Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 2


__ADS_3

selamat membaca


Erlangga pria itu menyunggingkan bibirnya sedikit terangkat " sungguh gadis yang menggemaskan " Pria itu berbicara sendiri


lalu ia bangkit dan duduk di salah satu kursi ruangan tersebut dan merogoh saku celana mengambil ponselnya mencari kotak nama Asistennya


" hello Den . kau urus semua pekerjaan ku untuk sementara waktu . aku butuh waktu untuk menenangkan diri ku jika ada perlu tanda tangnku kau bisa menghubungi ku " ujar Erlangga


" baik tuan . saya mengerti . jika ada masalah lain cepat hubungi aku tuan . Saya siap sepanjang waktu " ujar Deni pria itu tau betul jika sang tuan ada masalah tak ada satu orang pun bisa menggangunya


" bagus Den . dan ya jika wanita j**"Ng itu mencari ku bilang aku sedang keluar Negeri . tutup semua aksesku jika perlu Den . karena aku tidak ingin bertemu dengannya " ujar Erlangga


" baik Tuan akan saya urus " ujar Deni


" aku tutup dulu Den " ujar Erlangga


setelah telfon terputus Erlangga mematikan ponselnya lagi agar dirinya bisa tenang dan memasukkan kembali di saku celana


kemudian Erlangga pun membuka jas yang dia pakai kemudian melingkarkan dasinya menyisakan kemeja putih lalu ia menggulungnya sampai siku


rumah kontrakan milik Nerin itu kecil jadi hawa panas pun menyerang dengan cepat

__ADS_1


apa lagi seorang Erlangga tak pernah masuk ke rumah kecil seperti itu


sementara Nerin gadis itu masih menetralkan detak jantungnya


* ah malunya aku . muka ku kotaroh dimana " Nerin gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya apa lagi sekarang ini Pipinya terasa panas


" Nona bisa ambilin minum untuk saya ujar Erlangga dengan suara setengah berteriak


Nerin yang mendengar tiriakan Pria asing tersebut masih mumutar otaknya " loh ko dia masih ada di sini sih " ujar Nerin degan suara kecil sehingga orang yang berada di luar tak mendengarnya


" Nona apa kau sedang tidur " ujar Erlangga lagi karena tak mendengar sahutan dari Nerin


sekarang Pria itu menyender di tembok dekat dengan pintu kamar Nerin


" is " Nerin memutar matanya malas " ambil sendiri bisakan . tuh ada di dapur . tepatnya berada di meja . eh ia setelah itu kau pergi dari sini " ujar Nerin gadis itu tak kalah berteriak


Erlangga pria itu tak menggubris apa yang di ucapkan Nerin yang mengusir dirinya namun ia menurut masuk ke dapur disana hanya lah dapur sederhana yang tak semewah milik dirinya


" hais dimana sih kulkasnya " Erlangga pria itu berharap menemukan kulkas dan bisa mendapatkan air dingin disana


Namun pria itu tetap saja tak menemukan kulkas tapi kedua bola matanya itu melihat seperti tempat air minum ( teko ) kemudian ia mengambil gelas dan menuangkan air minum dan menengguknya sembari mengamati isi ruangan kontrakan milik Nerin

__ADS_1


" ya ampun ini rumah apan sih sempit amat . kok dia bisa betah tinggal di tempat seperti ini . kecil sumpek " Erlangga pria itu ngomel sendiri dengan tangan yang masih memegang gelas berisi air minum .


perlahan kaki panjangnya itu melangkah dan mengelilingi setiap sudut rumah kontrakan tersebut


" aih perut ku sakit lagi " Erlangga pria itu lupa belum makan dari pagi akibat bersemangat ingin memberikan sebuah kejutan ke Andin pacarnya tetapi yang ia dapatkan .


Diirinya lah yang mendapakan sebuah kejutan istimewa dari pacarnya yang membuat dia sadar bahwa wanita seperti itu harus di jauhi


* hufff " Erlangga pria itu menghela nafas kasar " apa yang di ucapkan Deni semua benar . aku benar benar bodoh . memperjuangkan wanita j***Ng seperti dia "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2