
selamat Membaca
Rian begitu dongkol setelah tau penghianatan calon suami kakaknya itu rasanya ingin menghajar habis habisan namun ia sendiri tak mampu
Rian pria kecil yang mulai berjak dewasa itu semakin menaruh dendam kepada Dion
* akan ku balas semua yang pernah kau lakukan kepada kakak ku " batin Rian geram
setelah keluar dari kedai tadi Erlangga langsung mengintruksi Deni untuk membereskan semuanya
setelah itu Erlangga pria itu perlahan memasukan HP-nya ke dalam saku celananya dan menoleh Nerin yang berada di sampingnya ia perlahan mengulurkan tangannya itu membelai kepala Nerin dengan sayang
" kenpa hemm ?? tanya Erlangga lembut walaupun Erlangga tau betul perasaan Nerin saat ini tapi ia hanya pura pura menanyakan tentang perasaannya itu
beberapa saat kemudian taksi yang di tumpanginya pun berhenti . di depan pagar kontrakan nya itu
saat Erlangga akan turun Rian mencegah dan berkata " bang pergilah hibur lah kakak " ujar Rian setelah turun dari taksi tersebut
" baik lah , ini makanya bawa . biar nanti Abang beli lagi " ujar Erlangga memberikan makanan yang di beli tadi
" terima kasih bang " jawab Rian ia pun menerima Pastik yang berisi makan kemudian ia langsung masuk ke rumah kontrakannya tersebut
" jalan pak " Ujar Erlangga setelah melihat sang adik istrinya itu sudah masuk kedalam kontrakan
" baik tuan " sopir mengiyakan ucapan Erlangga
__ADS_1
supir taksi itu juga salah satu boyband nya
Erlangga bukan lah orang bodoh keluar bebas tanpa pengawasan karena bagaimana pun musuh pasti akan mengincar dirinya jika lengah . apa lagi orang yang bersamanya saat ini . sangat sangat penting dalam hidupnya untuk saat ini .jadi ia harus waspada
" yang ko aku di cuekin sih " rengek Erlangga manja ia sengaja agar Nerin itu bisa kembali ceria dan tak bersedih lagi
Erlangga mencoba menggoda Nerin berbagi cara hinga Nerin pun jengkel di buatnya
Nerin menatap Erlangga degan sangat tajam setelah ia menyeka sisa sisa air matanya
" kamu bisa diem tidak " bentuk Nerin
" gak "
refleks Erlangga langsung saja memejamkan matanya
* hisss serem amat sih tatapannya , tapi aku suka " batin Erlangga tersenyum akhirnya berhasil juga membuat istrinya itu tak bersedih lagi
Nerin yang melihat tingkah lucu Erlangga pun mengulum senyum . tinjuan tangan Nerin pun berganti degan belaian yang membuat Erlangga sedikit demi sedikit membuka kedua bola matanya itu
Karena Nerin tak ingin suaminya itu melihat dirinya sedang tersenyum pun . langsung mendekap wajah suaminya itu kedalam pelukannya
" iss curuang . kamu cari cari kesempatan ya " Erlangga mengucapkan kata kata yang membuat Nerin malu
" tidak , aku hanya ingin memelukmu " Nerin beralasan
__ADS_1
" eh mau kenana sih . dari tadi gak sampai sampai ??" tanya bingung setelah melepaskan Erlangga dari pelukannya dan membenarkan posisi duduknya itu
jelas saja ia sangat malu terhadap supir taksi tersebut
" mau lagi " Erlangga tak menjawab melainkan rengekan manja yang membuat Nerin geram
Nerin menoleh ke arah Erlangga dan melototinya dan berkata " bisa diam tidak , duduk anteng bisakan " ujar Nerin dengan suara rendah
* siallan gara si ber***k itu aku jadi lemah .. ahhh " desah Nerin gusar
* huh malunya aku . bodoh kau Ner " batin Nerin memakai dirinya
" CK CK iya . aku mau mengajakmu pergi ke suatu tempat yang sangat indah " ujar Erlangga pria itu menurut apa yang di katakan oleh Nerin istrinya
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1