Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 72


__ADS_3

Siang hari , waktu jam makan sing pun telah tiba semua karyawan pun berbondong-bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan


Begitu pun dengan Nerin dan teman kerjanya , Nerin yang di paksa suaminya untuk makan bersama pun bersih keras menolak


Hingga akhirnya Erlangga sendiri yang menghampiri sang istri yang sedang asik makan bersama temannya itu


Setiap langkah yang di ambil Erlangga membuat para wanita terperangah


Tak bisa berkedip , rasanya ingin sekali mendekat namun bisa ia tahan , takut


" ya ampun pak bos , ganteng banget . Ini kesempatan kita bisa melihat jelas wajahnya " kata salah satu karyawan wanita yang di sambut anggukan oleh para sahabatnya


Seketika para karyawan wanita pun menghentikan aktivitas makannya , Sementara karyawan pria di buat kesel dan bercampur rasa cemburu ketika Bosnya itu jadi pusat perhatian para wanita


Erlangga tak menghiraukan , tatapan itu hanya tertuju tubuh ramping yang sedang tersenyum cerah . Degan pipi yang sedikit mengembung akibat terlalu lahap menyantap makanan


" kau ke enakan makan , sementara aku menahan lapar gara gara menunggu mu yang " bisik Erlangga tepat di telinga Nerin


Nerin terbelalak juga tersendak gara gara bisikan Erlangga tiba tiba


" uhuk uhuk "


Nerin langsung saja menyambar air minum , langsung ia tenggak sampai tandas


" huff, Alhamdulillah "


Nerin nampak Emosi ia berdiri mendongkak menatap manik mata Erlangga dengan tatap tajam dengan tenang Erlangga membalas tatapan itu


Nerin menarik nafas sebelum ia berkata " kau bisa makan dengan wanita itu " ketus Nerin pun pergi dengan bola mata yang sudah mulai berkaca kaca

__ADS_1


Semua orang pun di buat mlongo atas tingkah laku Nerin


" Den , apa yang telah terjadi . apa ada masalah yang tidak aku ketahui " kata Erlangga lirih


Kinan pun beranjak namun sebelum itu ia pun berpamitan dengan bosnya itu


" saya permisi Tuan " kata Kinan berlalu mengejar Nerin


Erlangga masih berdiri di sana , otaknya penuh pertanyaan yang mungkin sangat sulit mendapatkan jawaban


" apakah tadi ,Nona melihat Nona ayu kemari tuan . atau Klian tadi pagi " Deni juga meras bingung apa yang telah terjadi


" kau Al "


" aku rasa tentang dua wanita yang Deni katakan Tuan "


" lebih baik Tuan kejar , aku rasa Nona sedang Cemburu "


Erlangga langsung saja melangkahkan kakinya menuju dimana sang istri biasa istirahat


Nerin slalu duduk di pojok kursi yang berada di pantry dan di temani Kinan yang mengelus punggungnya


Langkah kaki Erlangga pun berhenti setelah melihat tubuh kecil sang istri yang sedang membungkuk kedua telapak tangannya menutupi wajahnya


* apakah dia menangis " batin Erlangga


Kinan yang menyadari kehadiran bosnya pun beranjak , elusan tangan Kinan yang telah menghilang pun dengan perlahan Nerin melepaskan kedua telapak tangannya dari wajahnya


" kenapa kemari bukan kah kau sangat betah dengan wanita itu , dan lagi kau sangat senang dengannya . Aku mundur sebelum kau buang . detik ini juga aku akan pergi dari hidupmu " Kata Nerin tanpa basa basi , Nerin beranjak meninggalkan tempat itu namun langkahnya berhenti tak kala lengan tangannya di tahan

__ADS_1


" aku tidak mengerti apa yang kau katakan sayang , coba kau jelaskan .Tapi beri aku waktu untuk mengisi perut ku . apa kau tidak kasian terhadap suamimu yang menahan lapar ini " kata Erlangga panjang lebar dengan menunjuk dirinya


Perkataan sang istri membuat tubuhnya lemas , takut . Otaknya pun tak bisa berfikir


" baiklah , aku akan memesankan makan untuk mu , untuk yang terakhir kalinya" kata Nerin ia pun beranjak menuju kantin yang di ikuti Erlangga yang menatap Tubuh kecil yang berjalan tanpa menghiraukan dirinya


* kenapa kamu sangat sangat ingin pergi dari ku sayang , apa jadinya aku jika kamu benar benar pergi " batin Erlangga sendu


Rasa pening di kepalanya pun sudah tidak bisa ia tahan , dengan perlahan tubuh itu pun ambruk seketika


" Tuan... " tiriak semua orang


Nerin terkejut atas triakan semua orang , dia pun berbalik


" Arrr.. " Triak Nerin , tanpa pikir panjang ia pun langsung menubruk tubuh suaminya yang tergeletak


Nerin merogoh saku jas Erlangga ia mengeluarkan Ponsel suaminya untuk menghubungi Deni


" hallo Tu.." terpotong


" Deni cepat kemari"


Nerin langsung saja memutuskan sambungan telepon itu


" tolong bantu saya " pinta Nerin ke beberapa bodyguardnya


" baik Nona "


Karyawan wanita masih saja bingung apa yang telah terjadi

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2