Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 67


__ADS_3

Dua hari telah berlalu , kondisi Erlangga perlahan membaik


Dua hari itu membuat Nerin sang istri kesel , tapi Nerin sendiri tak bisa menolak permintaan serta rengekan suaminya


Entah lah , menurut lebih baik dari pada menolak


Di lorong rumah sakit telihat ada 3 orang , satu pria dan dua orang wanita


Satu wanita itu sedang hamil besar , tapi diwajahnya itu terlihat sangat menyedihkan entah apa yang telah terjadi


ucapan wanita hamil itu sangat mengejutkan


Nerin dan Erlangga sangling beradu pandang , keduanya pun menggelengkan kepalanya


langkah keduanya pun berhenti , sangking penasaran Nerin pun mendengarkan semua ucapan yang di lontarkan wanita hamil itu terhadap wanita yang yang berada di samping pria yang di yakini suami dari wanita hamil itu


"sudah cukup aku tidak akan lagi menjadi orang bodoh , harus mengalah dan mengalah . jika kamu tidak bisa memilih lebih baik aku yang mundar " wanita hamil itu pergi dari hadapan suaminya dan wanita yang berada di sampingnya


Sempat pria itu akan mengejar istri namun si j **""Ng itu menghentikannya


" mas , aku ingin menolong wanita hamil itu , aku kasian mas " lirih Nerin agar suaranya tak di dengar oleh orang lain


Erlangga mengganguk , Nerin mengejar wanita hamil itu dan di ikuti Ana dan Lala


kemudian Erlangga mendekati suami wanita hamil itu


" sungguh perbuatan yang tak bermoral " ejek Erlangga sinis dengan tatapan tajam serta dingin


" siapa kau , ikut campur dengan urusan ku " bentak pria itu


Bodyguard yang mendengar pria itu membentak Tuanya pun tak terima dia melangkahkan kakinya

__ADS_1


Namun di tahan oleh Erlangga ia mengangkat satu tangan kanannya untuk menghentikan bodyguard agar mundur kembali


Di arah depan terlihat Deni yang sedang lari kecil menuju Erlangga


" Tuan apakah ada perlu bantuan saya " tanya Deni


Deni tau betul jika ekspresi Tuanya seperti itu , pasti ada yang tidak beres


" Tidak , aku akan menyelesaikannya . kau kejar istri ku aku takut akan terjadi sesuatu "


" baik tuan "


Deni pun pergi , Erlangga masih saja menatap dua orang tersebut dengan sangat tajam


" jika kau tidak ingin menyesal , jangan ulangi kesalahan lagi " ucap Erlangga meninggalkan tempat itu namun di tahan oleh pria itu


" memangnya anda siapa "


Erlangga melangkah menyusul sang istri di ikuti 6 bodyguard yang selalu menjaganya


" dia adalah Tuan muda Erlangga kau mengerti , sekaligus pemilik rumah sakit ini , jika kau ingin aman lebih baik kau cari tempat lain . satu lagi jika kau ingin bertengkar tidak di tempat ini .Karana tuan tidak suka mendengar orang bertengkar di wilayahnya " kata satu bodyguard yang membawa koper milik Erlangga


Sesampainya di lobby Erlangga tak melihat istrinya berada


" kemana si istri ku " Erlangga mengerutkan dahinya , saat tubuh kecil yang di yakini Nerin sang istri sedang membawa kantong plastik berisi makanan


Tentu saja Erlangga bingung kemana semua orang yang mendampinginya


Erlangga lari menuju sang istri yang berada di pinggir jalan raya


" sayang kamu lagi ngapain di sini " Tegur Erlangga yang berbeda tempat di belakang Nerin

__ADS_1


Nerin terperanjat saat suara familiar di telinganya , hampir saja ia tumbang degan sikap Erlangga langsung menangkap tubuh istrinya agar tidak jatuh


" a...." jerit Nerin membekep mulut nya sendiri " huffff" Nerin menghela nafas lega


Erlangga menyunggingkan bibirnya sedikit terangkat , dia terseyum kecil bener bener lucu pikirnya


" huh , kamu mas " Nerin memukul lengan suaminya dengan pelan


" kamu ngapain ada di sini , dimana dua pelayan itu dan Deni dimana dia . kok kamu bisa sendirian" cecar Erlangga nampak kesel lantaran , istri sendirian tanpa di dampingi siapa pun


" Maaf tuan saya tadi ke toilet " sesal Lala di belakang Erlangga dan Nerin hanya berjarak 5 langkah saja


" udah mas aku tadi haus dan Ana aku suruh temani wanita hamil itu " Nerin menunjuk arah Ana dan wanita hamil itu yang sedang duduk di kursi taman rumah sakit


" Lain kali jangan sendirian " Erlangga masih saja kesel terhadap Nerin sang istri , penjelasan istrinya tidak masuk akal menurutnya


Erlangga melipat kedua tangannya di depan dada , dia membuang pandangannya ke samping


" udah mas , aku minta maaf . oke oke aku tidak akan mengulanginya lagi . sungguh " Nerin mengatupkan kedua tangannya di depan suaminya di sertai senyum manis


" baik lah aku memaafkanmu , tapi tidak lain kali " kata Erlangga ia merengkuh tubuh istrinya rasa khawatir di dalam dirinya berangsur angsur menghilang


Dua mobil sudah berjejer rapi di samping Erlangga dan Nerin " ayo kita pulang" ajak Erlangga mengurai pelukannya


" Bentar mas , kamu tunggu di mobil aja mas sekalian ini bawa " kata Nerin menyerahkan kantong berisi air minum serta cemilan


" baik lah , jangan lama-lama sayang " kata Erlangga ia menerima kantong plastik itu kemudian ia masuk kedalam mobil


.


.

__ADS_1


Dua mobil masuk ke pekarangan bangunan besar milik Erlangga , dua pintu mobil itu terbuka degan bantuan dua bodyguard yang selalu mendampingi Tuanya


__ADS_2