
Nerin keluar lebih dulu , meninggalkan Erlangga gadis itu lari tergesa gesa tanpa mengatakan apa pun
Erlangga melihat tingkah laku sang istri heran tapi juga menyungingkan senyum kecilnya
"Don't run baby, you'll fall( jangan lari sayang , nanti kamu jatuh )" tegur Erlangga dengan suara meninggi
Nerin yang mendengar teguran suaminya dia tak menggubris , hingga ia masuk ke kamar mandi
Para pelayan dan bodyguard yang berada di sana tersenyum kecil , terutama pelayan wanita merasa iri
" selamat datang kembali Tuan " ucap para pelayan dan bodyguard serentak serta membukukan setengah badannya
Erlangga hanya mengangguk sebagai jawaban , dia duduk di salah satu sofa di ruang tamu sejenak ia memejamkan matanya
" Tuan minum lah " Bima menyerahkan satu gelas air putih
Erlangga membuka kembali kedua bola matanya dia menerima air putih itu dan menegakkannya sampai tandas
" siapkan hidangan sekarang juga paman , aku lapar " Pinta Erlangga dia memejamkan kembali kedua bola matanya
" baik tuan " kata Bima
Bima pun langsung saja menuju dapur dia meninggalkan Erlangga yang masih betah memejamkan matanya
Nerin keluar dari kamar mandi " huff , akhirnya " Nerin merasa lega setelah mengeluarkan air kecil
Pandangan menyelisik isi ruangan berharap melihat suaminya , masih di ruang utama
__ADS_1
Nerin tersenyum melihat orang yang di cari , masih disana duduk dengan tenang bersender di sofa sembari memejamkan matanya
* pasti sangat capai dia " tebak Nerin dalam hati
Nerin perlahan melangkah kan kakinya menuju sang suami
Di tepuknya bahu suaminya dengan lembut dengan berkata
" kamu sangat lelah ya " tanya Nerin duduk di sebelah Erlangga
Erlangga membuka bola matanya dia memutar kepalanya menghadap ke Nerin sang istri
" Em " Erlangga menjatuhkan kepalanya di atas paha sang istri , Nerin mengelus rambut sang suami dengan lembut Serta pijitan kecil
Erlangga menikmati sentuhan lembut dari jari jari sang istri pria itu mencari kenyamanan hingga ia menyelusup perut Nerin
Nerin di buat geli , karena wajah suaminya menyelusup ke perutnya
Padahal di ruangan itu masih ada pelayan juga bodyguard yang masih setia berdiri disana
" huff " Erlangga menghembuskan nafas kasar sebelum ia berucap" kalian keluar lah " printah Erlangga tegas
" baik tuan " jawabnya serentak semua pun bubar meninggalkan Erlangga dan Nerin
" Ar , aku lapar . kau mau aku masuk apa ? tanya Nerin lembut
" paman sedang menyiapkan hidangan untuk kita , tunggu saja dulu . kau temani aku saja di sini . Deni akan kemari " kata Erlangga dia masih betah merebahkan kepalanya di atas paha Nerin rasanya begitu nyaman
__ADS_1
" ah baiklah " Nerin masih membiarkan Suaminya tidur di pahanya
" Tas ku dimana Ar " tanya Nerin , ia lupa akan tas kecil yang selalu di bawa
" mungkin di mobil "
" kenapa kau tidak bawa tas ku , huh menyebalkan "
" kau suruh saja pelayan untuk mengambilnya , kenapa harus repot sih "
" Hem "
" sus tolong ambilkan Tas ku di mobil " printah Nerin ke Susi saat wanita itu sedang mengepel lantai
" baik Nona " Jawab Susi ramah , wanita berusia 35 tahun pun menuju garasi
Bima Datang dari arah dapur , dia mengatakan " Tuan nona semua makanya sudah saya siap" kata Bima
" baik lah , terimakasih paman " kata Nerin sopan
" Ar " Nerin mengelus Surai rambut Milik Erlangga
" Hem dasar , bayi besar " Nerin tersenyum kecil saat kedua bola mata Erlangga tertutup sempurna serta dengkuran halus
" padahal belum sempat minum obat , eh sudah tidur " Nerin mencium singkat kening Suaminya dengan sayang
Bima menyunggingkan senyum kecilnya , betapa senangnya bisa melihat Tuanya bisa mendapatkan kasih sayang lagi
__ADS_1
" simpan dulu aja paman makanannya " pinta Nerin sopan
" baik nona " Bima pun kembali ke dapur menyimpan kembali makanan yang sudah tersusun rapi di meja makan