
" bukan itu maksudku . Sayang . Dengarkan aku . Aku cukup memberikan dia uang . "
Tetap saja Nerin mengeleng , " sudah cukup . " dalam hati .
Erlangga menarik paksa istrinya masuk ke dada bidangnya .
" Sudah jangan pikirkan lagi ."
Setelah berkata Erlangga melepaskan istrinya tak lupa meninggalkan jejak sayang di dahi istrinya .
Nerin mengangguk tapi otak kecilnya tidak bisa berfikir dengan baik . Bimbang tentu saja ia merasa bimbang .
" Apa yang harus aku lakukan . " Nerin membatin .
Erlangga meninggalkan sang istri yang masih kalut , tidak bisa berfikir dengan baik .
Malam pun tiba
Nerin wanita itu mondar mandir di dalam kamar mandi .
Setelah apa yang di temukan tadi usai mengambil air minum . Tak sengaja sebuah amplop berwarna putih . Dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bisa mengambilnya .
Setelah mengambil buru buru melihat lalu , menutupnya kembali .
Apa harus memilih pergi ? seperti apa yang di lakukan dulu atau memilih bertahan . Tetapi bukti itu cukup kuat .
Kenapa dirinya yang menjadi yang kedua atau bahkan ....
__ADS_1
A...... " Nerin mengerang . Berterik keras . Ingin sekali dia bertriak bebas meluapakan rasa masih bergemuruh di benaknya . Meluapkan rasa yang begitu tidak biasa ia utaran kepada siapa pun , Jika saja ini dirinya sedang berada di dataran tinggi yang cukup luas . Mungkin sudah berteriak dengan keras , bebas pula .
" Aku tidak sanggup . Baiklah . Tekadku sudah bulat . Lagi pula rian bisa menjaga dirinya dengan baik . " Batin Nerin .
Membuka Pintu kamar mandi .
...***************...
Tubuh pria itu terlihat sangat lelah , pekerjaanya sangat menumpuk . Dan mau tidak mau dia harus merampungkan malam ini juga .
Pukul 00.00 pertengahan malam , Dia baru saja merampungkan semua pekerjaan itu .
" Tumben sekali tidak datang . " Batin Erlangga tersenyum tipis .
Meminggat senyum cerah sang istri , sangat berbeda dari sebelum . Dia tidak berfikir yang tidak tidak .
Hanya lampu Tidur sebelah kanan saja yang masih menyala , sedangkan lampu di sebelah kiri sudah padam .
Itu menandakan seseorang yang tidur di sana sudah terlelap .
Tidak ingin menganggu , pria itu langsung berbaring di sebelahnya .
Hanya saja terlihat sangat aneh , menurutnya . Kenapa menggunakan selimut hingga menutupi wajahnya hingga ujung rambut pun tidak terlihat .
Walau pun sedikit remang remang namun ujung rambut sang istri pasti sedikit keluar . Tetapi ini tidak
Erlangga tidak berfikir yang tidak tidak dia mengabaikan semua perasaannya yang sedikit gamang .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari pagi menyapa seluruh penjuru bumi .
Erlangga baru sampai di mansion setelah pulang solat subuh . Sekaligus jalan kaki bersama para bodyguard
Satu minggu sekali pria itu akan keluar dengan rombongan anak buahnya . Mengelilingi tempat dirinya tinggal
Para tetangga pun ikut olah raga pagi dari anak kecil hingga orang yang sudah berumur . Hanya ingin menyapa , pria itu . Walau pun pria itu di rumorkan sebagai pria dingin .
Tetapi para tetangga tidak menghindarinya .
" Huff." Erlangga membuang nafas lelah . setelah pintu tertutup Dia menghampiri selimut yang masih tertutup seperti saat dirinya pergi .
Membangunkan sang istri yang masih tertidur pulas di sana .
Dengan sangat pelan dan hati hati pria itu mulai membuka selimut .
Mimik wajah pria itu berubah , ketika melihat secarik kertas dan juga Amplop Hasil Tes DNA .
Dia tau betul , ada seseorang yang sengaja membuat itu . Dan ia yakin sang istri sudah pergi tanpa pamit .
...****************...
Jika penasaran dengan kelanjutan cerita ini . silahkan kunjungi profil Author
__ADS_1
Trima kasih untuk semua yang telah mampir . 🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰