
selamat membaca
" ayo sayang , mau yang mana ... hemm " ujar Erlangga pria itu sedikit mengelus puncak kepala istrinya dengan sayang
Pelayan disana pun merasa malu meliat pasangan yang sedang bermesraan di hadapannya
" mba coba saya liat kalung yang ada lontin berbentuk hati" ujar Nerin
" ini nona " ucap pelayan lalu ia mengambil satu buah kalung tersebut
" gimana mas ini bagus tidak ??
" emm" Erlangga mengganguk
" tapi mas ini pasti mahal banget kan " ujar Nerin ia takut jika tak bisa membayarnya
" kamu mau yang ini ??
Degan polosnya Nerin pun mengangguk .
" saya ambil barang seperti ini , dan saya mau pesan satu set " ujar Erlangga
" bentar tuan , coba saya tanyakan dulu " pelayanan itu pun langsung saja menyutujui ucapan Erlangga dia pun langsung kedalam menanyakan kepada atasannya
Tiba tiba Nerin memukul lengan tangan Erlangga
" apa apan sih Mas aku tuh mau yang itu bukan satu set . satu kalung itu saja harga mahal apa lagi satu set sekali gus .aku gak mau . lagian nanti tabungan kamu abis gegara beli perhiasan itu saja " omel Nerin
Namun omelan Nerin membuat Erlangga tersenyum bahagia * emmm , ternyata benar aku tak salah memilih mu . ternyata kamu bukan gadis matre " batin Erlangga tersenyum
__ADS_1
Sesaat kemudian pelayanan tersebut pun kembali " begini tuan kalo satu set tuan harus memesan dan itu mungkin menunggu hinga 2 hari " ujar pelayan tersebut lugas
" suruh atasan mu untuk ke kantor saya langsung . kalung yang itu saya ambil " ujar Erlangga lalu ia pun merogoh dompetnya dan mengambil satu buah kartu hitam
Pelayanan tersebut pun terperanjat saat melihat kartu tersebut
* apa tuan muda membeli perhiasan di toko sendiri " batin pelayan
" Nona tolong temani istri saya" ujar Erlangga datar
" baik tuan "
" sayang tunggu disini dan jangan pergi kemana mana sebelum aku kembali " izin Erlangga ia pun pergi ke ruang pribadi yang biasa ia tempati
Nerin sendiri tidak tau jika suaminya pergi ke mana . mungkin karena terlalu fokus memandang kalung tadi
Anggukan Erlangga sebagai jawaban atas sapaan para pekerja di sana
Saat membuka daun pintu Erlangga mendapatkan dering telepon dari ponselnya ia pun merogoh saku celananya
" hello Den "
" hello tuan , seperti nya kita tidak bisa menunda lebih lama lagi untuk meninjau proyek di Singapura jika tidak para investor akan menariknya itu akan membuat kita rugi besar " ujar Deni lugas
" baik lah siapkan Jet . nanti malam kita akan berangkat . kau suruh Aldi untuk menyiapkan beberapa bodyguard untuk penjagaan istri ku . jika perlu suruh istri ku tinggal di mansion berikan alasan apa pun . buat istri ku menyutujui ya . kau mengerti " printah Erlangga yang membuat pria di sebrang sana mendadak bengong
Tanpa jawaban dari Deni Erlangga langsung saja memutuskan sambungan telepon tersebut dan memasukan Ponselnya kembali ke dalam saku celana dan membuka ruangan tersebut dan mengambil barang yang pernah ia simpan di sana dan mengecek hasil penjualan
" Dio kau kemari " triak Erlangga memanggil pemegang toko perhiasan tersebut
__ADS_1
" iya tuan saya " jawab Dio
" ini semua hasilnya dari bulan ini " ujar Erlangga mengamati semua hasil bulan ini
" iya tuan "
" kau kirim semua data yang satu tahun ini , dan bulan ini juga . jika ada kejagalan yang tidak saya ingin kan . siap siap kau akan mendapatkan akibatnya " acam Erlangga tanpa ampun
Acaman Erlangga membuat Dio pria setengah baya itu ketakutan
" baik tuan saya mengerti "
Erlangga pun kembali menghampiri Nerin istri nya yang sedang memandang kalung yang di beli tadi hingga ia tak sadar jika Erlangga suaminya itu sudah di dekatnya
" kenapa di pandang terus ... sini biar Mas pakeiin " ujar Erlangga ia pun mengambil kalung yang berada di tangan Nerin dan memakai kan nya
" Cantik " satu kata Lolos dari bibir Erlangga membuat Nerin tersenyum malu
" is apa sih mas " ujar Nerin pipi Nerin pun bersemu merah
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1