
part 53
Sesampainya di kantin Nerin pun segera memesan makanan yang biasa Erlangga inginkan
Setelah Mendapatkan makanan Nerin membayar degan uang ia selipkan di saku kemeja
Gadis itu pun bergegas menuju lift lantai pangling atas yaitu 90 setelah memencet Nomor lift tersebut
Sesampainya di lantai itu , Nerin menuju Ruangan Presdir .
tok tok tok
Namun tak ada sahutan dari dalam membuatnya bingung
" masuk saja Nona , Tuan ada di dalam " ujar Aldi yang berada tepat di belakang Nerin
Nerin sangat terkejut Aldi tiba tiba saja di belakang dirinya . dari mana dia datang dan kenapa secepat itu
" astaghfirullah , sekertaris Al . kau buat ku terkejut " ucap Nerin mengelus dadanya
" eh maaf Nona " Aldi meminta maaf
Dia pun mendahului Nerin dan membuka pintu Presdir dengan hati hati , dan mempersilahkan Sang Nona masuk terlebih dahulu
__ADS_1
Terlihat dari ruang itu nampak kosong tak ada orang yang di dalam , entah mengapa Nerin teringat saat ia menuju kantin
Nerin bingung tapi ia menuju meja yang berada di sana dan menaruh kotak makan tersebut
Aldi pun bingung beberapa menit yang lalu ia juga mengetahui jika sang Tuan masih berkutat dengan pekerjaan tapi kenapa Ruangan kosong dan dimana Deni
Aldi merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya itu dan memencet nomor Deni
Namun nomor Yang di hubungi oleh Aldi tak menjawab sama sekali
Aldi tak menyerah dia pun masih saja menghubungi Deni , dia juga menghubungi beberapa bodyguard yang menemani tuanya
tetapi tak ada satu orang pun yang mengakat telfonnya itu
Nerin tiba tiba gelisah Dia pun mengutak Atik ponselnya itu untuk menghubungi Erlangga tetapi Nomor yang di hubungi tak aktif membuat Nerin bertambah gelisah
Sedangkan Aldi kembali menghubungi Deni , tapi kali ini nomor yang ada tuju tidak aktif membuat Aldi bingung .
Dia pun melacak Nomor Deni dan terakhir di titik atas gedung
.
.
__ADS_1
Sementara itu Erlangga yang mendengar sang Deddy terkena serangan jantung mendadak , panik dia buburu pergi dan memeriankan Deni untuk menyiapkan Jet pribadinya itu dengan cepat dia bahkan tak mengirimkan pesan ke Istrinya
Mansion Lawrence tempatnya Negara London jarak tempat ke negeri itu cukup terbilang lama , untung saja dia mempunyai Jet pribadi sendiri jadi cepat sampai . Jet itu mendarat degan sempurna di halaman yang cukup luas tempatnya di kediaman Lawrence
Erlangga begitu panik dia berlari agar di bisa sampai ke dalam mansion . mendengar jika penyakit Deddy kambuh dan mengabitkan pingsan , tak bisa di bayangkan bagimana persaan saat ini
para maid langsung menyambut Tuan muda dengan menunduk sebagai tanda hormat
Dia masuk kedalam lift menuju ruangan yang menghubungkan kamar Sang Deddy di rawat
Erlangga langsung saja mendaratkan bokongnya itu di bibir ranjang Deddy yang terbaring tak berdaya dengan kedua bola matanya itu tertutup sempurna
" apa yang terjadi sebenarnya Paman " Erlangga bertanya dengan suara rendah
" Tuan besar syok , setelah melihat ... " Azam selaku asisten Tuan besar pun menahan ucapannya tak bisa menjutkan ucapannya itu
" teruskan paman " ujar Erlangga lagi dia ingin sekali mendengarkan apa yang telah terjadi lebih detailnya
" ini tuan muda , lihat lah sendiri " Azam menyerahkan ponsel tuan besar ke tuan muda
Erlangga menerima ponsel itu , setelah ia menggeser tombol terkunci itu dia langsung memandang chart wa . betapa terkejutnya Erlangga melihat beberapa foto serta tes ke hamilan serta beberapa hasil USG
Membuat darahnya langsung mendidih , dia mengempalkan tangannya . sampai terlihat urat urat yang menonjol di kedua tangannya , mata tajam itu seperti mengeluarkan percikan api . dia merasa ingin mengabisi orang yang telah mengirimkan foto foto itu
__ADS_1
Dirinya tidak terima , siapa yang berani beraninya mengibarkan bendera perang