
Selamat membaca
ke esokan harinya
tepat pukul jam 04.30 menit gadis yang berada di atas ranjang empuk itu serta di dalam dekapan seorang pria yang bertubuh kekar . seketika mengeliat langsung saja kedua bola matanya itu melebar sempurna , karena tubuhnya itu terasa berat . seperti tertimpa sesesuatu
Gadis itu pun mencoba mengingat ingat kembali , tapi yang di ingat hanyalah , setelah dirinya masuk ke dalam kamar ini dan berbicara sebentar dengan pria , dirinya langsung saja merebahkan tubuhnya dan terlelap tanpa ada drama sekali pun . tetapi kenapa dirinya bisa tidur bersama
* apa dia sengaja , ingin tidur degan ku begitu . kali ini aku harus hati hati " batin Nerin kemudian ia pun menyingkirkan tangan yang melingkar di perutnya dengan perlahan
tidak seperti sebelumnya selalu berteriak . mungkin kah itu salah satu dari perubahnya
setelah dirasa dirinya aman dan pria tersebut tak terusik sedikit pun
Nerin bernafas lega , kemudian dia melangkahkan kakinya itu menuju pintu keluar
* aduh kenapa di kunci sih " Nerin mengerutu kesal
clek 1
tanpa di duga , Erlangga langsung saja terjaga . saat mendengar seseorang yang membuka lubang pintu yang semalam memang sengaja ia kunci
" mau kemana sayang , ini masih pagi loh " tanya Erlangga dengan suara khas bangun tidur
Nerin menoleh ke sumber suara tersebut , dia menggigit bibirnya untuk menghilangkan rasa terkejutnya . dengan ragu ragu Nerin pun menjawab pertanyaan Pria yang masih berbaring di atas ranjang itu " em ... aku aku mau ke kamar mandi , dan mau mengambil air wudhu " jawab Nerin tergagap
" ohh,, kenapa gak bangunin aku sih . ayo aku anter " ujar Erlangga kemudian ia pun beranjak
__ADS_1
di ikuti Nerin dari belakang kedua pun masuk ke kamar mandi
" lain kali kalo butuh apa -apa bilang gak usah sungkan " tegur Erlangga
Nerin yang mendengar teguran pria di samping nya Nerin menoleh sekilas lalu melanjutkan aktivitas nya yaitu menggosok gigi
Nerin sama sekali belum menjawab setelah selesai dengan apa yang sedang dilakukan nya dia pun menjawab dengan tenang
" maaf , bukan apa . tapi aku rasa masih saja asing dengan mu " jawab Nerin Jujur
Erlangga mendengar ucapan itu hanya menghela nafas " baik lah , aku mengerti . ayo ikut aku " Erlangga keluar kamar mandi menuju walk in closed
Nerin menurut mengikuti langkah pria itu , menuju ruangan
" ambil lah mukena mu ada di dalam lemari itu , pakean kamu juga semua sudah lengkap "
keduanya memulai menjalan kan 2 Rakangat nya itu dengan khusu
beberapa saat kemudian selesai menjalankan sholat , tak lupa Juda berdoa kepada sang pencipta
Nerin melepaskan mukenanya itu melipatnya juga sajadah
Erlangga juga sama melihat sarung yang dia pakai juga melipat sajadah itu
" taruh sini aja sayang " ujar Erlangga lembut meraih mukena yang istrinya pegang
Nerin menyerahkan Mukenanya itu kemudian bertanya sesuatu " emmm... tuan boleh kan aku mengetahui namamu " ujar Nerin polos tapi ada rasa gugup saat mengatakan akan hal itu . tapi mau bagaimana lagi , dirinya sangat penasaran
__ADS_1
Erlangga mendengar ucapan Istrinya hanya tersenyum dan berbalik menghadap sang istri kemudian ia memegang kedua bahu Nerin dan menenatap dengan intens
" boleh , namaku Erlangga Arya Lawrence . kamu bisa panggil aku dengan menyebut Arya , seperti waktu pertama kamu mengetahui namaku , dan tanpa ada embel embel Tuan . kamu mengerti " jawab Erlangga lembut
" embaik lah Ar,, Arya " ujar Nerin canggung
" tapi apa boleh aku masak " ujar Nerin lagi
" apa kamu lapar , kamu masih banyak banyak istirahat loh . tubuh kamu belum sepenuhnya pulih , dan tak boleh memulai aktivitas yang membuat kamu capek "
" tapi ,,,
Erlangga langsung mencegah ucapan Nerin sang istri jadi Nerin langsung saja memutuskan ucapan nya itu
" tidak boleh menolak , lagian jika tubuh kamu sehat kan bisa melakukan apa yang kamu mau " ujar Erlangga
pria itu langsung saja menuntun sang istri mengajaknya ke ruang rawat yang Nerin tempati
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1