
Selamat membaca
siang hari
Di ruang istirahat tepatnya di ruangan ganti
Nerin membuka kotak yang di berikan Erlangga pagi tadi
" itu apaan Ner " ?? tanya Kinan saat melihat Nerin membuka sebuah kotak seperti kado
" entahlah , aku buka dulu " jawab Nerin gadis itu membuka kotak setelah kotak itu terbuka terdapat ponsel keluaran terbaru juga terbilang sangat mahal namun Nerin sendiri tidak tau
" wah ponselnya bagus banget Ner " jujur Kinan
Nerin mencoba menyalakan Ponsel . namun suara cacing di perut Nerin meronta ronta membuat Nerin memutuskan pergi ke warung biasa keduanya singgah disana
" kin makan yuk " ajak Nerin
" yuk " mengiyakan ucapan Nerin
keduanya pergi ke warung sebrang kantor
.
__ADS_1
.
.
" Ner kira kira kita akan di berikan hukum apa lagi ya . aku takut di pecat . apa lagi yang mau hukum kita itu langsung atasan loh lebih tepatnya pak Presdir " curhat Kinan sembari melahap makanannya
" hufff " Nerin menghela nafas kasar " ya kita jujur saja , seperti apa yang aku katakan ke tuan Aldi tadi . ya setidaknya kita bisa membela diri degan cara mengatakan itu . kita harus yakinkan itu . ah sudahlah itu pikirkan nanti saja .yang terpenting kita harus makan banyak agar kita bisa mengumpulkan energi dan bisa menghadapi masah nanti " Nerin menjawab apa adanya serta menyela ucapan Kinan yang berujung panjang
" ya deh , tapi kenapa bisa kamu terlambat . kamu gak habis begadangkan ??? tanya Kinan menyelidik
" hais , iya aku begadang sampai jam 2 lebih . ah sudah lah kalo aku mengingat malam tadi aku mendadak naik darah "jujur Nerin gadis itu di buat jengkel bagi mana bisa dirinya berpindah tempat
" hah " Nerin tepuk jidad lupa harus menghubungi Erlangga setelah membuka kotak dan juga penasaran bagaimana dengan keadaanya sekarang
" maaf tuan saya tidak sengaja . sekali lagi saya minta maaf tuan " Nerin menunduk
* hais apa aku akan mendapatkan masalah lagi . ah ceroboh banget kau Ner " grutu Nerin
Namun terdengar oleh pria yang berada di hadapannya . Erlangga menahan tawa apa yang di ucapkan istri kecilnya itu tetapi tak ada yang mengetahuinya karena tertutup wajah dingin nan datar
lalu Erlangga mengabaikan ucapan minta maaf istrinya itu dan berlalu meninggalkan lobby menuju ruanganya
Nerin menarik nafas lega dan mengulus dada sedikitnya masih ada rasa aman
__ADS_1
ltu semua di saksikan oleh banyak karyawan yang baru saja kembali makan siang
Sebagain orang merasa kasihan dan sebagainya menghina dan mencacinya namun di katakan hanya dalam hati
sedangkan Kinan yang menyaksikan tak jauh dari Nerin pun cemas tetapi rasa cemasnya di gantikan rasa lega ya walaupun sang bos tak menjawab ucapan maaf Nerin tetapi setidaknya masih ada rasa aman
" hah Ner kau masih aman . lagian kenapa sih harus lari lari kek tadi " omel Kinan setelah berada di samping Nerin
" tadi aku lupa mengabari seseorang dan sekarang dia sedang sakit aku juga merasa sangat cemas " Nerin jujur
" aku dulan y Kin "
Ucapan itu terdengar oleh sekertaris Deni yang baru saja masuk karena tadi ada barang yang tertinggal di mobil dan kejadian itu tak di ketahui oleh sekertaris Deni
* Hem nona mengkhawatikan tuan . apa Nona sudah mulai tertarik dengan tuan " batin Deni berlalu menuju ruang Presdir
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung