
selamat membaca
kini keduanya pun sudah di kebun , dan di temani oleh dua pelayan juga 4 bodyguard
" Ar , buahnya sangat banyak . aku gak nyangka jika aku akan melihat buah sebanyak ini . kamu pintar sekali merawat kebun ini " ujar Nerin memuji Erlangga
gadis itu sangat bersemangat , juga berbinar melihat buah kesukaannya berada disana
" kamu suka ? bukan aku . lebih tepatnya mendiang mommy yang senang sekali berkebun . aku hanya meneruskan saja . di bantu para maid dan juga bodyguard " jawab Erlangga
Jawaban pria itu tiba tiba , terdengar sangat sedih . Nerin menoleh melihat Erlangga yang berada di sampingnya dia pun meraih tangan Erlangga
" kirain kamu , maaf , sudah membuat kamu sedih Ar " Nerin menenangkan Erlangga dengan mengelus punggung tangannya
" iya , gak pa pa kan udah ada kamu . di samping aku ,yang ak,,,
ucapan Erlangga terputus karena Nerin menghentikannya . membuat Erlangga cemberut
" udah , kamu gak malu di liat semua orang " Nerin mencubit punggung tangan Erlangga dengan keras
" a.... sakit tau sayang , kamu tuh jahat banget " Rajuk Erlangga seperti anak kecil sembari mengusap punggung tangannya itu
" bodo , idih kamu tuh gak pantes bertingkah seperti itu . Tuan " ledek Nerin mencibir rajukan pria itu
__ADS_1
sementara Erlangga pria itu menyunggingkan bibirnya sedikit terangkat
* aku senang , melihat mu bisa tersenyum " batin Erlangga
pria itu menyusul sang istri yang sudah memulai memetik buah buahan
* akhirnya tuan bisa tersenyum bahagia " batin mereka semua
.
.
menjelang sore
" Tuannnnn " triak semua orang sangat terkejut serta ada rasa takut akibat kesalahan yang memang tak di sengaja
Erlangga menahan amarah , yang akan meledak . namun elusan tangan lembut di lengan nya membuat ia bisa meredam emosinya
Nerin menghampiri Erlangga yang berpegangan ujung meja , hampir saja pria itu celaka
Erlangga memang tak pernah masuk ke dalam dapur , untuk apa pikirnya . semua yang dirinya inginkan pasti akan cepat ia dapatkan . lagi pula dia tak pernah hidup sendirian .
" kamu tidak pa pa Ar " tanya Nerin panik
__ADS_1
gadis itu langsung saja meraih lengan Erlangga lalu mengelusnya
" tidak , utung saja ada kamu . yang membantu ku . tapi kenapa bisa lantai nya bisa licin sih . aku bisa saja celaka " ujar Erlangga kesal
Nerin mendengar ucapan Erlangga hanya menghela nafas berat . dirinya juga merasa bersalah jika ada air , yang bahkan dirinya tidak taakw
sementara para maid hanya menunduk takut , tidak ada satu orang pun membuka suaranya
" aku tidak tau Ar jika ada air disini . tapi kenapa kamu bisa kesini. kan aku udah bilang jika akan . cepat kembali . kenapa kamu gak bisa aja menunggu " crocos Nerin pajang
gadis itu menuntun suaminya mengajaknya , ke sofa yang berada di dekat sana
" eh ,, aku mau ambil minum . lagi pula aku juga ingin melihat mu sedang apa " Ujar Erlangga membela diri setelah pria itu duduk
" alesan , udah diem . jadi anak baik bisa kan " omel Nerin
" iya iya " akhirnya Erlangga pun menurut
.
.
bersambung
__ADS_1