .


Erlangga hanya menyahuti "Amin ," dan mengangguk .


Segera masuk kedalam mobil , Mobil yang di Kendari Hasan melaju dengan kecepatan sedang . Hingga berhenti di depan butik . Yang di minta oleh Aldi siang tadi .


Erlangga dan Nerin turun begitu juga Aldi yang ikut masuk . ketiganya pun . mencari pakaian dan menggantinya di sana juga . Erlangga dan Aldi lebih dulu , sementara Nerin belum siap . Ya namanya aja wanita pasti lama .


Ketika keluar dari Ruang ganti itu , kedua pria itu di buat bengong. Aldi pun ikut terpesona akan kecantikan istri bosnya itu.


" ayo cepat , ini sudah jam delapan kurang ," kata Nerin membuyarkan kedua pria itu . Menepuk pergelangan suaminya ringan.


Aldi langsung tersadar , takut Tuan mudanya mengetahui jika dirinya sempat terposona akan kecantikan Nona mudanya.


Erlangga mengganguk kemudian ia Mulai mengayunkan kakinya , dengan sangat tenang .


Aldi membayar tagihannya sebelum ia mengikuti jejak Tuannya.

__ADS_1


ketiganya pun masuk kembali kedalam mobil menuju Hotel Di mana Pertunangan Tuan Aldo akan di langsungkan .


HOTEL HORIZON


Terlihat sudah banyak tamu undangan yang sudah mulai berdatangan.


Mobil yang di Kendari Hasan memasuki kawasan gedung Hotel , Hasan menghentikan mobil itu di depan lobby .


Pintu mobil terbuka dengan sendirinya dan terlihat seorang pria turun dari mobil tersebut dengan ekspresi datar nan dingin .


Di ikuti seorang wanita yang turun dari mobil yang sama .


Dia melingkarkan tangannya di lengan tangan suaminya. Ekspresi wajah yang polos namun sangat cantik. Riasan wajahnya itu tidak terlalu tebal hanya tipis tipis saja . Dia memakai gaun gamis yang senada dengan hijabnya yang berwarna putih .


Seketika lampu kamera menyorot pasangan yang baru turun dari mobil dan mulai mengayunkan kakinya bersamaan dengan sang istri yang mengandeng lengan tangan suaminya .


Nerin sangat kesusahan memakai sepatu hak tinggi , walaupun dia pernah memakainya .


" mas ," Nerin begitu malu ketika ia sorot lampu kamera yang mengarah ke dirinya bersama suaminya .


" bersikap lah biasa sayang , anggap saja tidak ada orang . fokuskan aku saja ." Pinta Erlangga yang mengetahui jika isteri itu gerogi .


Nerin yang tak pernah mengikuti acara seperti itu . membuat dirinya sangat tidak nyaman , takut dirinya akan mengacaukan segalanya . la merasa tak bisa mengimbangi suaminya yang sudah terbiasa dengan suasana seperti saat ini .


Nerin mengangguk mengiyakan perkataan suaminya .


" jangan menunduk sayang , bersikap lah seperti ku ." bisik Erlangga lagi ketika mendapati istrinya menunduk


" mas aku belum terbiasa ," kata Nerin jujur , Erlangga mengelus Legan istrinya yang sedang mengandeng lengan tangannya .

__ADS_1


kamu pasti bisa sayang " Bisik Erlangga lagi .


Keduanya masih saja melanjutkan laju langkahnya Hinga memasuki Area taman dimana acara itu di selenggarakan .


" wah ,, sangat mewah " Nerin sedikit terperangah , ketika melihat dekorasinya begitu mewah sangat menarik menurutnya . Tidak kalah jauh seperti acara ulang tahun suaminya .


" Apa kau menyukainya , jika iya aku akan membuat kan untuk mu nanti . ketika meresmikan pernikahan kita . Yang jauh lebih besar ." kata Erlangga tersenyum menatap Istrinya


Sesampainya di tempat itu , Erlangga di sambut oleh Aldo dengan sangat ramah dia berkata .


" Trimakasih sudah datang ," Senyum cerah dari wajah Aldo , pria itu sedikit melirik wanita yang mengandeng lengan tangan Erlangga sangat erat.


Nerin tak mengetahuinya karena ia sedang menunduk , ia menahan sakit di tumitnya.


" jika akan seperti ini aku memakai sepatu saja tadi ,"batin Nerin kesal


" oh ini istriku , kau masih mengingatnya bukan ?? Erlangga tau arah pandang Aldo .


" oh ya , aku sedikit lupa ," Jawab Aldo benar adanya .


" sayang , perkenalkan ini Tuan Aldo kau masih mengingatnya ,"


Nerin menggelengkan kepala , tanda tak mengingat.


" oh iya tuan , saya Nerin . semoga acaranya lancar hingga selesai." di sertai senyum manis dari wajah Nerin .


" trimakasih Nona Nerin , ayo kalian duduk di sini dan nikmati lah hidangan apa pun yang kalian suka . Aku permisi dulu ," kata Aldo dan mendapati senyum dari keduanya.


" Mas aku ketoit dulu ya ," pamit Nerin . ia segera beranjak dan menuju Toilet.

__ADS_1


Manik Mata yang sedari melihat pergerakan Nerin dan Erlangga pun menyunggingkan senyum sinis . Rencana yang sudah di nanti natikan tidak boleh gagal begitu saja


bersambung


__ADS_2