
Nerin mendengar ucapan Bima pun mengulum senyum manis
" apa setiap pagi pasti banyak sarapan seperti ini paman ?? tanya Nerin serius
" tidak ini karena ada Nona dan juga adik anda , maka dari itu tuan menyuruh kami menyediakan berbagai hidangan " jawab Bima jujur
* Ternyata kamu sudah menyiapkan segalanya Ar , rasanya sungguh aku malu . menumpang hidup dengan mu " batin Nerin
Nerin merasa tak enak hati , merasa dirinya itu merepotkan Erlangga . apa lagi baru kenal , tapi sudah banyak membantu . ya walaupun Erlangga itu bukan lah orang lain melainkan suami sendiri , tetapi tetap saja rasanya tak enak hati .
" emm, kalo gitu aku kembali keatas , ya paman " pamit Nerin
Di angguki Bima sebagai jawaban serta jawab iya
Disaat bersamaan sekertaris Deni pun datang degan tiba tiba
" selamat pagi Nona " sapa Deni sedikit menundukkan tubuhnya sebagai tanda hormat
" pagi , ini terlalu pagi Sekertaris . kenapa kamu sudah rapi " tanya Nerin heran ya maklum karena dia tak mengerti .
Pertanyaan Nerin membuat Deni harus memutar otaknya agar jawabannya nanti tak salah tangkap oleh Nonanya
" ah iya Nona , kebetulan pagi ini ada jadwal Miting pagi . Tuan hari ini ada bayank agenda yang harus di urus , Nona . Itu sebabnya saya datang sepagi ini " jawab Deni lugas
* kasian sekali kamu Ar . Segitu banyak pekerjaan mu " batin Nerin
__ADS_1
" emm " Nerin mengangguk kecil " ya sudah aku panggil Ar dulu ya " pamit Nerin
" iya Nona "
Baru beberapa langkah Erlangga nampak keluar dari lift dan terlihat sudah rapi degan setelan jas berwarna Hitam dan kemeja Putih yang membuat semakin tampan
* Dia terlihat sangat menawan jika berpakaian seperti itu " batin Nerin kagum sesaat Nerin terperangah begitu takjub melihat sosok yang begitu sempurna di hadapannya
Erlangga tersenyum kecil , saat melihat istrinya itu menatap Dirinya . Dengan tatapan kagum
Erlangga mengetuk kening Nerin pelan , agar istrinya itu tersadar
" au ,, sakit tau " ketus Nerin sembari meluas keningnya serasa sakit
" aku tau aku sangat tampan sayang " bisik Erlangga di telinga Nerin degan menyunggingkan senyum menggoda
* oh Tuhan ,,, malunya aku " batin Nerin meraung
" Aku berangkat dulu ya sayang " pamit Erlangga mencium kening istrinya cukup lama
" loh Ar , sarapan dulu dong Ini terlalu pagi . sekalian sekertaris Deni juga " ujar Nerin
" gak sempet Yang ini terlalu meped " jawaban Erlangga membuat Nerin sebel
" tadi aja kamu merengek gak mau bangun , giliran sarapan aja alasan begitu " omel Nerin membuat Erlangga mengaruk tengkuknya yang tak gatal
__ADS_1
Jelas saja Erlangga bingung mau bilang apa , emang bener yang di katakan istri nya itu
" Cepat sarapan dulu " Nerin menarik legan Erlangga menuntunnya untuk duduk di kursi yang biasa Pria itu duduki
" sekertaris Deni juga " Nerin berucap lagi mengajak Deni bergabung sarapan
" saya , nanti aja Nona " tolak Deni halus
" sekarang saja Deni " kali ini Nerin lebih tegas dari yang tadi
" eh " Deni belum menlajukan ucapannya Erlangga sudah memotongnya
" cepat Deni " kali Ini Erlangga yang menyela ucapan Deni
Akhirnya Deni pun menurut , beberapa saat kemudian sarapan pagi pun selesai .
Kini Erlangga sudah berada di depan mobil dan Nerin pun mengantarkan sampai disana juga
" Ar , aku belum di pecat kan ?? tanya Nerin
Membuat Erlangga kesel , dia harus mengulur berapa banyak waktu lagi untuk bisa bicara dengan istri nya itu
Erlangga memejamkan ke dua bola matanya itu sejenak , sembari menghela nafasnya . ager ia bisa memendam emosi
" kamu sungguh ingin bekerja lagi sayang , oke kalo begitu Nanti suruh Bima untuk menyiapkan sopir mengantar mu ke perusahaan . oke " Erlangga mencoba untuk tenang walau pun dia merasa tak rela .
__ADS_1
akhirnya Pria itu harus merelakan istri bekerja . lagi pula kerja di perusahaan miliknya juga. jadi jika terjadi sesuatu pasti akan mengetahuinya .
" Terimakasih Ar " Nerin tersenyum cerah saat Erlangga mengisikan dirinya untuk bekerja lagi . Walaupun terdengar ragu