Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 82


__ADS_3

Selamat membaca


" coba kau katakan lagi sayang . Aku ingin mendengarnya . " kata Erlangga yang sudah kembali duduk di dekat Istrinya . sangat berharap sang istri mengulangi kata-katanya .


" tidak ada kata ulang . " kata Nerin tersenyum tipis di bibirnya , ia sengaja ingin menggoda Suaminya .


" Huff " Erlangga menarik nafas kasar , ia cemberut . Seperti biasa seperti anak kecil yang merajuk .


" ah sudahlah , buka mulut mu . " titah Nerin tak ambil pusing


Erlangga menurut membuka mulutnya membiarkan istrinya itu menyuapi dirinya .


Tok tok tok


" masuk " sahut Nerin mewakili suaminya yang sedang makan .


Gagang pintu kaca itu di dorong dengan pelan , oleh seorang yang masuk .


" Tuan 20 menit lagi , ada miting dadakan " Kata Deni memberi tahukan informasi yang membuat Erlangga menarik nafas kasar


Erlangga mengganguk mengiyakan ucapan Deni .


" kalo begitu saya permisi Tuan . " Deni keluar dari ruang bosnya itu menuju ruang kerjanya


.


.


Manik matanya tak lepas dari pekerjaan , entah sampai kapan ia bisa istirahat .


Rasa cape pun tak ia rasakan, karena memang dia sudah terbiasa .

__ADS_1


Dering telfon dari ponselnya mengalihkan pandangannya , dari berkas yang sedang ia pegang .


Terpangpang jelas dari layar ponselnya itu jika sang mommy yang menghubunginya


Dahinya berkerut , nampaknya ia bingung tidak biasanya mommy itu menghubungi dirinya.


Biasanya hanya mengirim pesan singkat , mengirim beberapa Foto untuk menghilangkan rasa rindu dari perempuan yang telah melahirkan dirinya.


" Ada apa Mommy menelfon ku . " kata Deni ia meraih ponselnya yang berada di samping tangannya


" hello , assalamualaikum .


" waaikumsalam , sayang kapan kamu akan mengunjungi mommy ? Nenek mu terus bertanya kepada . mommy , setidaknya kamu bisa meluangkan waktu mu hanya sebentar . " kata Mommy Tia


Deni menarik nafas pelan sebelum menjawab ucapan mommy nya


" Baiklah besok aku akan pulang . "


Sudah setengah tahun tidak berjumpa dengan sang putra rasanya begitu rindu .


walaupun ia tau jika pekerjaan putranya itu non stop tanpa berhenti .


Deni juga tidak pernah menolak jika Sang Mommy menyuruhnya pulang .


" iya Mom . akan aku katakan . assalamualaikum mom aku masih banyak pekerjaan " kata Deni mengakhiri obrolannya di sambung telfonnya itu . dengan jawaban waaikumsalam dari sebrang sebelum terputus


Deni meneruskan pekerjaannya , yang sedang menanti .


5 menit lagi jam miting tiba , ia harus kembali memberitahukan sang Tuan Muda


.

__ADS_1


.


" eh " Kinan berjingkrak kaget ketika punggungnya di pukul pelan dari seseorang


Kinan berbalik arah memastikan siapa yang telah berani membuat dirinya terkejut.


Tetapi keterkejutannya itu membuatnya tersenyum senang


" A... " Triak Kinan saat mengetahui siapa yang membuatnya terkejut


Kinan menubruk tubuh Nerin sangat sangat erat " duh Ner , aku sangat senang kau bisa menemuiku . Aku kira si bos mengurung mu . Seperti sebelum selumnya . " kata Kinan tanpa jeda


Nerin tersenyum geli melihat tingkah lucu Kinan , ia pun menjawab dengan tenang


" Tidak akan , lagi pula aku kan istrinya . Bukan tahanan "


Nerin mengajak Kinan di pojok gedung kantor di sana ada taman kecil cukup menarik .


Juga terdapat beberapa tanaman bunga yang memang sengaja di tanam disana . Menambah ke indahan .


" ini masih jam kerja Ner , aku tidak enak dengan yang lain . " kata Kinan menolak halus


" baiklah aku mengerti , kalo begitu aku juga membatu mu bekerja . " kata Nerin mengambil alih alat pembersih kaca .


" eh Ner , kamu tidak takut ?? jika Tuan muda memarahi mu ? "


Nerin tak memperdulikan itu Ia mulai mengelap kaca degan tlaten .


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2