
Dering telepon yang terdengar sangat nyaring , membuat pria yang masih menggulung tubuhnya di dalam slimut tebal itu . terpaksa bangun , dengan mata yang masih terpejam .
Tangannya terus mencari ponselnya yang ia taruh tadi malam , setelah ia mendapatkan ponselnya itu ia bangkit membenarkan tubuhnya menjadi duduk
kedua bola matanya membelalak , beberapa kali panggilan tak terjawab dari bosnya itu
Rupanya Deni bangun sedikit kesiangan , ya walaupun masih pukul setengah enam pagi . Namun jadwal agenda hari ini cukup lumayan panjang terlebih lagi pertemuan , mengecek Prabik serta masalah yang belum rampung karena sang Tuan muda yang sakit
Hari ini , Tuan muda sudah mengatakan jika ia harus datang pagi pagi sekali
" astaghfirullah pasti tuan sudah menunggu " Deni berucap dengan di kaki yang di ayunkan menuju kamar mandi , ia akan mandi sebentar agar tubuhnya segar , tak lupa ia mengambil air wudhu
Hanya menghabiskan waktu 10 menit , pria itu keluar dari kamar mandi .menuju wlek in closed . untuk menganti pakean namun sebelum itu ia menunaikan ibadah 2 rakat terlebih dahulu dan sebelum akhirnya ia menganti pakeanya kembali degan berpakaian formal
Deni tak sempat membuat sarapan terlebih dahulu ia langsung saja menyambar tas kerja , ponsel dan juga kunci mobil miliknya
__ADS_1
keluar dari apartemen miliknya dengan tergesa gesa , sapaan dari sapam pun hanya melambaikan tangan saja sebagai jawaban
Deni mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi , Agar cepat sampai di Mansion Erlangga Tuan mudanya
Sesampainya di mansion , Dani langsung berlari menuju Ruang utama dan berpapasan dengan Bima , yang sudah stay di sana untuk menyambut Deni
" Assalamualaikum , pagi paman " kata Deni setelah mendapati Bima yang tersenyum menyambut dirinya
" waaikumsalam ,Pagi Den " Kata Bima yang mengulum senyum di wajah tuanya ia berkata " sarapan dulu Den , Tuan yang mengatakan tadi " kata Bima yang mendapatkan jawaban dari Deni " iya , paman . Terima kasih "
Bima menghidangkan roti tawar yang sudah di olesi slai coklat tentunya kesukaan Deni , namun dia tak mau di pangang dan segelas susu
Setelah beberapa menit ia pun keluar menuju Wlek in closed mencari pakaian formal
sedangkan Nerin sang istri sudah tak berdaya mengimbangi hasrat sang suami yang begitu besar , hingga akhirnya ia pun terlelap kembali
__ADS_1
Erlangga tersenyum melihat tingkah laku sang istri yang masuk ke dalam selimut tebalnya itu . seperti kucing kecil , yang kedinginan
" aku pergi dulu sayang , maaf membuat mu kelelahan" bisik Erlangga di telinga Nerin , Nerin tak mengeluarkan suaranya hanya anggukan ringan serta mengulurkannya tangannya mengelus wajah Erlangga itu dengan sayang
Setelah mengecup singkat kedua pipi serta kening sang istri ia pun keluar dari kamarnya
Wajah Erlangga saat ini terlihat sangat ceria , auranya sangat sangat baik , tak seperti sebelum belumnya
Siapa pun yang melihatnya pasti akan bertanya kenapa ? apa yang terjadi ? apakah ini mimpi . itu pasti
Namun tak ada satu orang pun yang akan berani bertanya
" Deni kau ambil berkas yang sudah aku tandatangani , di tumpukan sebelah kiri yang sebelah kanan itu belum aku tandatangani . minta tolong Hasan saja untuk membantu mu " printah Erlangga setelah ia duduk di kursi ruang makan ,
Sarapan pagi yang di sukai oleh Erlangga ia lah Roti bakar yang di olesi keju serta slai coklat dan tentunya satu gelas susu
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
Bersambung