Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 42


__ADS_3

Selamat membaca


* aku bahkan tak berkutik , saat kamu memarahi ku " batin Erlangga


pria itu menyilangkan kakinya , menunggu sang istri kembali sembari bermain ponsel


" ini untuk mu Ar " Nerin menyerah kan gelas berisi Es campur yang ia buat tadi


Erlangga menerima gelas yang di berikan sang istri , kemudian ia memulai meminum dengan perlahan dan mulai menyendok buah yang berada di dalamnya


Nerin pun duduk di sebelah Erlangga , mengamati wajah serius Pria itu ketika memasukan buah kedalam mulutnya itu degan sendok " bagaimana Ar , enak tidak " tanya Nerin melihat interaksi Erlangga yang mengerutkan keningnya


" lumayan , tidak buruk " ujar Erlangga


Nerin manyun , ditik berikut nya dia berbinar saat Erlangga mengarahkan sendoknya itu ke arahnya


" coba lah "


Nerin membuka mulutnya , menerima siapa dari Erlangga


Saat Nerin ingin menjawab ucapan Erlangga


tiba tiba Deni datang bersaman dengan Kinan al hasil Nerin pun menghentikan ucapannya


" selamat sore Tuan , Nona " ujar Sekertaris Deni sembari menunduk

__ADS_1


Kinan pun menunduk tetapi dia tak mengucapkan satu kata pun . dia masih bingung apa yang telah di lihat


* aku gak salah lihat kan " batin Kinan


" sore " jawab Erlangga dan Nerin berbarengan


Keduanya sama sama menoleh dan tersenyum kecil


" baik lah sayang , karena teman kamu sudah datang jadi aku tinggal dulu " ujar Erlangga lembut


Erlangga sengaja tak menjelaskan siapa gadis itu kepada istrinya . dia ingin mengetahui apakah istrinya itu mengingat gadis tersebut


Nerin tak mengerti apa yang di ucapkan Erlangga


tetapi dia nampak berfikir dan melihat gadis seusianya itu yang berada di hadapannya


setelah kepergian Erlangga dan Deni kedua wanita itu saling melempar pandangan bingung


hening


otak Kinan tak bekerja dengan baik


begitu pun dengan Nerin , otaknya pun bekerja dengan baik tapi . Nihil , ingintan hanya samar samar .


keheningan itu , tak langsung lama karena Erlangga kembali lagi

__ADS_1


" sayang Aku , mau keluar sebentar . mungkin larut baru kembali . gak pa pa kan jika aku tinggal " ujar Erlangga lembut


" emm " Nerin menjawab dengan gumaman serta anggukan kepada


" ya sudah " pamit Erlangga sembari mencium kening Nerin dengan sayang


Tapi Nerin tak merespon , sikap manis Erlangga . Nerin masih fokus menatap gadis yang berada di depan nya


" eh duduk dulu aja mbak " lama terdiam Nerin pun mempersilahkan gadis itu untuk duduk kasian kan kalo di biarkan berdiri terus menerus


* mbak , maksud Nerin apa " batin Kinan * apa dia sudah melupakan aku , setelah dia mempunyai suami yang sangat kaya " batin Kinan kesel


tapi Kinan menurut dia pun duduk di sofa


" mbak , tolong ambilin minum untuk mba ini . kalo ada cemilan sekalian ya " pinta Nerin ramah


* apa mba ini , dia bilang " Kinan merendam amarah saat sahabat nya itu sudah tak menggap dirinya . Kinan bener bener kesel .


" baik Nona " ujar Maid yang tak jauh darinya


Kinan mencoba merendam emosinya itu agar tak meledak , dia menggigit bibirnya sembari mengusap usap tangannya sendiri


" Ner " ucapan itu lolos degan sempurna degan mata memerah , jika benar Nerin sudah melupakan dirinya . dia akan memutuskan hubungan persahabatan itu dengan cepat . walaupun akan sulit baginya


" mbak , kenal saya ? tanya Nerin jujur

__ADS_1


" tentu saja aku mengenalmu , aku tidak menyangka jika kamu begitu mudah melupakan persahabatan kita . aku ... tertahankan Karena Nerin memotong ucapan itu


"ayo kita bicara disana saja , biar rileks " Nerin menujuk tempat di bawah pohon dan kursi panjang berserta kolam yang cukup luas namun sangat cantik


__ADS_2