
Deni yang mendapat pesan dari Tuanya pun mengatakan ke Aldo sekalian ia pamit bersama dengan Aldi .
Keduanya pergi dari hotel tersebut menuju mobil masing masing . Menuju markas .
Ke Esokan harinya
Kumandang azan subuh terdengar sangat merdu di aula masjid besar yang terdekat di mansion itu .
Manik mata Nerin mulai mengerjap beberapa kali hingga terbuka lebar. setelah beberapa saat . Ia baru menyadari jika dirinya tidur hingga pagi .
" huh dasar , Rian pasti sendirian disana ." gerutu Nerin beranjak dari kasur empuknya .
Tak mendapati suaminya " pergi kemana dia . Ah sudahlah tidak penting ," gumam Nerin mengayunkan kakinya ke dalam kamar mandi
Sedangkan Erlangga pria itu tak memejamkan matanya hingga menjelang pagi . Pria itu membereskan pria yang akan menculik istrinya . Dan sekarang dia berada di ruang kerja yang berada di Mansion.
Erlangga beranjak menuju kamar mandi disana dan mulai menjalankan ibadah shalat subuh .
setelah selesai menjalankan sholat Erlangga pun mulai bekerja kembali .
sedangkan Nerin gadis itu pun langsung keluar menuju dapur . Dan membawa pakean kotor .
" Eh nona , sudah bangun rupanya ." kata Ana
__ADS_1
" iya , An . kau melihat suamiku ? " Nerin , menaruh pakaian kotor itu di mesin cuci .
" emm , kalo gak salah di ruang kerja Nona . " kata Ana membatu Nerin memasukan sabun dan menghidupkan air dari kran .
" oh . kau teruskan ya . Aku mau menghampirinya ," kata Nerin dan di anggugi Ana
" aku kira dia pergi kemana ," batin Nerin terus mengayunkan kakinya menuju ruang kerja Suaminya . Hingga berpapasan dengan Bima , baru keluar dari ruang kerja Suaminya.
" suamiku ada di dalam paman ? tanya Nerin . Ketika mendapati Bima sepertinya pria itu baru saja mengantarkan sesuatu . karena dia membawa sebuah nampan.
" iya Nona ," jawab Bima , sedikit terkejut.
Nerin menyingkirkan senyum , melihat raut wajah Bima sedikit terkejut " oh . baiklah . terimakasih paman ." Nerin pun mulai membuka hendel pintu itu . dan memutarnya dengan perlahan
" assalamualaikum."
Bima pun pergi setelah Nona mudanya masuk kedalam ruang kerja .
Nerin tersenyum melihat suaminya nampak terlihat fokus . walaupun sudah pagi . Ia tau betul suaminya memang gila kerja .
" Mas . kamu tidak tidur hingga pagi ? tanya Nerin saat sampai di depan kerja Suaminya .
" em ," jawab Erlangga sekilas melihat istrinya yang sedang melipat tangannya di depan dada . Dengan ekspresi manyun . terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Erlangga kembali fokus bekerja lagi .
" Mas kamu bisa sakit loh , jika tak ada waktu istirahat sedikit pun . Aku tau kau mempunyai banyak pekerjaan . Tetapi tidak seperti ini juga ! " Kata Nerin yang mulai tersulut emosi .
Erlangga tak menyahuti sedikit pun ucapan istrinya . Dia ingin mengetes seberapa pedulinya istrinya itu .
"Sini ponsel mu ? Nerin kesal sendiri . Mengambil asal ponsel suaminya yang tergeletak di meja . menyambar dengan sangat cepat .
panggil itu langsung terhubung " sekertaris Deni tolong pekerjaan suamiku hari ini kau urus . Aku tidak mau tau . " Kata Nerin , langsung saja memutuskan panggil itu dan menaruh ponsel suaminya . dan meraih tangan suaminya dengan sangat kasar .
Erlangga Hay menurut saja , pria itu menyunggingkan senyum kecil . Istrinya terlihat imut jika begitu .
" aku tidak mau kamu sakit mas ," batin Nerin terus saja menuntun suaminya masuk kedalam lift menuju kamar .
Erlangga menarik tangan istrinya hingga terjatuh di tubuhnya . " kau tidak akan pergi kan ," bisik Erlangga , Membuat Nerin terdiam dan mengangkat wajahnya menatap manik mata suaminya . keduanya bersi tatap .
Nerin tersenyum dan menjawab " tidak ," hanya itu yang berada di fikiranya.
" sungguh ? tanya Erlangga lagi untuk memastikan jika Istrinya tidak akan meninggalkan dirinya.
" iya , sudah tidur. akan aku temani . " kata Nerin mengelus rambut Suaminya dengan perlahan , sedangkan Erlangga memeluk Erat tubuh istrinya
Nerin hanya tersenyum , mendadak hatinya tak karuan . " mampukah aku tanpa mu mas ," batin Nerin .
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
...bersambung...