Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
108


__ADS_3

" bukan itu maksudku . Sayang . Dengarkan aku . Aku cukup memberikan dia uang . "


Tetap saja Nerin mengeleng , " sudah cukup . " dalam hati .


Erlangga menarik paksa istrinya masuk ke dada bidangnya .


" Sudah jangan pikirkan lagi ."


Setelah berkata Erlangga melepaskan istrinya tak lupa meninggalkan jejak sayang di dahi istrinya .


Nerin mengangguk tapi otak kecilnya tidak bisa berfikir dengan baik . Bimbang tentu saja ia merasa bimbang .


" Apa yang harus aku lakukan . " Nerin membatin .


Erlangga meninggalkan sang istri yang masih kalut , tidak bisa berfikir dengan baik .


Malam pun tiba


Nerin wanita itu mondar mandir di dalam kamar mandi .


Setelah apa yang di temukan tadi usai mengambil air minum . Tak sengaja sebuah amplop berwarna putih . Dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bisa mengambilnya .


Setelah mengambil buru buru melihat lalu , menutupnya kembali .


Apa harus memilih pergi ? seperti apa yang di lakukan dulu atau memilih bertahan . Tetapi bukti itu cukup kuat .


Kenapa dirinya yang menjadi yang kedua atau bahkan ....

__ADS_1


A...... " Nerin mengerang . Berterik keras . Ingin sekali dia bertriak bebas meluapakan rasa masih bergemuruh di benaknya . Meluapkan rasa yang begitu tidak biasa ia utaran kepada siapa pun , Jika saja ini dirinya sedang berada di dataran tinggi yang cukup luas . Mungkin sudah berteriak dengan keras , bebas pula .


" Aku tidak sanggup . Baiklah . Tekadku sudah bulat . Lagi pula rian bisa menjaga dirinya dengan baik . " Batin Nerin .


Membuka Pintu kamar mandi .


...***************...


Tubuh pria itu terlihat sangat lelah , pekerjaanya sangat menumpuk . Dan mau tidak mau dia harus merampungkan malam ini juga .


Pukul 00.00 pertengahan malam , Dia baru saja merampungkan semua pekerjaan itu .


" Tumben sekali tidak datang . " Batin Erlangga tersenyum tipis .


Meminggat senyum cerah sang istri , sangat berbeda dari sebelum . Dia tidak berfikir yang tidak tidak .


Hanya lampu Tidur sebelah kanan saja yang masih menyala , sedangkan lampu di sebelah kiri sudah padam .


Itu menandakan seseorang yang tidur di sana sudah terlelap .


Tidak ingin menganggu , pria itu langsung berbaring di sebelahnya .


Hanya saja terlihat sangat aneh , menurutnya . Kenapa menggunakan selimut hingga menutupi wajahnya hingga ujung rambut pun tidak terlihat .


Walau pun sedikit remang remang namun ujung rambut sang istri pasti sedikit keluar . Tetapi ini tidak


Erlangga tidak berfikir yang tidak tidak dia mengabaikan semua perasaannya yang sedikit gamang .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Matahari pagi menyapa seluruh penjuru bumi .


Erlangga baru sampai di mansion setelah pulang solat subuh . Sekaligus jalan kaki bersama para bodyguard


Satu minggu sekali pria itu akan keluar dengan rombongan anak buahnya . Mengelilingi tempat dirinya tinggal


Para tetangga pun ikut olah raga pagi dari anak kecil hingga orang yang sudah berumur . Hanya ingin menyapa , pria itu . Walau pun pria itu di rumorkan sebagai pria dingin .


Tetapi para tetangga tidak menghindarinya .


" Huff." Erlangga membuang nafas lelah . setelah pintu tertutup Dia menghampiri selimut yang masih tertutup seperti saat dirinya pergi .


Membangunkan sang istri yang masih tertidur pulas di sana .


Dengan sangat pelan dan hati hati pria itu mulai membuka selimut .


Mimik wajah pria itu berubah , ketika melihat secarik kertas dan juga Amplop Hasil Tes DNA .


Dia tau betul , ada seseorang yang sengaja membuat itu . Dan ia yakin sang istri sudah pergi tanpa pamit .


...****************...



Jika penasaran dengan kelanjutan cerita ini . silahkan kunjungi profil Author

__ADS_1


Trima kasih untuk semua yang telah mampir . 🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰


__ADS_2