
Selamat membaca
ketiga orang berbeda jenis kelamin itu singgah di salah satu kedai yang terbilang cukup rampai disitu menyediakan berbagai makanan yang cukup menggiurkan dan sangat laku keras di antara kedai kedai lainya pelayanan di sana juga sangat ramah
" yang kenapa makan di tempat seperti ini sih . rampai banget " bisik Erlangga
pria itu nampak sangat tak nayaman apa lagi para wanita memandang dirinya seperti tatapan genit hingga pria itu menempel degan Nerin sangat lengket
" disini tuh makanannya enak enak juga tak kalah enaknya yang Mas pesan kemaren . udah deh sana duduk duluan biar aku pesan " ujar Nerin melerai tangan Erlangga yang berada di pinggangnya dan mendorong sedikit agar bisa lepas dari tubuhnya
" dek bawa Abang mu di bangku pojok sana ya " printah Nerin
" baik kak " Rian mengiyakan perkataan kakaknya itu lalu mengajak sang Abang untuk mengikuti nya " ayo bang " ajak Rian
" gak " bantah Erlangga pria itu seakan tak ingin terlepas dari Nerin sedikit pun
* haisss ini orang lama kelamaan kenpa nyebelin sih " grutu Nerin dalam hati
Namun Nerin sendiri nampak memikirkan cara untuk membujuk Erlangga agar mau duduk terlebih dahulu
Nerin tersenyum simpul " Mas ... sayang ... lebih baik duduk dulu aja yah " ucap Nerin tersenyum genit agar Erlangga menurut
* gak ada akhlak emang . Abang ini seperti anak kecil . haisss bener bener " batin Rian geleng kepala kemudian ia menuju kursi yang di tunjukkan kakaknya tadi
Di saat Nerin membujuk Erlangga gadis itu terperanjat saat seseorang menyapanya
__ADS_1
Nempak jelas dari wajah yang berseri seri itu terlihat kebahagiaan di sana
" Hay Ner gimana kabar mu . maafkan kesalahan ku dulu ya . aku sangat menyesal telah menghianatimu . maaf aku benar benar minta maaf " Mohon Dion
Nerin juga tersenyum lebar walau dalam hati terasa nyeri " baik dan sangat baik . lihat lah diriku tak kalah bahagia seperti mu bukan . itu masalah udah berlalu mungkin aku sudah lupa . tentu saja aku sudah memaafkan mu " ujar Nerin membanggkan dirinya dan juga nampak masa bodo degan ucapan kabar itu
* dasar b***Ngan kelas kakap " batin Nerin kesel dan juga jengkel
" iya . kamu terlihat berbeda semakin cantik " puji Dion
Namun matanya tak sengaja melihat pria yang menempel ke Nerin . membuat nya bingung jika Rian tak mungkin setinggi itu lagi pun masih mengingat jelas jika Rian kulitnya tak terlalu putih .
Belum juga Nerin mengucapkan selamat tinggal Nerin di kejutkan wanita yang dulu menjadi teman baiknya . yang telah menghancurkan impiannya bersama calon suaminya dulu tetapi itu dulu
Saat berperang dengan dirinya Dion pria itu di kaget seorang wanita yang menghampirinya dan itu jelas di saksikan oleh Nerin
lagi lagi Nerin merasa sangat sakit menilihat itu rasa sakit yang dulu kini terbuka kembali namun ia hanya bisa menahannya
Nerin menoleh arah samping . melihat Erlangga sekilas * apah aku harus membuang rasa sakit ini dan membuka hatiku untuk suamiku . lagi pula untuk apa aku masih memikirkan ba***an seperti dia " batin Nerin
Disaat Nerin berperang dengan hatinya Erlangga menyentuh pipinya dan membuat mata keduanya beradu pandang . pandangan Erlangga penuh cinta berbeda dengan Nerin pandangan itu penuh dengan luka dan itu membuat Erlangga merasa sangat sakit seperti di iris iris
* dia lah yang membuat luka untuk mu yang .. sebesar apa luka itu . kenapa kamu seperti ini " batin Erlangga sedih
Erlangga nampak tak tega melihat Nerin bersedih hingga ia merengguh tubuh Nerin di banyaknya orang
__ADS_1
" ada aku disini hemm . lawan . kuatkan hatimu untuk saat ini yang . tunjukan jika kamu bisa " bisik Erlangga pria itu menyemangati Nerin dan menciumi pucuk kepala Nerin . berulang ulang agar wanita itu bisa tenang
Nampak jelas jika tubuh Nerin bergetar hebat . tetapi Erlangga tak goyah sedikit pun menyemangati Nerin agar lebih tegar dan bisa untuk melawannya
Walaupun sangat terlihat jelas jika gadis itu seakan mati rasa
" cepat yang lawan hemmm " bisiknya lagi
Nerin menguatkan hatinya dan menghela nafas berulang ulang walaupun terasa sakit harus ia lawan
" eh ada Nerin juga ternyata . bagaimana keadaan mu Ner . lama tak jumpa . kok aku merasa kalo kamu seperti pekerja keras ya . nampak sekali sih wajahmu tak terawat . tak seperti dulu saat bersama dengan MAS DION" ujar Salsa menghina dan kata terakhir sebagai ejaan yang penuh penekanan dan penuh makna
Nerin mendengar itu langsung saja naik pitam . bagaimana mana bisa dirinya di ejek di kerumunan banyaknya orang
" sudah selesai Nona salsa yang terhormat . menilai saya seperti itu . jadi saya itu tak akan bisa berpenampilan setelah putus dengan dia begitu . apa Nona salsa tak mengingat penampilan saya dulu . oh mungkin sudah lupanya . emang saat aku bersamanya pernah meminta apa pun tidak pernah bukan tentu saja Nona Salsa tau semua bukan jadi . tak usah banyak bicara lagi Nona . lagi pula suami tampanku ini bisa ko membelikan barang barang yang lebih mewah dari yang Nona Salsa pakai . tapi aku tak seperti Nona lagi pula aku sangat nyaman penampilan seperti ini " pungkas Nerin gadis itu nampak sangat berani
" iya kan sayang" Nerin manja dengan tangan yang membelai pipi Erlangga di banyaknya orang
" tentu saja , apa yang kau inginkan akan ku kabulkan " jawab Erlangga tersenyum manis di depan Nerin
.
.
.
__ADS_1
bersambung