Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 30


__ADS_3

🌹🌹


Erlangga begitu panik setelah mendengar kabar jika sang istri kecelakaan akibat menolong anak laki laki


pria itu langsung saja memerintah Deni menyiapkan Jet pribadinya itu .


Jarak tempuh dari Singapura ke Jakarta memakan waktu kurang lebih 2 jam


setelah sampai Jet itu mendarat degan sempurna di atas gedung rumah sakit . pria itu langsung saja masuk lift yang menghubungkan ruangan rawat Istrinya


di ikuti beberapa bodyguard yang setia menemani nya kapan pun ia pergi


walaupun dalam hati merasa cemas , yang teramat luar biasa . Tapi terlihat biasa saja


Ruangan rawat Nerin di buka degan perlahan oleh salah satu bodyguard nya . pria itu mematung tak kala melihat kondisi sang istri yang sangat pucat dan tak berdaya . setelah ia masuk ke dalam ruangan rawat tersebut . dia menyenderkan tubuhnya di pintu ruangan itu setelah pintu itu tertutup kembali


Entah mengapa dirinya mendadak lemas tak berdaya ,degan langkah gontai Erlangga menghampiri sang istri yang berbaring anteng di atas brangkar


Tangan kekarnya itu dengan perlahan terangkat walaupun ada rasa bergetar . mengelus pipi Nerin dengan lembut , kemudian ia mendaratkan ciuman di kening dengan sayang " cepat sadar sayang " bisik Erlangga di telinga Nerin kemudian ia mengelus punggung tanggan Nerin sesekali menciumnya


.


.


Aldi menuggu tuanya degan gusar . pasti Tuanya itu akan marah besar . apa lagi sang Nona bisa terluka sangat parah


* ah ,,, bagaimana ini " batin Aldi


Cemas memikirkan akan nasib dirinya . pria itu mondar mandir tak jelas

__ADS_1


.


.


semetara Rian dia masih lemas . akibat darah yang di ambil . jadi ia belum bisa menjenguk kakaknya apa lagi menemaninya


Kinan gadis itu pergi ke mushola untuk menunaikan ibadah sholat Ashar juga singgah di kantin rumah sakit untuk membeli makanan untuk dirinya dan juga Rian adik Nerin


.


.


Erlangga masih anteng menemani sang istri " sayang ,,, kenapa kau sangat nekad mengorbankan dirimu . hemmm " bisik Erlangga di telinga Nerin sembari tangannya itu mengelus pipi sang istri .


keduanya bola matanya pun sudah mulai berkaca kaca . ia tak bisa menahan rasa sedihnya


kebisingan di luar membuat Erlangga mendengus sebel . pada akhirnya dia pun mengecek apa yang terjadi


ceklek


pintu terbuka Erlangga menyaksikan perdebatan antara beberapa bodyguardnya degan gadis yang dia yakini teman Istrinya


pria itu bersedakep " Ehemm " dehem Erlangga menghentikan perdebatan itu


" eh ko tuan bisa ada di sini " ?? tanya Kinan gadis itu di buat bingung


Erlangga tak menjawab pertanyaan Kinan melainkan memanggil Aldi yang yang berdiri dengan wajah yang tegang


" kau jelaskan ke dia , lebih detailnya dan jangan berdebat disini " printah Erlangga

__ADS_1


Erlangga langsung masuk kedalam ruang rawat Nerin tak menghiraukan triakan Kinan yang meminta penjelasan


* Hay ,,, tunggu dulu tuan " triak Kinan


jelas saja Kinan di buat bingung


lantaran Bos perusahaan tempatnya bekerja masuk ke dalam ruang rawat Nerin . yang bersetatus karyawannya * aneh " batin Kinan


Aldi langsung saja menarik Kinan. menjauh dari tempat itu . sebelum tuanya marah


sementara para bodyguard kembali ke tempat semula


.


.


.


Satu bulan telah berlalu . kondisi Narin belum juga ada perubahan gadis itu masih terlelap dalam damai


Erlangga pria itu setia menemani sang istri . bahkan seluruh pekerjaan di serahkan oleh Deni dan Aldi . dia hanya mengecek ulang saja dan menandatangani berkas yang menurunya penting .


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2