
Hari semakin sore , sore berganti malam
Malam itu di kamar besar milik Erlangga , sepasang suami istri itu sedang berdebat tentang tempat tidur
Karena Nerin sendiri tidak mau tidur dengan suaminya , yaitu Erlangga . Perdebatan kecil pun terjadi tak ada yang mau mengalah hingga akhirnya .
Bantal guling lah yang menjadi penghalang untuk keduanya
" ayolah sayang , ini cukup aman . lagi pula aku tidak akan macam macam " bujuk Erlangga ia menaik turun alisnya sedikit genit
Nerin melihat sikap Erlangga seperti itu , tiba tiba bulu kuduknya berdiri
Beberapa kali gadis itu mengusap lehernya geli , Nerin manyun tak menggubris ucapan suaminya itu
Erlangga tak menyerah sedikit pun membujuk kembali istrinya " pliss , aku berjanji " kata Erlangga mengatupkan kedua tangannya serta senyum manis dengan cengiran menunjukan giginya yang tersusun rapi itu
Nerin memutar bola matanya malas hingga akhirnya ia menyerah " baik lah " kata Nerin di sambut dengan sorak Sorai di dalam hati Erlangga
Erlangga berjingkrak kegirangan , namun tak menunjukkannya reaksinya * yes , akhirnya "bantin Erlangga senang , senyum terukir di wajah tampannya
Keduanya pun mengambil posisi masing masing , dua bantal guling sebagai pembatas untuk keduanya
Satu jam telah berlalu keduanya diam tak ada ucapan sepatah katapun . dua jam telah berlalu , tiga jam telah berlalu hingga kedua bola mata Nerin tertutup dengan sempurna , terlelap begitu saja dalam damai .
__ADS_1
Sementara Erlangga dia belum bisa memejamkan matanya , karena guling yang selalu ia peluk akhir akhir ini , sudah tidak bisa ia peluk kembali
Erlangga sedikit menggeser bantal guling yang menghalangi pandangannya untuk melihat sang istri
" ini saat nya " batin Erlangga senang
Sebenarnya Nerin sempat tak bisa memejamkan matanya , namun dengan kesunyian serta dinginnya suhu AC yang menerpa wajahnya , ia pun meringkuk masuk ke dalam selimut tebal hingga akhirnya ia bisa terlelap dalam damai
Satu guling sudah terhempas dengan pelan satu guling kembali ia hempasankan kembali
Dengan perlahan Erlangga mendekati tubuh yang sedang meringkuk , Erlangga menarik tubuh kecil istrinya dengan sangat pelan agar Istrinya itu tak terusik
" huff " Erlangga menghembuskan nafas lega , setelah tubuh kecil itu masuk ke dalam (dekapannya) dada bidangnya
Bunyi Dering alarm membuyarkan mimpi indah Erlangga dan Nerin , keduanya pun sama sama terkejut
Apa lagi Nerin sungguh dia merasa sangat sangat terkejut kedua bola matanya terbuka lebar dan terbelalak tak percaya
" aku tidak bisa tidur semalam, plis jangan marah . oke "
Rasanya ingin sekali marah namun saat ini moodnya sedang baik
" Hem"
__ADS_1
Nerin turun dari ranjang menuju kamar mandi , Erlangga merasa lega . Dia pun mengikuti Nerin masuk ke kamar mandi
" kamu keluar dulu Ar , aku mau buat air kecil dulu " pinta Nerin saat suaminya berada di ambang pintu kamar mandi
" huff " Erlangga menghembuskan nafasnya malas , namun ia menurut
Lebih baik mengalah jika tidak , sudah di pastikan akan berdebat
" ah sudahlah , lebih baik aku menunggu saja " Erlangga kembali lagi duduk di bibir ranjang
Beberapa saat kemudian Pintu kamar mandi pun terbuka
" sudah Ar , aku tunggu kamu " kata Nerin
Erlangga pun berlalu menuju kamar mandi , selang beberapa menit Erlangga pun keluar dari kamar mandi
Melihat sang istri yang sudah menyiapkan Kemeja Koko dan sarung beserta peci dia pun mendekat , setelah itu ia langsung saja memainkannya
Keduanya memulai menjalankan dua raka'at
Bersambung
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1