
" baik nona " Bima pun kembali ke dapur menyimpan kembali makanan yang sudah tersusun rapi di meja makan
Nerin bersender , kedua tangannya masih betah mengelus rambut Suaminya dengan sayang
" assalamualaikum "
Terdengar langkah kaki Serta ucapan salam menghentikan Nerin yang sedang mengelus rambut Suaminya
Nerin menengok arah langkah kaki tersebut sebelum ia menjawab ucapan salam tersebut
" waaikumsalam eh sekertaris , duduk aja dulu . Tuan mu baru saja tidur aku tidak tega untuk membangunkannya " kata Nerin pelan
" baiklah Nona " Jawab Deni cepat
Deni duduk di sofa yang tak jauh dari Erlangga dan Nerin , pria itu membuka tas yang tadi ia bawa kembali membuka berkas yang belum sempat ia cek , dan membuka leptopnya
Dari arah depan pelayan Susi masuk membawa tas yang di minta Nerin , menyerahkan ke Nerin dengan sopan
" permisi Nona , ini tasnya"
"Terimakasih sus , oh ya sus tolong bilang ke paman . suruh dia buatkan kopi serta cemilan untuk sekertaris Deni " pinta Nerin sopan serta mengembangkan senyum manisnya
__ADS_1
Nerin menerima tas yang Susi ambil dari mobil tadi , ia langsung saja membuka tasnya itu dan mengambil ponselnya
" sama sama Nona , baik nona " Jawab Susi dia pun menuju dapur dan mengatakan apa yang telah diperintahkan tadi
Satu jam telah berlalu namun Erlangga masih betah tidur di paha Nerin , Jam menujukan angka 12.30
Dengan perlahan Nerin membangunkan Erlangga " Ar bangun , ini waktunya untuk minum obat ,perutmu sudah keroncong loh " bisik Nerin serta guncangan kecil , agar Erlangga tak terkejut
" em , bentar lagi sayang " kata Erlangga dengan suara serak , dia semakin menggelamkan wajahnya di perut sang istri mencari kenyamanan di sana , yang terhalang baju kemeja yang di pakai sang istri
" itu sekertaris Deni sudah menunggu mu setengah jam yang lalu , kasian dia " kata Nerin dengan pelan
Sedangkan Deni mengurutu kesal atas ucapan bosnya * dasar Bos kurang acar " maki Deni dalam hati
* ada masalah begitu rumit , dengan santai bersikap seperti itu "
* dasar menjekelkan , huh kau bos , senaknya saja terhadap ku , kau keenakan tak bekerja sementara aku seperti robot harus kesana kemari , untuk menyelesaikan pekerjaan mu . dasar tak punya hati . apa kau tidak kasian terhadap ku " maki Deni dalam hati, benar benar di buat jengkel dengan sikap bosnya itu
" Ar gak boleh berkata seperti itu , kasian Deni "
Erlangga tak menjawab perkataan istrinya itu , dia bangkit membenarkan posisi nya menjadi duduk
__ADS_1
Erlangga menatap Deni , Deni mengerutkan keningnya ia tau betul apa yang akan di katakan bosnya itu
Erlangga mengalih pandangannya menghadap sang istri dan berkata" ambilkan aku air minum sayang , oh ya siapkan juga makan siangku" pinta Erlangga serta senyum yang menawan
" oke " satu kata sebagai jawaban
Nerin pun bergegas ke dapur mengambil air putih untuk suaminya , serta meminta paman Bima untuk memanaskan kembali makanannya
Setelah Nerin tak terlihat lagi , ekspresi Erlangga berubah , mendengar apa yang akan di sampaikan oleh Deni . Erlangga memang sengaja menyuruh Nerin pergi
Deni menjelaskan semuanya sedetail mungkin , Erlangga hanya mengangguk tanda mengerti
" oh ya tuan ini berkas yang harus Anda tanda tangani"
Erlangga langsung menandatangani berkas itu setelah ia membacanya kembali
" bagaimana keadaan Ayu , apa dia baik baik saja ? tanya Erlangga karena Deni belum mengatakan kondisi Ayu
" kondisi Nona Ayu sekarang sudah mulai membaik , setelah di rawat dengan baik oleh dokter khusus . hampir saja Nona Ayu akan di lecehkan . jika Aldi telat sedikit saja . entah nasib seperti apa yang akan di alami Nona Ayu Tuan " kata Deni menghembuskan nafas kasar setelah mengatakan itu , dia merasa kasihan terhadap Ayu
Bersambung
__ADS_1