
selamat membaca
Saat Erlangga menenangkan Nerin . pintu ruang itu terbuka menampakan tiga orang yang di yakini dokter serta perawat
" tenang , coba kamu tatap aku " ujar Erlangga dengan suara lembut
Nerin mendengar suara lembut dengan ragu ragu Nerin menuruti apa yang Erlangga ucapkan , Nerin mulai mengangkat wajahnya itu menghadap ke arah pria yang berada di hadapannya
Saat kedua bola mata itu saling bertemu , Nerin sendiri merasa ada yang aneh pada dirinya . tapi entah apa itu
Erlangga menyorot kedua bola mata indah milik Nerin dengan penuh cinta
Nerin mendapati tatapan itu rasanya nampak tak asing tapi siapa , otaknya tidak bisa mengingat dengan benar
" kamu bukan orang jahat , tapi aku kenapa bisa disini ?? tanya Nerin setelah dirinya merasa aman
Erlangga mengelum senyum lalu ia mengangkat tangan menyentuh puncuk kepala Nerin degan perlahan Erlangga mengelusnya . sebelum akhirnya dia mengeluarkan suaranya
" tentu saja aku bukan lah orang jahat yang sempat kau pikirkan . aku ini suamimu " ujar Erlangga berhenti mengamati apa reaksi Nerin
" dan ini adalah ruang rawat kamu sayang , kamu sakit . bahkan sampai satu bulan lebih aku dan Rian adikmu sangat mengharapkan kamu bisa sadar kembali . kau tau aku sangat bahagia setelah kamu sadar " ujar Erlangga panjang lebar
Nerin yang mendengar penjelasan dari pria di hadapannya itu , otak nya masih loading . belum sepenuhnya paham
Erlangga mengamati wajah Nerin bengong , mungkin ucapannya itu hanya sebuah kebohongan
Dengan gemes , Erlangga mengakat tubuh Nerin dan membaringkannya di ranjang
__ADS_1
" Vian , kau periksa istriku " perintah Erlangga
" baik tuan "
Vian langsung saja memeriksa keadaan Nerin . Nerin masih saja belum sepenuhnya mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya .
" bagaimana Vian " ?? tanya Erlangga tak sabar
" seperti yang telah saya kata kan waktu itu tuan , jika saat Nona sadar seperti ini lah hasil nya ,, tertahan
sebab Nerin keluar dengan cara mengendap mendap
ceklek
degan cepat pintu itu sudah tertutup dengan sempurna
semua orang yang berada di dalam pun merasa bodoh dan terbengong , seperti halnya dengan Erlangga . pria itu hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah laku Nerin
* tapikan dia baru saja sadar kenapa bisa " batinnya Erlangga lagi
" Vian kalau lihat tadi , seperti nya dia sangat sehat . tidak menampakkan dia seperti orang sakit bahkan seperti . apa kah dia hanya pura pura . atau bagaimana menurutmu ?? tanya Erlangga di sela sela langkah kikinya menuju dimana sang istri berada
" itu lah yang namanya ke ajaib Tuan , siapa sangka . reaksi nya akan seperti itu . mungkin saja Nona benar benar tak mengenal tuan . dan lagi masa lalu yang membuat nya trauma " ujar Vian menerka
" benar juga ya . sudah lah Vian , kau kembali lagi ke tempat mu . jika aku membutuhkan mu lagi aku akan memangil mu " ujar Erlangga
" baik lah Tuan , kali begitu saya permisi . tapi Tuan sebaiknya Tuan Jagan bertindak berlebihan takut Nona akan merasa tertekan . karena beliau baru saja siuman . pikirannya juga belum kembali setabil . tanyakan dengan cara perlahan Tuan " ujar Vian yang di angguki Erlangga seperti pria itu sedikit memahami apa yang telah Vian katakan
__ADS_1
* benar juga " batin Erlangga
.
.
.
Nerin melangkahkan kakinya menuju ruang utama saat Lift tertutup kembali
Nerin sendiri merasa aneh * aku dimana sih , ko seperti istana . tempat sangat bagus . tapi dia bilang aku sakit berati aku di rumah sakit tapi ini tempat apa sih " Nerin berbicara sendiri kedua bola matanya itu meneliti semua ruangan bahkan barang barang yang berada di sana
kebetulan jam menunjukan pukul 10 malam maka dari itu para pelayan pun sudah ada yang terlelap dan lagi para bodyguard hanya menjaga di luar ruangan
Nerin masih saja kebingungan tetapi langkah nya berhenti di saat dirinya melihat sebuah kolam di samping halaman yang cukup luas nan Asri
" wah bagus banget , indah " ucap Nerin berbicara sendiri degan mata berbinar binar melihat betapa indahnya tempat tersebut
Dengan gembira Nerin berlari ke tempat itu " ini indah sekali " tapi apa kah aku sedang bermimpi
sedangkan Erlangga pria itu mengelum senyum melihat betapa cerianya Nerin sang istri begitu melihat
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung