
" aku , gak mau terjadi sesuatu lagi dengan mu " ujar Kinan
Seketika Kinan merinding , mengingat kejadian naas yang menimpa Nerin . membuat tuan Erlangga yang arogan marah dan menghukum semua orang yang sudah di perintahkan untuk menjaga Nerin waktu itu
" ya sudahlah Kita kantin aja , nanti makan di party . oke " Nerin mengerti apa yang di pikiran Kinan dan melihat betapa ketakutannya dia sekarang dia pun mengatakan itu untuk menenangkan pikirannya
" itu ide cukup bagus , ayo " Kinan pun menarik tangan Nerin besaman dengan teman satunya lagi
kini ketiga gadis itu pun mulai .memesan makan dan membawa ke party Setelah membayar
ketiga pun sudah masuk di party tersebut dan mengambil bangu masing masing kemudian mereka pun mulai makan dengan tenang
Bukan hanya ketiga gadis itu saja tetapi Beberapa rekan kerjanya
" eh kalian makan disini juga " tanya gadis culun memakai kacamata serta rambut yang di kepang dua
Gadis itu tidak sendirian , ada beberapa orang lagi yang mulai masuk
" iya . gak ada tempat disana . jadi kita kemari " jawab Nerin cepat
Mereka akhirnya makan bersama dengan tenang tanpa banyak drama . juga tak ada obrolan lagi yang mereka katakan
__ADS_1
karena sisa waktu tinggal sedikit lagi
sehabis mengisi perut , mereka pun mulai meninggalkan party tersebut dan kembali lagi ke tempat kerja masing masing
Hingga tak terasa hari pun mulai sore
para karyawan pun mulai meninggalkan kantor satu persatu , begitu pun dengan Nerin yang baru saja keluar dari toilet sehabis menganti pakaian
" Ner mampir Supermarket dulu yuk , ada yang mau aku beli " ajak Kinan yang tak jauh dari Nerin dia sedang mengikat tali sepatunya
" boleh , kebetulan aku juga mau beli sesuatu " Nerin menerima ajakan Kinan
keduanya pun keluar dari kantor tersebut menuju supermarket yang berada di sebrang kantor
.
.
seakan waktu semakin lambat , pria itu sudah berapa kali melihat angka jam yang melingkar di lengan tangannya itu
gusarlah yang pria itu alami , dalam hati pun menggrutu
__ADS_1
" menjengkelkan " grutu Erlangga dia mondar mandir tak jelas di dalam kamarnya itu
sudah berapa kali dia memaksa memejamkan mata , namun tetap saja bola matanya itu tak bisa terpejam .
" ah sial " maki pada dirinya sendiri
" kenapa begitu rindu pada dirimu , sayang "
Erlangga berbicara sendiri namun ia memandang foto sang istri yang berada di layar ponselnya itu , sesekali dia mengusap dan mengecupnya berulang kali berharap bisa mengurangi rasa rindu itu dengan perlahan kedua bola matanya pun mulai tertutup dengan sempurna di gantikkan dengan dengkuran halus menandkan dia sudah masuk ke alam mimpi
sementara kedua gadis tersebut sudah berpisah , kembali ke Diaman masing masing
.
.
.
sinar mentari pagi begitu cantik , ada kecerahan yang terpancar jelas dari kedua gadis yang baru memasuki kawasan kantor yang menjulang tinggi itu
Dan beberapa karyawan disana
__ADS_1
Hari ini hari dimana yang di tunggu tunggu oleh semua orang
pesta ulang tahun