
Ayu kembali bergabung dengan Ani dan Aldi , Namun Ani menyudahinya terlebih dahulu ia memutuskan pergi ke toilet .
" Nona , trimakasih atas makan siangnya. kalo begitu saya pamit Nona " kata Ani
Ayu menjawab dengan tersenyum , serta anggukan ringan " iya sama sama "
" Tuan saya permisi " kata Ani
Aldi mengangguk sebagai jawaban . Ia sedang melihat gerak gerik Ayu , seperti menahan kesal .
" Nona apa kau baik baik saja " kata Aldi yang mulai jengah melihat sikap Ayu
Ayu tersentak ucapan Aldi , Ia refleks melihat Aldi yang sudah bersender di sofa itu dengan dua tangan yang di lipat ke depan dada.
" em iya , aku baik baik saja " kata Ayu menahan malu serta terkejut melihat sorot mata Aldi
" saya kira ada kenapa-kenapa" kata Aldi menarik bibirnya ke atas . Ia tersenyum sinis , terlihat samar-samar
" kau bodoh Nona mau menipu saya " batin Aldi ia pun beranjak namun setelah itu . mengatakan berterima kasih
Adi sendiri ingin mengikuti permainan Ayu , ya mungkin ia akan berbuat berlebihan .
.
.
Erlangga menyentil kening Nerin pelan , Setelah masuk kedalam ruang kerjanya .
" Au " Nerin meringis akibat sentilan Suaminya
" makanya , kalau belum memastikan sendiri . Tidak usah berfikir yang aneh aneh . " kata Erlangga memajukan wajahnya , agar melihat rona malu istrinya .
__ADS_1
Membuat Nerin cemberut , ia manyun membelakangi suaminya . Rasanya begitu sangat kesel , saat ini . suaminya itu selalu menggodanya
Namun perasaannya Nerin saat ini bercampur malu , karena berfikir yang tidak tidak tenang Erlangga suaminya .
Erlangga memeluk istrinya dari belakang , ia mengusap punggung tangan istrinya . Dengan penuh kelembutan ,
Nerin seperti tersengat listrik . Tubuhnya tiba tiba menegang . Bau tubuh Suaminya itu membuatnya nyaman
" sekarang bagaimana sayang ? apa kamu sudah sepenuhnya percaya kepada ku dan tak akan lagi berfikir yang buruk tentang ku ?" bisik Erlangga
Nerin mengangguk kecil dan berbalik , membalas pelukan suaminya yang membuanya selalu tenang .
* aku berharap , kamu jodoh terakhir ku yang di kirimkan Allah SWT untuk ku . aku menyayangimu mas " batin Nerin , memejamkan matanya di dalam dada bidangnya suaminya
Erlangga sungguh merasa bahagia , Kini hati Istrinya itu sudah sepenuhnya untuk dirinya .
" trimakasih sayang , aku berjanji akan slalu membahagiakan mu " kata Erlangga mempererat pelukannya
Bunyi perut Erlangga membuat Nerin geli , Sepertinya suaminya itu sudah sangat kelaparan
Nerin tepuk jidat ia lupa membawa makanan yang ia bawa dari rumah , tertinggal di mobil .
" Mas .. " ucapan Nerin tertahan sebab ada ketukan pintu dari arah luar
tok tok tok
" masuk " sahut Erlangga dari dalam ruangannya
Aldi masuk kedalam ruangan Presdir setelah mendengar sahutan dari dalam
Ia mendorong pintu itu , dengan satu tangan kanannya . Sedangkan satu tangan kirinya ia memegang paper bag berisi makanan yang Nerin bawa dari mansion . Aldi mengayunkan kakinya menuju Erlangga dan Nerin .
__ADS_1
" permisi Tuan , Nona . Supir tadi menitipkan ini " kata Aldi di sisi sofa yang sedang di duduki oleh Erlangga
Aldi meletakkan Paper bag itu di atas meja
" apa itu ? "
Nerin mengenali paber beg itu , sama persis yang ia bawa dari mansion . Apa lagi yang di katakan Sekertaris Aldi dari supir . Jadi sudah pasti miliknya .
" oh ia Sekertaris , aku lupa tadi . untung saja pak supir . pengertian menitipkan kepada mu . terimakasih ya " Kata Nerin
" Iya Nona
Nerin menarik paper bag itu , mengeluarkan satu persatu Tupperware . Ia membawa lima Tapperwere , satu berisi nasi 3 berisi lauk dan satunya lagi berisi buahan . Tak lupa juga Nerin mengeluarkan sendok .
Nerin berdiri menuju wastafel, ia mencuci tangan terlebih dahulu
Gerak gerik Nerin tak lepas dari pandangan Erlangga . Sungguh pemandangan yang sangat sangat ia sukai dari istrinya. Jika seperti itu
Aldi pria itu sudah keluar setelah berpamitan tadi
Nerin kembali duduk di tempat semula ia mengambil Tapperwere yang berisi nasi
" mau makan sendiri apa aku suapin " tawar Nerin
" suapin dong sayang . Tapi bentar biar aku sambil kerja " kata Erlangga ia beranjak mengambil leptop , aiped dan juga beberapa dokumen .
" Sesibuk itu kah Suamiku " kata Nerin sontak membuat Erlangga menoleh , sungguh ucapan itu membuat ia terkejut tetep ada rasa bahagia di dalam hatinya.
Trimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
Bersambung
__ADS_1