Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 40


__ADS_3

selamat membaca


pria itu langsung saja menuntun sang istri mengajaknya ke ruang rawat yang istrinya tempati


sampai di ruangan , pria itu langsung saja mengajaknya naik di ranjang tersebut dan menuntunnya untuk merebahkan tubuhnya


tetapi ada rasa tidak nyaman , masuk di dalam dirinya rasanya bosan juga ingin merasakan kesejukan , di luar sana


" emm ... Ar , tapi aku bosen . boleh kah aku jalan jalan di sekitar sini . rasanya sangat tidak nyaman " Nerin akhirnya mengutarakan apa yang dirinya inginkan


" baiklah nanti setelah kamu , periksa oleh dokter " ujar Erlangga lembut


dia pun duduk di bibir ranjang yang di tempati sang istri kemudian ia memencet tombol yang berada di samping ranjang tersebut


" tapi janjikan " ujar Nerin berbinar juga ada rasa sangat senang


" iya "


Hening Nerin


" Ar .. " ujar Nerin tertahan gadis itu menatap pria yang berada di hadapannya , meneliti setiap inci garis wajah pria yang sedang bermain ponsel nya itu


" iya , ada apa sayang " jawab Erlangga tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel nya itu


" Ar " panggil Nerin lagi


baru saja pria itu akan mengakat wajah nya itu untuk melihat sang istrinya . tiba tiba pintu kamar tersebut dibuka , menampakan dokter serta kedua perawat


" simpan dulu semua pertanyaan yang berada di otak kamu sayang " ujar Erlangga mengacak puncuk kepala istrinya dengan gemes


Nerin manyun , tak terima mendengar ucapan Erlangga

__ADS_1


" udah , kan bisa bicara nanti setelah kamu di periksa "


" selamat pagi Tuan , Nona " ujar Dokter muda yang bernama Vian sembari membukuk


" em "


" pagi " Jawab Nerin


Nerin melihat Erlangga hanya menjawab seadanya mendadak kesel * ish kenapa jawabannya terasa menyebalkan sih " gumam Nerin lirih


* dari awal aku melihatnya juga nyebelin, tapi kenapa aku merasa tak asing " batin Nerin berperang dengan dirinya


walaupun Erlangga mendengar gumaman Nerin tapi ia tak menghiraukannya .


" Vian , kau periksa istri ku " ujar Erlangga


" baik Tuan "


Vian pun memulai apa yang di suruh Tuannya dia pun mempriksa kondisi Nerin


.


.


" Ar , ayo lah temani aku kesana " ujar Nerin manja mengunjang lengan Erlangga dengan penuh semangat


Entah kenapa tiba-tiba , dirinya bisa berbuat seperti itu . aneh emang tapi ia tak menggubris . yang ia inginkan sekarang ialah menuju ke kebun buah , yang terlihat sangat menarik


rengekan manja Nerin sang istri membuat nya bersemangat , pada akhirnya dia pun menyerah menyutujui . ke ingin sang Istri


" baik lah , tapi habiskan dulu makanan kamu " ujar Erlangga tersenyum lebar

__ADS_1


Nerin melihat lesung pipi milik Erlangga sesaat dia terhipnotis


* oh ,, ya Allah kenapa dia sangat tampan " batin Nerin


tanpa sadar gadis itu menggigit ujung jarinya hingga dirinya pun


" aaaa,,, " jerit Nerin melengking


" pria itu jelas saja panik , apa apan sih kamu sayang . sampai gigit jari kek gitu " ujar Erlangga meniup jadi istrinya


Wajah Erlangga sangat dekat dan itu membuat Nerin tak bisa berkutik . mendadak otaknya itu sudah berkalian kemana mana . karena mengagumi karya Allah SWT yang sangat sempurna ini


" kamu kenapa bisa setampan ini sih Ar . boleh gak aku cubit pipi kamu . gemes banget liat nya " Nerin jujur sembari mengelus pipi Erlangga


Erlangga jelas saja salah tingkah * apa ,, istri ku tadi memujiku . kenapa ucapan nya begitu manis " batin Erlangga tersentuh , seketika kedua pipi Erlangga itu bersemu merah


" Ar , kamu sakit " Nerin menempelkan punggung tangannya itu di dahi Erlangga


" tapi tidak panas " Nerin di buat bingung apa lagi melihat tingkah laku pria dihadapannya hanya diam diam dan tak merespon ucapan nya


para pelayan juga bodyguard yang ke betulan berad di bawah sana , melihat kedua pasutri yang berada di balkon pun merasa iri


" kau lihat , Nona bisa meluluhkan . gunung es yang membeku " ujar Anadi samping lala


" benar , bahkan aku baru melihat jika Tuan tak akan bisa tersenyum atau pun bertingkah konyol seperti itu . Tuan sangat menyayangi Nona " Lala menimpanya


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2