Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 58


__ADS_3

" aku , gak mau terjadi sesuatu lagi dengan mu " ujar Kinan


Seketika Kinan merinding , mengingat kejadian naas yang menimpa Nerin . membuat tuan Erlangga yang arogan marah dan menghukum semua orang yang sudah di perintahkan untuk menjaga Nerin waktu itu


" ya sudahlah Kita kantin aja , nanti makan di party . oke " Nerin mengerti apa yang di pikiran Kinan dan melihat betapa ketakutannya dia sekarang dia pun mengatakan itu untuk menenangkan pikirannya


" itu ide cukup bagus , ayo " Kinan pun menarik tangan Nerin besaman dengan teman satunya lagi


kini ketiga gadis itu pun mulai .memesan makan dan membawa ke party Setelah membayar


ketiga pun sudah masuk di party tersebut dan mengambil bangu masing masing kemudian mereka pun mulai makan dengan tenang


Bukan hanya ketiga gadis itu saja tetapi Beberapa rekan kerjanya


" eh kalian makan disini juga " tanya gadis culun memakai kacamata serta rambut yang di kepang dua


Gadis itu tidak sendirian , ada beberapa orang lagi yang mulai masuk


" iya . gak ada tempat disana . jadi kita kemari " jawab Nerin cepat


Mereka akhirnya makan bersama dengan tenang tanpa banyak drama . juga tak ada obrolan lagi yang mereka katakan

__ADS_1


karena sisa waktu tinggal sedikit lagi


sehabis mengisi perut , mereka pun mulai meninggalkan party tersebut dan kembali lagi ke tempat kerja masing masing


Hingga tak terasa hari pun mulai sore


para karyawan pun mulai meninggalkan kantor satu persatu , begitu pun dengan Nerin yang baru saja keluar dari toilet sehabis menganti pakaian


" Ner mampir Supermarket dulu yuk , ada yang mau aku beli " ajak Kinan yang tak jauh dari Nerin dia sedang mengikat tali sepatunya


" boleh , kebetulan aku juga mau beli sesuatu " Nerin menerima ajakan Kinan


keduanya pun keluar dari kantor tersebut menuju supermarket yang berada di sebrang kantor


.


.


seakan waktu semakin lambat , pria itu sudah berapa kali melihat angka jam yang melingkar di lengan tangannya itu


gusarlah yang pria itu alami , dalam hati pun menggrutu

__ADS_1


" menjengkelkan " grutu Erlangga dia mondar mandir tak jelas di dalam kamarnya itu


sudah berapa kali dia memaksa memejamkan mata , namun tetap saja bola matanya itu tak bisa terpejam .


" ah sial " maki pada dirinya sendiri


" kenapa begitu rindu pada dirimu , sayang "


Erlangga berbicara sendiri namun ia memandang foto sang istri yang berada di layar ponselnya itu , sesekali dia mengusap dan mengecupnya berulang kali berharap bisa mengurangi rasa rindu itu dengan perlahan kedua bola matanya pun mulai tertutup dengan sempurna di gantikkan dengan dengkuran halus menandkan dia sudah masuk ke alam mimpi


sementara kedua gadis tersebut sudah berpisah , kembali ke Diaman masing masing


.


.


.


sinar mentari pagi begitu cantik , ada kecerahan yang terpancar jelas dari kedua gadis yang baru memasuki kawasan kantor yang menjulang tinggi itu


Dan beberapa karyawan disana

__ADS_1


Hari ini hari dimana yang di tunggu tunggu oleh semua orang


pesta ulang tahun


__ADS_2