Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 3


__ADS_3

selamat membaca


keesokan harinya


Seperti biasa Nerin gadis itu sudah bangun terlebih dahulu keluar kamar menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur


Namun kedua bola matanya itu tak sengaja menangkap sosok yang sedang tidur di kursi dalam damai


* hais , apa yang akan ku lakukan jika semua orang tau ada pria asing " batin Nerin gadis itu menghembuskan nafas kasar


Dengan tubuh yang bersender di daun pintu sembari menatap pria yang sedang tidur


" adek pulang nggak sih " Nerin gadis itu melangkahkan kakinya menuju kamar sang adik dan mengurung kan niatnya ke kamar mandi


Nerin gadis itu tak tau jika sang adik pulang sebab dirinya ketiduran setelah mandi


ceklek


Pintu terbuka dan benar saja adek laki laki Nerin sedang tidur degan tubuh yang tengkureb tetapi ia melihat jam weker di atas nakas menujukan pukul 5 pagi jadi ia memutuskan untuk sholat terlebih dahulu dan tak lupa membangunkan sang adik


Nerin mengunjang tubuh adiknya itu untuk segera bangun " dek , ayo dong bangun sholat dulu " ujar Nerin


" emmm " lengkungan bangun tidur Rian terdengar dengan malas ia membuka suara " is kakak ganguin aja " ujar Rian pria kecil itu mendesah sebel


" sholat dulu . udah jam 5 lebih . ayo bangun " Nerin gadis itu masih berusaha sabar membangunkan adiknya


" iya iya " ujar Rian yang masih menutup bola matanya itu tetapi ia sudah duduk


sementara Nerin gadis itu meninggalkan adiknya pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk menjalankan sholat

__ADS_1


beberapa saat kemudian ia keluar kamar dan pergi ke dapur memutuskan untuk memasak nasi goreng karena saat ini hanya lah nasi dan telor saja yang ada


bau masakan Nerin membuat pria yang sedang tidur dalam damai itu terbangun dan mendadak cacing di perutnya meronta-ronta ingin di isi


" harum " Erlangga pria itu mengendus endus bau masakan yang di buat Nerin reflek beranjak dan mengikuti arah bau harum masakan tersebut


" eh kau bisa masak " ujar Erlangga pria itu sekarang berada tepat di belakang Nerin


hingga sang empu berjingkrak kaget " astaghfirullah . ngagetin aja . kalo jantungan gimana kamu mau tangung jawab " omel Nerin ke Erlangga


Erlangga pria itu nyengir tanpa dosa " mau dong , aku cicipin boleh " ujar Erlangga tak tau malu


" minggir kamu . kamu gak dapet jatah . lagian kamu itu seharusnya pergi . ngapain masih ada di sini sih " Nerin bertambah marah


namun Erlangga pria itu lagi lagi tak menggubris ucapan Nerin dan memilih mengambil sendok yang berada di tangan milik Nerin


" aih " Nerin mendengus sebel


tetapi apa yang di dapat oleh Nerin senyuman manis yang di berikan oleh pria di hadapannya


membuat Nerin tepuk jidad " kamu benar benar " greget Nerin


Nerin gadis itu lebih memilih mengabaikan pria itu dan memilih mengambil 3 piring dan menata di meja


setelah selesai Nerin masuk ke kamar dan keluar lagi membawa handuk serta membawa baju ganti untuk bekerja


sementara kedua pria itu saling menatap tanpa ada yang berucap Tatapaan itu bukanlah tatapan kebencian ataupun permusuhan melainkan kebingungan


tadi malam saat Rian pulang Erlangga pria itu sudah tidur dan juga sang kakak untung saja ia selalu bawa kunci cadangan

__ADS_1


" Abang pacar kakak ya ?? tanya Rian tanpa basa-basi


Rian tentu kenal betul bahwa sang kakak tak pernah mau berpacaran lagi setelah penghianatan 6 bulan lalu


Erlangga pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ia bingung harus menjawab apa


sementara dirinya baru mengenal Nerin kemarin sore


* aih ini anak kenapa pertanyaan begitu . apa semua lelaki yang bersama dengannya itu pacarnya


" emmm... " Erlangga bingung tak bisa menjawab


" kamu tanyakan saja ke kakak mu itu " ujar Erlangga


* lebih baik gadis itu aja yang menjawab nanti batin Erlangga tersenyum licik


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2