
part 52
Seorang wanita yang di tarik paksa dengan cara kasar . membuat wanita itu menjerit kesakitan . Triakan minta tolong pun , seakan tak di dengar .
Padahal ada banyak orang disana . Tapi tak ada satu pun yang menolongnya .
" lagi lagi aku dibuang seperti sampah , aku menyesal telah menghiati mu . aku menyesal telah menjalin hubungan yang tak benar "
Rasanya begitu sesak , dia tak tau harus pergi kemana ia juga tak mempunyai banyak uang untuk melanjutkan hidup . Sedangkan keluarga , kehidupan keluarganya hancur . akibat sang ayah menghiati ibunya meningkah lagi degan teman sang ibu .
Dengan langkah gontai wanita itu mengigalkan pekarangan rumah mewah yang baru beberapa bulan dia tinggalli . lebih tempatnya menumpang hidup
" aku harus kuat " ucap Andin penuh tekad dan menyemangati dirinya .
.
.
Tak terasa satu pekan telah berlalu .
Nerin yang baru saja keluar dari toilet tak sengaja mendengar ucapan beberapa orang
Nerin tak jadi keluar , dia menutup kembali pintu toilet itu dengan perlahan . Nerin ingin mendengar lebih jelas apa yang mereka bicaraan , jelas saja Nerin sendiri sangat penasaran . apa lagi topik utama dari pembicaraan itu adalah suaminya
" kamu mau kasih kado apa ke Presdir "? tanya Dewi
" Hem aku gak tau , mungkin " Tia berfikir sejenak
__ADS_1
" Hay kalian Jangan bermimpi , direktur Diah lah yang pantas untuk Presdir bukan kalian " cibir Monik saat mendengar ucapan Dewi yang menayangkan ke Tia
" dasar gak jelas " pungkas Dewi ketus dengan gerutunya yang tak dapat di dengar
" is , bilang aja kamu iri " cela Dira ucapan gadis itu begitu mematikan , sehingga Monik tak bisa berucap lagi
Dira juga mengagumi sang presdir , Tapi Dira sadar diri bukanlah kriteria yang di inginkan sang Presdir .
Dia melipat tangannya dan menatap Monik sinis , dengan menyunggingkan bibir sedikit terangkat
" kamu bilang aku iri , aku cukup berfikir dua kali untuk mengaguminya " sangkal Monik
Monik tak ingin berdebat lebih panjang jadi dia pun pergi menigalkan 3 gadis itu .
Membuat ketiga gadis itu mengelengkan kepala dan sedikit tertawa
Nerin sangat sesak mendengar ucapan para gadis yang mengagumi suaminya
Setelah dirasa aman , dan semua gadis itu sudah pergi
* ya Allah " Nerin menghela nafas panjang dia pun membuka pintu kamar mandi dengan perlahan
Tetapi Nerin terperanjat saat seseorang , tak sengaja mengagetkannya
" astaghfirullah , ya Allah " Nerin mengelus dada hampir saja jangtungnya akan lepas
"eh maaf ,maaf aku gak sengaja " sesal Kinan
__ADS_1
" Hem , kamu slalu saja begitu " ketus Nerin pura pura ngambek
" CK , aku kan sudah minta Maaf Ner " mohon Kinan dengan wajah imutnya
" iya iya " Nerin pun mencuci tangan dengan sabun yang berada di sana
Hampir saja Kinan lupa apa yang akan di sampaikan
" Ner tadi kamu di cariin Presdir , tadi Tuan Aldi dan Tuan Deni menghubungi Ku
Nerin berfikir sejenak , mungkin saja dirinya lupa akan tugas yang belum ia kerjakan
" Oh , iya aku lupa " Nerin Tepuk jidatnya pelan
" ya sudah aku duluan ya , thaks loh dah ngingetin aku " pamit Nerin berlalu
Dia sedikit lari kecil agar cepat sampai ke tujuan " eh hampir lupa " Nerin pun kembali lagi menuju Lokernya dan mengambil ponselnya
Nerin pun mengecek apakah suaminya itu menghubungi dirinya atau tidak
" waow , banyak banget " Nerin geleng kepala dengan tingkah suaminya yang menghubungi dirinya tak lebih dari 5 kali
Nerin pun tak menghubungi ulang suaminya , dia memilih menuju kantin untuk membelikan makanan yang di inginkan suaminya itu
Baru beberapa lakah , lakah kaki Nerin pun terhenti saat kedua bola matanya tak sengaja melihat keributan dari luar
Nerin dibuat penasaran Namun ia tak bisa berfikir " ah sudahlah " Nerin mengabaikan apa yang telah terjadi di disana
__ADS_1