
selamat membaca
" tidak Nona " jawab Aldi singkat
Nerin mendengar jawaban singkat lagi membuatnya sebel pada akhirnya gadis itu memilih diam begitu pun dengan Kinan yang sedari tadi tak mengelurkan sepatah kata pun
Sampai di depan gerbang tinggi nan kokoh mobil yang di tumpanginya berhenti
Nerin dan Kinan di buat terperangah mengagumi betapa takjubnya bangun yang sangat mewah nan kokoh itu .
saat pintu gerbang dibuka lagi lagi kedua gadis tersebut merasa takjub . namun kekaguman itu buyar seketika saat sekertaris Aldi mengeluarkan suaranya
" mari Nono saya antar kedalam langsung saja ke dapur " ujar Aldi
" eh iya iya " keduanya gadis itu di buat kaget dan gugup
keduanya pun mengekori Sekertaris Aldi lewat pintu samping bukan dari pintu depan namun disitu juga tak kalah besar
* ah malu maluin banget kamu Ner " omel Nerin dalam hati
Nerin dan Kinan berjalan dengan seperti berhimpitan tangan Nerin dan kinan tak terlepas seperti ada rasa takut jika salah satunya akan terpisah
" Ner jangan lepaskan tanganku oke " bisik Kinan di telinga Nerin
" kamu juga . apa pun yang akan terjadi kita harus bersama . " balas Nerin di telinga Kinan
Kinan mendengar jawaban itu pun bernafas lega setidaknya Nerin bisa bekerja sama . ketakutan Kinan melebihi dari apa pun
Nerin nampak biasa aja namun di dalam hati juga merasa ada kecemasan di dalam sana
* hais kenapa aku harus terjebak di tempat seperti ini sih . walaupun terlihat sangat nyaman tapi tak senyaman rumah kontrakan ku . terasa di dalam kulkas . dingin pake banget " batin Nerin merinding
setelah sampai di dapur tersebut Nerin dan juga Kinan di sambut dengan ramah oleh para pelayan disana
" selamat datang Nona Nona " ucap kepala pelayan bernama Bima
Nerin dan Kinan hanya mengangguk dan mengucapkan balasan saja
__ADS_1
kini Nerin langsung saja memulai meracik bahan bahan yang akan di masak
sementara semua orang hanya menonton saja . tak ada yang membantunya .
Tadinya Gadis itu merasa canggung dan tak percaya diri hingga bercampur rasa apa pun di dalam benaknya namun lama kelamaan gadis itu merasa biasa saja dan memasak degan tenang dan terlihat sangat terampil
.
.
.
.
hari berlalu begitu cepat hinga terasa hari pun berganti degan pagi
Matahari menyapa di semua penjuru bumi pancaran sinar pagi membuat gadis yang berada di dalam pelukan hangat dari pria pun perlahan bergerak gerak dengan perlahan bola matanya itu sedikit demi sedikit mulai terbuka
* kok " aku berada di sini . seinget ku kemarin di rumah besar seperti istana " batin Nerin bingung
Saat Nerin ingin berteriak , Erlangga langsung saja membungkam dengan bibirnya dan membuat Nerin menjadi kesal
" kau , selalu seperti ini . heh kenapa aku bisa ada di sini ?? bentak Nerin setelah kesadarannya mulai penuh
" kemarin kamu ketiduran di rumah bosmu . dan aku menjemputmu " ujar Erlangga pira itu nampak biasa aja dan tak memperlihatkan ke bohongan disana
" perasaan aku tak menghubungi mu kenapa kamu bisa tau . kalo aku berada disana ?? " tanya Nerin penuh slidik
" aku yang menghubungi mu dan orang lain yang mengangkat telepon itu
Erlangga pun mencerikan lebih detail ke Nerin , tapi itu tentu saja kebohongan
tapi nampanya gadis itu mempercayai ucapan Erlangga
" ah sudahlah lah " Nerin turun dari ranjang dan bergegas pergi menuju ke kamar mandi
tak lama kemudian Nerin keluar degan tubuh yang segar
__ADS_1
" eh mas kamu mau ikut makan di luar . atau aku masakin ?? tanya Nerin
gadis itu sekarang sedang menyisir rambutnya dan mengumpulkan rambut itu agar mudah di ikat
Erlangga yang melihat leher jenjangnya itu terekspos jelas di depannya matanya pun hanya bisa menelan salafinya dengan kasar
glek glek glek
* settttt sialan " batin Erlangga sembari menahan hasratnya yang mulai tak setabil
Nampaknya Erlangga tak mendengar ucapan Nerin hingga gadis itu pun menengok orang yang berada di belakangnya
" Mas... " panggil Nerin gadis itu mengeyit bingung
" eh ... maaf , apa tadi kamu bilang " ujar Erlangga gugup
" haiss Mas ini , kamu mau makan di luar apa di rumah tapi mungkin agar lama . soalnya kan gak ada persediaan masakan " tanya Nerin lagi
" makan di luar aja dulu setelah itu kita beli peratan yang lainya . tapi jika kamu mau kita bisa pindah . cari tempat tinggal yang lebih nyaman " jawab Erlangga dan memberikan solusi lainya yang sudah di pikiran dengan matang matang
" oke ... emmm itu entaran aja dulu aku masih mikir mikir . lagian kan nanti sekolah Rian bisa kejauhan " balas Nerin
" baik lah terserah mu saja aku hanya ingin yang terbaik untukmu " ujar Erlangga dengan mengembangkan senyum lebar agar Nerin tak tau jika dirinya merasa kecewa
sebenarnya makanya yang terakhir itu mengucapkan suatu kata yang lain arti namun gadis itu nampak tak menyadari kata itu
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1