Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 19 tahap perbaikan


__ADS_3

selamat membaca


setelah beberapa saat taksi yang di tumpanginya pun berhenti di sebuah Mall terbesar di kota itu


Erlangga lebih dulu turun di bandingkan dengan Nerin yang masih saja anteng duduk di dalam taksi" ayo turun yang " ujar Erlangga setelah membukakan pintu untuk Nerin dan mengulurkan tangannya


Nerin menatap Erlangga bingung " gak salah tempat ini Mas . katanya Indah kok . ramai sih " ujar Nerin yang mulai turun dan meraih uluran tangan suaminya


" emang tempat ini indah kan menurut para wanita . ah sudahlah lah yang terpenting kita bisa bersenang-senang hari ini . ayo buang kesedihan itu lalu bergati degan kebagian " ujar Erlangga


pria itu menyemangati istrinya agar ceria lagi


Erlangga dan Nerin masuk ke mall tersebut degan bergandengan tangan tak lupa juga Erlangga memakai Maskernya agar identitasnya itu tak di ke tahui oleh banyak orang Nerin juga sama memakai masker


" Mas aku laper , tapi makan di tempat seperti ini pasti nya kan mahal " ujar Nerin


" udah Jagan pikirkan harganya . lagi pula aku ingin mengabulkan semua keinginmu hari ini sebelum aku pergi " ujar Erlangga


Namun Nerin menyangka jika Erlangga akan meninggalkannya


" yang bener . baik lah . semoga kenangan terakhir ini berakhir sangat indah " jawab Nerin

__ADS_1


ada rasa tak rela masuk dalam benaknya walaupun belum ada rasa kepada suaminya namun rasa nyaman menyelimuti dirinya bila sedang bersama


Erlangga jelas bingung mendengar jawaban Nerin yang berfikir jika dirinya akan meninggalkannya


" is bukan itu maksudku sayang . nanti aku jelasin lebih detailnya oke " ujar Erlangga pria itu menangkap kedua pipi Nerin dan menatapnya dua bola mata indah dengan lebih intens


Jelas saja pipi Nerin bersemu merah ucapan Sayang yang di berikan pria yang berstatus suaminya itu terdengar sangat manis hingga ia tak bisa menahannya . Nerin melepas tangan Erlangga yang berada di pipinya . lalu ia membuang muka kesamping


Jelas saja Nerin saat ini sedang gugup serta detak jantung pun tiba tiba berpacu dengan cepat . entah apa rasa itu Nerin sendiri juga bingung


hingga Nerin tak bisa mengendalikan dirinya pada akhirnya Nerin pun memilih kabur meninggalkan Erlangga yang sedang tersenyum


" yang .....tunggu , masa aku di tinggal " triak Erlangga langkah kaki yang panjangnya itu semakin di percepat agar mudah menggapai Istrinya itu


setelah Erlangga mendapatkan Nerin Istrinya kini keduanya pun langsung saja masuk ke salah satu caffe yang berada di sana


beberapa saat kemudian keduanya pun keluar dari caffe tersebut memutuskan ke wahana permainan seperti yang di inginkan oleh Nerin


" yang sini dulu " ujar Erlangga menarik tangan Nerin untuk mengikutinya


" is mau kemana si , kan aku mau main " ujar Nerin sebel lantaran tangannya itu di tarik paksa oleh Erlangga

__ADS_1


" bentaran doang sayang " ujar Erlangga


pria itu memaksa istrinya masuk ke TOKO Perhiasan


" pilih sesukamu yang . semua juga boleh " ujar Erlangga sedikit merendahkan ucapannya


" becandanya jangan kelewatan dong Mas , masa semuanya sih " jawab Nerin dengan geleng kepala ucapan Erlangga bener bener tidak masuk akal . untuk apa pikirnya


" aku serius yang "


" is kamu tuh yah "


" cincin untuk kita biar aku yang akan pikirkan , ini khusus untuk kamu pakai dan jangan sampai di lepas oke " printah Erlangga tegas


tiba tiba aura tegasnya keluar . hingga Nerin merinding dan langsung menyetujui ucapan Erlangga suaminya


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2