
Walaupun dalam hati begitu kesal tetapi Erlangga hanya diam saja dan mengerutu di dalam hatinya . " Apa ingin bekerja lagi , apakah aku tidak mampu memenuhi kebutuhannya ," batin Erlangga . Namun , dirinya tidak bisa mengungkapkan. Takut istrinya akan kesal terhadap dirinya pada akhirnya ia pun bertanya " kenapa kamu ingin bekerja lagi yang ? " tanya Erlangga memastikan dan merendam amarahnya
Keduanya sedang duduk lesehan beralasan karpet di balkon , pemandangan yang cukup indah saat ini . Di temani beberapa cemilan dan teh hangat untuk Dirinya dan kopi untuk Erlangga suaminya .
Cuaca di siang hari masih belum bersahabat , masih terlihat jelas jika sang langit masih menumpahkan kristal beningnya satu persatu .
" aku butuh uang ," jawab Nerin apa adanya
" uang ? " Erlangga mengulang ucapan istrinya , dirinya mendadak bingung . kenapa istrinya membutuhkan uang .
Nerin mengangguk dan mengulang ucapannya lagi , " iya uang mas , apa lagi ." Nerin tersenyum melihat ekspresi suaminya yang menatap bingung serta sedikit kesal
" uang yang ku berikan ke kamu saja hanya kau pakai sedikit . Bahkan aku tidak membatasi semua pengeluaran mu . Kartu ATM yang ku berikan ke kamu saja tidak pernah kau gunakan . apa kamu sedang menghindari ku ? "
" berbeda hasil sendiri dengan di berikan oleh mu mas , tentunya aku tidak ingin hanya memangku tangan dan hanya menunggu mu memberikannya , lalu menghabiskan uang mu saja . Aku cukup tau diri ..." ucapan Nerin terpotong akan tingkah laku suaminya yang melanjutkan ucapannya
" kamu masih kecewa dengan ku ? " kata Erlangga
" tidak , aku pantas mendapatkannya Mas . Kejadian itu lah menyadarkan diri ku untuk tidak tergantung dengan orang lain , termasuk Suamiku sendiri " Seulas senyum terbit di bibir Nerin namun , senyum itu tidak menandakan ketulusan Alias palsu . Nerin membenarkan posisi duduknya menyenderkan tubuhnya di tembok . Ia menarik nafasnya sejenak dan meneruskan ucapannya kembali .
__ADS_1
" Aku terlalu terlena akan ucapan ucapan mu . Jika suatu saat nanti aku membuat kesalahan kembali . Sudah pasti akan kamu buang begitu saja , tentu jasa Aku tidak mempunyai tabungan yang cukup untuk ku bawa . Bagaimana bisa aku harus menghidupi diri ku sendiri nantinya . " Nerin berhenti berucap menghadap kembali wajah suaminya .
Erlangga diam seribu bahasa , tak mengucapkan satu patahvpun dari bibirnya . Ia akan menunggu istrinya akan mencurahkan semua unek uneknya .
" ternyata kamu masing memikirkan tentang itu , maafkan aku yang sudah keterlaluan sayang ," batin Erlangga . Tegorokanya tercekat mendengar perkataan istrinya , atas ucapan yang di lontarkan waktu itu .
Nerin mengulurkan tangannya meraih wajah suaminya , dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang ,
Erlangga membiarkan istrinya menyentuh wajahnya. Elusan tangan istrinya .
" Suamiku aku sangat sangat mencintaimu " Air mata Nerin turun dengan sangat deras . Tubuhnya terasa bergetar.
Erlangga mengeser tubuhnya dan merengguh tubuh istrinya masuk kedalam dada bidangnya .
Nerin meneruskan ucapannya ," kamu taukan aku tidak punya siapa pun di dunia ini . Hanya kamu dan Rian . Tetapi dia berbaring sakit . Bolehkah aku menyerah ,,, " kata Nerin terputus
Sebab ucapan itu terpotong , Erlangga mengkat wajah Istrinya dengan perlahan . Manik matanya menatap istrinya dengan penuh cinta , kemudian ia membungkam ucapan istrinya dengan bibirnya .
Beberapa saat kemudian Nerin terlena atas tindakan suaminya . Erlangga menyudahi dan berucap
__ADS_1
" Setidaknya aku sudah mengetahui . Apa yang sedang mengganjal di hatimu , selebihnya aku akan memperbaikinya . Aku lebih mencintai mu ." Erlangga mencium kening istrinya dan tersenyum " jangan berfikir yang tidak tidak . Aku tidak suka ." Erlangga beranjak menuntun istrinya masuk ke dalam kamar .
" eh mas , itu aku mau beresin dulu ," Kata Nerin mengingat beberapa cemilan dan gelas yang masih di tempat itu .
" aku bantu setelah ini . kita siap siap ke rumah sakit , mengantar Rian . Setelah itu kita ke kantor . " kata Erlangga memberitahukan .
" oh iya mas , aku hampir lupa . Tapi mas pasti kamu mengeluarkan banyak biaya untuk Rian . Aku tidak merasa enak hati . tolonglah biarkan aku bekerja ."
" emm , boleh saja tetapi di sini ." kata Erlangga menujuk ranjang . Erlangga tersenyum tanpa dosa
Nerin bergedik ketika Suaminya menujuk ranjang . Ia tau apa yang sedang di dalam otak suaminya itu .
" huh dasar mesum ," Kata Nerin berlalu masuk ke dalam kamar mandi membasuh mukanya .
" Mesum mesum gini suami mu loh sayang ." Erlangga memeluk tubuh istrinya dari belakang . mencium tenguk Istrinya beberapa kali tangannya mulai berkaliaran .
Membuat Nerin geli " ah ," desah Nerin sukses membuat Erlangga menggila .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
...Bersambung ...