Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 24


__ADS_3

selamat membaca


tiba tiba mata nya melebar * apa kenapa bisa dia , kirain udah lupain aku * batin Nerin


" hufff " Nerin ragu untuk memanggil nomer tersebut " ah sudahlah " Nerin mencoba mengabaikan


Namun sesaat kemudian dia teringat akan hal bagaimana sikap Erlangga yang selalu memaksa


" aihhh ,,, menyebalkan " Nerin berbicara sendiri


Lala dan Ana pun bingung dengan tingkah laku Nerin yang geleng kepala , serta memaki Hpnya itu


.


.


.


sementara Erlangga yang sedari tadi menghubungi Nerin istri nya tak mendapatkan balasan membuat pria itu mendengus sebel


" is kemana aja sih dia ,,, gak tau apa aku menahan rindu " grutu Erlangga mondar mandir


saat ingin menghubungi kembali ternyata Nerin menghubungi terlebih dahulu , membuat dia tersenyum cerah dan langsung saja menggeser ikon warna hijau itu


" Hello sayang " ucap Erlangga penuh semangat setelah mengeser ikon hijau di layar HP nya itu


" assalamu'alaikum Mas " ujar Nerin


" ehh,,waaikumsalam sayang ,,,,, ih manis banget sih istri ku " balas Erlangga

__ADS_1


" gimana kabar kamu mas . kirain dah lupain aku " ujar Nerin lugas


" Alhamdulillah sehat sayang ,,, maaf deh dari kemaren tuh gak sempet ngabrin kamu . bukan aku lupain kamu sayang ,, apa lah daya ku pekerjaan ini yang membuat ku . tak sempat mengubungi mu " ujar Erlangga jujur


" ohh,,,,, syukur deh .. kirain .. jaga kesehatan Juga ya Mas , makanan juga teratur . kalo sakit kan report sendiri " ujar Nerin menasehati


" udah mulai perhatian nihh ,,, tentu dong sayang " ujar Erlangga lebay


" Mas kamu lagi gak kesambet kan ??? tanya Nerin


dari tadi ucapan Erlangga terdengar sangat lebay dan itu membuat Nerin geli sendiri


" kesambet menahan Rindu yang belum kesampaian yang ,,, vc dong pengin liat wajah kamu yang imut . siapa tau setelah aku melihat wajah mu ,, rindu ini sedikit terobati " ujar Erlangga


" nanti aja ya Mas ,, bentar lagi aku mau pulang . takut kemalaman . ya sudah aku tutup dulu ya mas . bay "


" iya deh , assalamu'alaikum "


setelah telfon terputus Erlangga sedikit lebih tenang dia pun meneruskan pekerjaan yang sedang menanti untuk di teliti


namun ketukan pintu terdengar dari arah luar


tok tok tok


masuk


setelah mendapatkan izin masuk wanita itu pun masuk dengan hati hati . senyum cerah di wajah nya itu . sudah lebih dari seminggu ia bahkan tak bisa melihat wajahnya itu


" hello sayang " ujar Andin

__ADS_1


wanita yang masuk ke dalam ruangan Erlangga itu dia lah Andin pancarnya


" ko kamu bisa ada di sini " ujar Erlangga dingin


tiba tiba jiwa iblisnya keluar dari wajahnya


tadi ia sungguh bahagia mendengar suara sang istri kini ia gantikan dengan gunung es nan datar serta raut wajah yang sangat mengerika ,,, terlihat jelas kedua bola matanya seperti mengeluarkan percikan api


" kenapa kamu bertanya seperti itu , aku tentu saja sangat merindukan mu sayang " ujar Andin tiba tiba hawa dingin mulai masuk ke dalam tulang tulangnya


" heh , Rindu ,,, sungguh ,,,, aku rasa bukan itu ,,, kau butuh uang " ujar Erlangga sinis


" apa ,, maksud mu . sungguh aku merindukan mu " jawab Andin rasa tak nyaman sudah mulai menyerang Dirinya


" aku peringatkan untuk mu jika kau ingin berdiri tegak ,,, lebih baik kau mundur ... dan ya aku sudah memutuskan hubungan kau dan aku . anggap saja aku orang bodoh , yang telah mempercayaimu . dan sekarang kau enyah lah di ruang ku " bentak Erlangga tanpa perasaan


" apa,,, tertahankan sebab Erlangga sudah menghubungi dua bodyguard untuk menanganinya


" sered j****Ng ini . dan jangan sampai dia masuk ke perusahaan ku . camkan itu " ujar Erlangga dengan suara meninggi


Deni yang mendengar keributan dari ruangan tuanya pun langsung ngacir


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2