
selamat membaca
" Hay nona ,, kenapa kau triak triak " bentak Aldi
Aldi yang baru saja mengantar para klien dia terperanjat saat Kinan berteriak , pada akhirnya dia pun mendekati Kinan yang sedang asik mengobrol dengan temanya , tapi tangannya itu terlihat sangat terampil mengelap dinding kaca
" ah , eh ,, maaf tuan , em tadi saya sedang kepikiran seseorang . jadi refleks teriak ujar Kinan terbata bata dengan kepala tertunduk
" huh " Aldi menarik nafas kasar mendengar jawaban Kinan tak masuk akal menurutnya "aih , kau ini . jangan kau ulangi lagi , tindakan mu itu sangat menggangu " ujarnya datar
Aldi pun berlalu meninggalkan tempat dimana Kinan dan Tisa sedang bekerja
"huff " Kinan menghela nafas lega * ah kenapa aku tidak bertanya saja dengan tuan Aldi ya , ah iya " gumam Kinan menyakinkan dirinya
" tapi dimana dia " batin Kinan mencari sosok Aldi , " ah itu dia " gumamnya Kinan pandangan menangkap sosok yang ia cari
saat Kinan ingin mengejar sekertaris Aldi , Tisa menghentikan langkahnya " Kin , kamu kenapa lagi "?? tanya Tisa
" Eh , aku pergi dulu sebentar ya " pamit Kinan berlalu mengejar sekertaris Aldi
Tisa tentu saja bingung , tapi dia tak bisa mengejar kinan takut , takut dirinya akan mendapatkan masalah
" ah , biarkan saja lah " gumam Tisa lalu ia melanjutkan pekerjaan yang hampir selesai
.
__ADS_1
.
.
sementara Kinan yang mengejar sekertaris Aldi pun terengah engah
" hah hah hah ,,, Tu .. tuan Aldi , tunggu sebentar " ujar Kinan setelah ia sampai tepat di belakang sekertaris Aldi dengan nafas yang tak beraturan
Aldi yang merasa di panggil pun berhenti dan memutar badannya menghadap gadis yang berada di belakangnya yang di yakini kinan
Aldi tentu saja bingung dia pun mengerutkan keningnya " ada apa lagi nona ?? tanya Aldi
setelah dirasa nafasnya sudah mulai normal Kinan pun menjawab pertanyaan sekertaris Aldi " begini tuan , saya hanya mau tanya . apakah teman saya sudah sadar atau bahkan sudah sembuh ?? tanya Kinan lirih takut pertanyaan itu akan di dengar banyak orang
" belum Nona , tapi lebih jelasnya . tanya saja sendiri kepada Tuan " ujar Aldi datar
"( )
saat Aldi akan menjawab pertanyaan Kinan derap langkah terdengar keluar dari arah pintu lift , jadi Aldi pun menghentikan perkataannya itu
Kinan langsung saja mengalihkan pandangannya , terlihat Erlangga yang keluar Kinan yang merasa ini kesempatan untuk mengetahui keadaan Nerin pun langsung saja menghampiri Tuan Presdir .
* kamu harus bisa kin " batin Kinan meyakinkan
" selamat siang Tuan " sapa Kinan dia pun membungkuk
__ADS_1
Erlangga yang melihat sahabat Istrinya yang menya pun berhenti
" ehemm " dehem Erlangga
" em ,, Tu ,Tuan . bagaimana keadaan Nerin temannya saya . ah maksud ku Nona Nerin ? tanya Kinan terba bata dan rasa gugup yang menyelimuti dirinya dengan kepala yang menunduk
" hem " Erlangga menarik nafas kasar " dia masih belum sadar juga " Jawab Erlangga dingin
sebenarnya Erlangga enggan untuk menjawab pertanyaan itu , namun dia tak ingin egois
" Hem ,, kau lihat saja sendiri , tapi kau harus berpakaian bersih , jangan sampai kau membawa kuman serta virus ujar Erlangga tanpa perasaan dan terdengar sangat kejam
* apa dia bilang aku virus, dasar bos gak ada akhlak , emang " batin Kinan mengerutu kesal
dengan tersenyum kecut Kinan pun menjawab " terima kasih Tuan , jika anda mengizinkan menjenguk Nona " jawab Kinan
" Den kau yang urus , kau antar besok " perintah Erlangga
" baik , Tuan akan saya laksanakan " jawab Deni
Erlangga langsung saja masuk ke dalam mobil nya , meninggalkan perusahaan miliknya menuju ke Mansion
.
.
__ADS_1
.
bersambung