
Selang beberapa lama, Aldi dan Revan masuk ke lestoran itu di dalam ruang VIP
" siapa tadi " kata Aldi setelah duduk di salah satu kursi tersebut , sempat berpapasan ketika ia masuk
" dia bodyguard yang di rumah Gavin " Kata Deni santai
" apakah dia sudah menemukan bukti " kata Aldi
"sudah" kata Deni singkat
" syukur lah " Aldi bernafas lega
" bagiamana keadaan Gavin Van , apa dia sudah sadar " tanya Deni
Revan diam saja , karena dia sedang bermain ponselnya
" keadaannya masih sama " jawab Revan Santai sekilas menoleh arah Deni setelahnya dia fokus lagi menatap layar ponselnya itu
" kita makan dulu , biar otak bisa bekerja dengan baik " Kata Aldi yang memang sudah merasa sangat lapar
Sungguh hari ini hari yang sangat melelahkan bagi pria itu , harus kesana kemari mengurus pekerjaan yang tak kunjung rampung
" kau akan pulang atau menginap apartemen ku " kata Deni di sambut gelengan dari Aldi
" aku akan pulang , kebetulan Maya dia sudah menunggu sedari sore " kata Aldi mendapatkan tatapan penuh slidik dari Deni
sedangkan Revan acuh tak acuh , karena ia tripal orang yang tak mau ikut campur dengan orang lain , ya walaupun Aldi sudah di anggap saudara sendiri
__ADS_1
" kau sudah menemukan , seorang wanita rupanya ya " kata Deni dan di sambut cengiran geli dari Aldi
" iya itu wanita dari ibu dulu , aku menemukannya beberapa hari yang lalu " kata Aldi yang membuat Deni bingung
" coba kau jelaskan " kata Deni lagi
" makan dulu aja , ngobrol nanti " sahut Revan melerai ucapan keduanya
" baik lah " kita Deni dan Aldi bersamaan mendapatkan gelengan dari Revan sungguh keduanya sangat penurut menurutnya
Pantas saja , pekerjaan sesulit apa pun keduanya selalu cepat rampung , tak heran Erlangga memperkejakan orang yang sangat tepat
Sementara Di mansion milik Erlangga
setelah makan malam tadi , Nerin kembali ke kamar besar itu , dengan bantuan sang Suami tentunya , sedangkan Erlangga pria itu memutuskan ke ruang kerjanya
Sore tadi Aldi dan Deni mengirim beberapa berkas , namun sang Tuan di kamar jadi tak sempat berbicara banyak
Nerin merebahkan tubuhnya di ranjang king size itu sembari bermain ponsel pintarnya , mengirim pesan WhatsApp ke Kinan , Rian , dan Dian
Dia juga membuka aplikasi lainnya untuk menghilangkan jenuhnya , berharap cepat terlelap lagi
Detik berganti menit , menit gerganti jam . namun kedua bola matanya masih saja terjaga
pada akhirnya ia pun beranjak , menuju ruang kerja . menghampiri sang suami yang masih betah menghadap setumpuk pekerjaan itu yang entah kapan akan selesai
" mas " panggil Nerin yang mendapat senyum manis dari sang suami " masih lama gak " tanya Nerin yang di jawab anggukan dan berkata
__ADS_1
" iya "
Nerin cemberut , suaminya itu terus saja bekerja padahal hari sudah larut
" ko belum tidur sayang " kata Erlangga melihat wajah sang istri yang tak bersahabat
" gak bisa tidur " kata Nerin yang merebahkan tubuhnya di kursi sofa
" aku selesaikan ini dulu " kata Erlangga yang di sambut anggukan ringan dari Nerin
beberapa saat kemudian sebagian berkas ia selesaikan , Erlangga menoleh, melihat sang istri sudah terlelap atau belum , karena tak mendengar ucapan satu kata pun dari sang istri
Bener saja Neri meringkuk di sofa itu
Erlangga bangkit dari kursinya itu menuju sang istri berada
" Sungguh menggemaskan kamu sayang " Erlangga mencium singkat pipi Nerin dengan penuh kasih sayang kemudian ia mengangkat tubuh sang istri menuju kamarnya
keluar dari ruang kerja berpapasan dengan Bima yang membawa air minum
" belum Tidur Tuan " Kata Bima
" belum Bim , tadi aku baru saja meneliti berkas yang dikirimkan Deni dan Aldi , aku kekamar dulu . oh ya besok kau siapkan sarapan untuk istriku , aku akan pergi ke kantor pagi sekali " kata Erlangga yang di sambut anggukan serta ucapan " baik Tuan " dari Bima
* semoga Tuan selalu bahagia " batin Bima dia pun kembali lagi Ke kamarnya
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
Bersambung