Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 47


__ADS_3

Nerin mendengar ucapan Bima pun mengulum senyum manis


" apa setiap pagi pasti banyak sarapan seperti ini paman ?? tanya Nerin serius


" tidak ini karena ada Nona dan juga adik anda , maka dari itu tuan menyuruh kami menyediakan berbagai hidangan " jawab Bima jujur


* Ternyata kamu sudah menyiapkan segalanya Ar , rasanya sungguh aku malu . menumpang hidup dengan mu " batin Nerin


Nerin merasa tak enak hati , merasa dirinya itu merepotkan Erlangga . apa lagi baru kenal , tapi sudah banyak membantu . ya walaupun Erlangga itu bukan lah orang lain melainkan suami sendiri , tetapi tetap saja rasanya tak enak hati .


" emm, kalo gitu aku kembali keatas , ya paman " pamit Nerin


Di angguki Bima sebagai jawaban serta jawab iya


Disaat bersamaan sekertaris Deni pun datang degan tiba tiba


" selamat pagi Nona " sapa Deni sedikit menundukkan tubuhnya sebagai tanda hormat


" pagi , ini terlalu pagi Sekertaris . kenapa kamu sudah rapi " tanya Nerin heran ya maklum karena dia tak mengerti .


Pertanyaan Nerin membuat Deni harus memutar otaknya agar jawabannya nanti tak salah tangkap oleh Nonanya


" ah iya Nona , kebetulan pagi ini ada jadwal Miting pagi . Tuan hari ini ada bayank agenda yang harus di urus , Nona . Itu sebabnya saya datang sepagi ini " jawab Deni lugas


* kasian sekali kamu Ar . Segitu banyak pekerjaan mu " batin Nerin

__ADS_1


" emm " Nerin mengangguk kecil " ya sudah aku panggil Ar dulu ya " pamit Nerin


" iya Nona "


Baru beberapa langkah Erlangga nampak keluar dari lift dan terlihat sudah rapi degan setelan jas berwarna Hitam dan kemeja Putih yang membuat semakin tampan


* Dia terlihat sangat menawan jika berpakaian seperti itu " batin Nerin kagum sesaat Nerin terperangah begitu takjub melihat sosok yang begitu sempurna di hadapannya


Erlangga tersenyum kecil , saat melihat istrinya itu menatap Dirinya . Dengan tatapan kagum


Erlangga mengetuk kening Nerin pelan , agar istrinya itu tersadar


" au ,, sakit tau " ketus Nerin sembari meluas keningnya serasa sakit


" aku tau aku sangat tampan sayang " bisik Erlangga di telinga Nerin degan menyunggingkan senyum menggoda


* oh Tuhan ,,, malunya aku " batin Nerin meraung


" Aku berangkat dulu ya sayang " pamit Erlangga mencium kening istrinya cukup lama


" loh Ar , sarapan dulu dong Ini terlalu pagi . sekalian sekertaris Deni juga " ujar Nerin


" gak sempet Yang ini terlalu meped " jawaban Erlangga membuat Nerin sebel


" tadi aja kamu merengek gak mau bangun , giliran sarapan aja alasan begitu " omel Nerin membuat Erlangga mengaruk tengkuknya yang tak gatal

__ADS_1


Jelas saja Erlangga bingung mau bilang apa , emang bener yang di katakan istri nya itu


" Cepat sarapan dulu " Nerin menarik legan Erlangga menuntunnya untuk duduk di kursi yang biasa Pria itu duduki


" sekertaris Deni juga " Nerin berucap lagi mengajak Deni bergabung sarapan


" saya , nanti aja Nona " tolak Deni halus


" sekarang saja Deni " kali ini Nerin lebih tegas dari yang tadi


" eh " Deni belum menlajukan ucapannya Erlangga sudah memotongnya


" cepat Deni " kali Ini Erlangga yang menyela ucapan Deni


Akhirnya Deni pun menurut , beberapa saat kemudian sarapan pagi pun selesai .


Kini Erlangga sudah berada di depan mobil dan Nerin pun mengantarkan sampai disana juga


" Ar , aku belum di pecat kan ?? tanya Nerin


Membuat Erlangga kesel , dia harus mengulur berapa banyak waktu lagi untuk bisa bicara dengan istri nya itu


Erlangga memejamkan ke dua bola matanya itu sejenak , sembari menghela nafasnya . ager ia bisa memendam emosi


" kamu sungguh ingin bekerja lagi sayang , oke kalo begitu Nanti suruh Bima untuk menyiapkan sopir mengantar mu ke perusahaan . oke " Erlangga mencoba untuk tenang walau pun dia merasa tak rela .

__ADS_1


akhirnya Pria itu harus merelakan istri bekerja . lagi pula kerja di perusahaan miliknya juga. jadi jika terjadi sesuatu pasti akan mengetahuinya .


" Terimakasih Ar " Nerin tersenyum cerah saat Erlangga mengisikan dirinya untuk bekerja lagi . Walaupun terdengar ragu


__ADS_2