Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 60


__ADS_3

" baiklah "


alhasil Erlangga menyutujui ucapan sang istri , namun dalam otaknya sedang memikirkan sesuatu


" terima kasih mas , y sudah sana keluar . Para tamu undangan sudah menunggu mu " ucap Nerin


Setelah sang suami menyutujui ucapan dirinya gadis itu sedikit merapikan pakaian suaminya dan tersenyum manis


" iya iya , aku keluar dulu "


Sebelum Erlangga keluar pria itu mencium kening Nerin singkat


Nerin jelas saja kaget , tapi gadis itu hanya menyikapi biasa saja mung gadis itu belum terbiasa


" iya mas "


Erlangga keluar , ternyata sekertaris Deni sudah menunggu sedari 15 menit yang lalu


" Den , perketat keamanan . mungkin ada bahaya yang akan datang "


" baik Tuan " jawab Deni pria langsung saja memerintah Beberapa bodyguard bayangan Deni juga sudah menduganya


" Bagus , dimana Deddy Den . apa dia sudah di tempat acara " ?


" beliau masih di kamar dengan asisten Azam "


" kita kesana dulu jemput Deddy "


" iya Tuan , Tuan apa kau melihatnya " Deni sesaat melihat seseorang yang memperhatikan dirinya juga Erlangga sang Tuan muda


" ya aku melihatnya , pantas saja istri ku bersih kukuh tak ingin berdampingan dengan ku "


" Nona mengatakan itu Tuan , apakah Nona mengetahui sesuatu "

__ADS_1


" Iya dia mengetahuinya "


Belum sempat Erlangga dan Deni membuka pintu Kamar , kamar tersebut terbuka lebar degan menampakkan dua sosok Tuan Lawrence yaitu Tuan besar serta Azam sang asisten keluar dari kamar itu


" Deddy apa kau sudah minum obat ?


" iya, dimana istri mu ? Tuan Besar bingung kenapa sang putra tak bersama istrinya apa sedang terjadi apa keduanya sedang bertengkar pikirnya


Belum sempat Erlangga menjawab pertanyaan sang Deddy


Nerin datang dan membuat Erlangga menelan kata katanya kembali


gadis itu sedang berjalan dengan tenang serta senyum manis yang biasa ia tampilkan


namun di mata Tuan Besar berfikir yang tidak tidak tentang putra dan menantunya


dalam otaknya pria tua itu membenarkan apa yang ada di dalam pikirkannya .


Apa lagi pakaian yang sedang Nerin pakai itu pakaian pelayan


Erlangga sendiri memang sengaja mengatakan itu agar tak ada orang yang mendengarnya


Namun Tuan Besar tak mempercayai ucapan sang putra , pria tua itu langsung bertanya dengan Nerin


" nak kenapa kamu memakai pakaian seperti ini ?"


Nerin hanya tersenyum manis lalu gadis itu berjongkok sebelum menjawab pertanyaan sang Deddy mertua


Nerin tentu saja paham pertanyaan yang di lontarkan oleh sang Ayah mertua gadis itu berkata


" DED maafkan aku bukan aku tidak mau , namun aku harus melakukan ini " ucap Nerin


Tuan besar masih tak mengerti namun kedipan mata , Nerin membuat pria tua itu sedikit memahaminya

__ADS_1


" Tuan mari saya antar ke aula , acara sudah mulai "


.


.


.


" selamat ulang taun Tuan Muda Erlang , panjang umur , semakin sukses semoga apa yang dingin segera di semogakan " salah satu golega yang sudah bekerja sama selama bersama Tuan besar Lawrence


" terima kasih Tuan Malik , atas doanya , amin amin " jawab Erlangga tersenyum ramah


Tak semua orang yang di temui bisa melihat senyum Tulus dari Tuan Muda Erlangga


Banyak para kolega yang ingin menghancur bisnisnya namun dengan mudah pria itu bisa mengetahuinya


" kalo begitu saya Tinggal dulu Tuan Malik , saya permisi "


kini acar yang sudah di tunggu tunggu pun segera di buka


Erlangga sudah berdiri di depan kueh ulang tahun


Berdampingan dengan beberapa anak buahnya serta Tuan bersar tentunya


Nerin gadis itu tak ikut hadir disana


Yang membuat Erlangga sedikit kesal , namun sebisa mungkin pria itu menahannya


* awas aja kamu sayang " bantin Erlangga kesal


song ( lagu ) yang di ucapkan oleh semua orang serta tepukan tangan yang meriah membuat Pria itu sedikit menghilangkan rasa kesal dari dalam dirinya


Dari ujung kursi , melihat Tuan muda sedikit menyungingkan senyum srimik

__ADS_1


" Sangat sangat tampan , akan ku buat kau menjadi milikku "


Tiba tiba lampu padam


__ADS_2