
Deru mobil beriringan memasuki bangunan megah yang di yakini mansion orang tua sekertaris Deni .
Kedua orang tua Deni berdiri di teras menyambut putra kesayangannya itu pulang .
Gurat wajah bahagia terpancar jelas dari dua orang tersebut . akhirnya hari ini putra nakalnya pulang juga .
4 mobil beriringan memasuki pekarangan yang begitu megah , Dan disambut beberapa orang pelayan yang bekerja di sana
Memang itu semua sudah direncanakan oleh Nyonya Tia selaku Nyonya rumah .
Deni keluar lebih dulu dari dalam mobilnya dan diikuti beberapa orang termasuk Erlangga dan Nerin .
Mengucap salam dan berjabat tangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" dasar anak nakal kalau tidak dihubungi kamu tidak akan pulang . " maki Nyonya Tia ke Deni putranya . Ketika ia mendapati Deni masuk kedalam kamar .
Deni hanya nampak biasa saja , mommy itu terlalu cerewet menurutnya .
__ADS_1
" untuk apa pulang jika harus menikah , tentu saja aku tidak mau dan aku bukan anak kecil lagi yang harus mengikuti perintah mommy ! " kata Deni tegas , ia melanjutkan mencari benda kenangan yang ingin ia bawa .
Tia menggelengkan kepalanya putranya itu sangat susah di atur , apa lagi jika menyangkut dengan namanya wanita . Sudah pasti akan di tolak mentah mentah. Dan berakhir tidak ada kabar .
" kamu tidak malu , sudah berumur masih sendiri . " kata Tia mendapati tatapan sengit dari Deni putranya . Tentu saja ia merasa kesal ia pun berkata
" tenang saja mommy ku yang cantik , aku pasti akan menemukan jodohku . Tidak akan lama lagi !." tegasnya penuh keyakinan .
Setelah berkata itu pun Deni melelang pergi , bergabung dengan teman dan bosnya itu . Yang sebentar lagi akan pamit.
Bercengkrama cukup lumayan lama . Dan perkenalkan dari semua orang . Pada akhirnya Erlangga pun berpamitan dari sang pemilik rumah .
" iya Erlang , trimakasih sudah Sudi mengunjungi kami . Sungguh kami sangat senang kehadiran mu di tempat kami . Kamu juga jaga kesehatan . Dan salam untuk Tuan Besar Lawrence . semoga sehat selalu " kata Tuan Hadi
" sama sama paman , salam mu akan aku sampaikan ke Deddy "
Setelah berpamitan yang cukup banyak drama juga ada guyonan yang membuat keluar itu . Merasakan binar bahagia . Tak lupa juga untuk berpamitan nyonya besar atau nenek Deni .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sore hari
" Mas aku boleh ya nemenin Rian malam ini . " Kata Nerin ketika melihat tubuh suaminya yang mendekati dirinya . Nerin sendiri sedang duduk di kursi sebelah brangkar Rian.
" Iya aku izinkan , lagi pula aku juga akan menemaninya." kata Erlangga tersenyum dan mengelus puncuk kepala Nerin dengan sayang .
" oh iya yang , lusa Rian akan di pindahkan ke rumah sakit Singapura . Sekitar jam 1 siang .
Nerin hanya menyahuti anggukan ,
" kamu benar tidak mau ikut ke acara pertunangan tuan Aldo ? "
" gimana ya , aku sangat bimbang saat ini . jika aku tidak ikut pasti suamiku akan di goda banyak lalat . tapi tidak datang huff . Batin Nerin kesal sendiri
" baiklah aku akan ikut !. " akhirnya Nerin menyutujui ajakan Suaminya Erlangga tersenyum senang
Hening pun kembali setelah percakapan tadi , Erlangga duduk di sofa panjang punggungnya ia senderkan . Jas yang melekat pada tubuhnya ia lepas juga dasinya. menyisakan kemeja berwarna biru tua
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
Bersambung