
selamat membaca
Sementara Nerin meluapkan emosinya lagi ke Erlangga " kamu puas , seharian ini aku kelaparan karena ulahmu . dan bertemu orang yang selalu aku hindari . sekarang aku minta stop kau meningukiti ku Ar . pergi dari hadapan ku " bentak Nerin berapi api
setelah dirinya mengatakan peringatan itu Nerin langsung menyetop tukang ojek dan meninggalkan Erlangga dengan wajah sedih
setelah Nerin sudah tak terlihat lagi Erlangga merubah ekspresi nya menjadi datar nan dingin masuk kedalam lestoran tersebut dengan langkah kaki panjang dan langsung di sambut Deni sekertarisnya
Deni sangat tau jika tuannya itu pasti akan kembali
dan ada raut wajah yang mengerikan mata nyalang nya seperti menyala seakan ada percikan api disana dan siap akan membakar semua orang
buluku kuduk semua orang yang berada di dalam lestoran itu seakan berdiri dan berkedik ngeri
" siapa saja yang berani mengusik istri ku akan mendapatkan ganjaran setimpal . ini bukan pengeringan tetapi sebuah ancaman yang harus kalian semua ingat " ucap Erlangga tanpa ekspresi tak seimut tadi saat berada di dekat Nerin
mungkin wajah mengerinkan itu tak akan pernah terlihat oleh Nerin mungkin kelemahannya berada di sana
Erlangga menatap tajam Alen dengan sangat mengerikan
* gila bener gila , tadi dia seperti seekor kucing yang sangat manis tetapi setelah si murahan itu pergi sangat mengerikan " batin Alen mrinding meilihat ekspresi Erlangga yang mengerikan
" terutama kau . apa yang kau banggakan " Erlangga tersenyum sinis dan mengejek " CK ck hanya artis Abal Abal saja kau sangat bangga " ujar Erlangga lalu ia bangkit menuju keruagan miliknya merampungkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda
di kontrakan milik Nerin
" Alhamdulillah kenyang "
" is kakak . gak makan berapa hari sih " sindir Rian
Rian kesel melihat tingkah laku kakaknya yang merampas jatah makan malemnya
" nyebelin banget sih " grutu Rian
__ADS_1
" kamu kan bisa beli lagi . atau masak lagian kan kakak sudah laper banget . maaf yah " jujur Nerin
" emang kakak dari mana saja . ko sampai kelaparan . eh ko Abang gak ikut pulang " tanya Rian
" jangan tanya dia " ujar Nerin kesel
tok tok tok
Rian beranjak dari kursi dan melangkah kan kakinya menuju pintu
ceklek
" permisi apa benar ini rumah nona Nerin " tanya pengantar makanan lebih tepatnya pelayanan yang bekerja di lestoran milik Erlangga
" ia betul , ada keperluan apa mencari kakak saya ?? tanya Rian bingung
" tidak ada . saya hanya mengantar makanan yang tadi nona pesan " ujar pengantar makan pria
" tapi mana mungkin kakak saya membeli makan sebanyak ini " ujar Rian
" siapa dek ??? tanya Nerin di belakang Rian
" eh kakak , itu ada orang mengantar makanan katanya kakak yang pesan " ujar Rian
Nerin yang mendengar perkataan adiknya pun bingung tetapi saat melihat orang yang membawa makanan itu ia sedikit mengingatnya
" ini nona " pengantar makanan itu menyerahkan kotak berisi makan
" eh tapi kenapa sebanyak ini " ujar Nerin bingung
* pasti dia menghabiskan uangnya untuk membeli makan ini . kasian " batin Nerin
" hah ... jangan pikirkan . sudah lah terima kasih " ujar Nerin menerima kotak tersebut
__ADS_1
" sama sama nona , kalo begitu saya permisi "
* heran sama tuan kenapa bisa menemukan gadis seperti dia . padahal kan masih banyak gadis yang cantik . nama tempat tinggalnya seperti ini . tetapi aku melihat tuan sangat nyaman di dekatnya . apa mungkin itu yang namanya jodoh ya . ah masa bodoh lah " bantin pelayan tersebut
" ah iya "
Nerin menutup kembali pintunya dan menghampiri sang adik yang masih bingung
" kakak lagi banyak uang untuk membeli makanan sebanyak ini " tanya Rian
" tidak "
ucapan Kakak sontak membuat Rian kaget
" lalu "
" tak usah ditanya . kamu pasti tau "
" is kakak ini main tebak tebakan"
" tapi kenapa . Abang belum pulang juga kak ?
Nerin tak menjawab pertanyaan adiknya memilih mengmbil salah satu makanan tersebut dan menghabiskan nya
" is kakak ini "
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung