
Percakapan pun berhenti ketika Nerin datang membawa segelas air putih
" Ar ini air minum mu , oh y makanan siap ya juga sudah siap . ayo kita makan dulu . sekalian sekertaris juga ayo kita makan bersama "
Dan di anggugi oleh Erlangga " ayo Den , sudah lama kita tak makan bersama " kata Erlangga beranjak dari kursi sofa itu dan berlalu menuju ruang makan
Nerin mengikuti langkah suaminya yang menuju ruang makan
Nerin mulai mengisi piring milik suaminya dan juga milik dirinya , setelah itu Deni mengisi piring sendri ( sungguh kasian ðŸ¤)
Mereka pun makan dengan tenang , tak ada obrolan satu kata pun
Setelah mengisi perut , Erlangga minum obat yang di berikan Nerin sang istri setelah itu ia kembali bekerja
Sementara Nerin dia menuju taman belakang bersama degan Lala dan juga Ana
" An bagaimana kondisi mba Asti " tanya Nerin ketika dia sedang menam bibit cabe
" kasian dia Nona , hidup sudah pas Pasan , di selingkuhin suguh tradis " kata Ana mengembuskan nafas kasar mengingat kondisi wanita hamil tadi pagi
__ADS_1
" aku takut akan terjadi dengan kondisi bayinya Nona " lanjut kata Ana
Nerin hanya mengangguk mendengar penjelasan Ana , kemudian Nerin juga bertanya dengan Lala bagaimana Kondisi bocah yang di tolong kemarin
" lalu bagaimana degan bocah itu La " tanya Nerin menengok arah Lala yang ikut mendengarkan obrolan Ana ke Nerin
" sungguh memprihatinkan Nona , aku kasian "
" hufff , aku heran kenapa banyak sekali orang kesusahan . apa di sekelilingnya itu benar benar tidak ada orang baik " Nerin di buat kesel sendiri
" entah lah Nona , aku juga heran " jawab Ana dan Lala bersamaan
Dan itu membuat Nerin tertawa renyah
Dia berdiri degan satu tangannya yang di masukkan ke dalam saku celananya
Erlangga mengembangkan senyum , saat melihat tawa istrinya itu
" Tuan apa kah ada sesuatu yang tidak tuan inginkan " tanya Deni karena tak mendapatkan respon dari Tuannya
__ADS_1
" tidak , kerjamu bagus . lanjutkan saja " kata Erlangga tanpa mengalihkan pandangannya
Dia masih betah melihat sang istri yang sedang sibuk menanam bibit cabe bersama kedua pelayanan yang selalu menemani
" oh ya tuan , apa besok Tuan akan berangkat ke perusahaan " tanya Deni di sela sela merapikan berkas yang sudah selesai ia cek serta , tanda tangan Tuanya
" iya " kata Erlangga singkat dan padat
" kalau begitu saya , kembali lagi ke perusahaan Tuan ada pertemuan Klian Sore nanti . dan ya tuan besok ada pertemuan Klian dia ingin tuan yang menanganinya , dia tidak mau jika bukun Tuan yang menemuinya " kata Deni di anggugi oleh Erlangga
" baiklah , kau atur saja pertemuan itu . tapi jangan saat makan siang . aku ingin menghabiskan waktu makan siang ku bersama istri ku . itu peraturan baru . kau mengerti Deni " kata Erlangga berbalik arah menghap ke Deni yang sudah berdiri menenteng tas
" baik tuan say mengerti , kalo begitu saya permisi " pamit Deni dan di anggugi oleh Erlangga
Setelah Deni keluar dari ruang kerjanya pun Erlangga berbalik arah , dia memandang sang istri kembali yang masih bercanda dengan Pelayan
" Terimakasih tuhan kau telah , mempertemukan aku dengan dia " Erlangga merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan Nerin
Sebenarnya saat Nerin mencium keningnya pun ia merasakan , namun ia hanya diam . menikmatinya , hingga ia benar benar terlelap ( huh dasar Erlangga )
__ADS_1
Bersambung
Trimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya