Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 38 tahap review


__ADS_3

Selamat membaca


sedangkan Erlangga pria itu mengelum senyum , melihat betapa cerianya Nerin sang istri begitu melihat pemandangan yang tak sengaja dirinya buat .


" Hem , ada untungya juga aku buat tempat ini "


Dia berhenti sebentar , berdiri di balik pintu yang tadi Nerin lewati


pria itu terkekeh geli saat melihat tingkah laku Sang istri seperti anak kecil


Dengan langkah panjang namun sangat pelan , agar gadis yang sedang duduk di salah satu ayunan itu serta di temani lampu lampu warna warni yang sangat cantik , tak mengetahui kehadiran dirinya .


" aku kira pergi kemana , eh ternyata kemari . disini udaranya dingin loh . apa lagi kamu itu baru saja siuman .. " ujar Erlangga terputus


sebab Nerin menoleh dan mendapati dirinya yang berada di tepat di belakang memakaikan selimut yang sengaja dirinya bawa tadi


terlihat dari raut wajah nya yang sangat terkejut


Nerin yang mendengar ucapan seseorang , dia refleks menoleh ke sumber suara tersebut tapi apa yang terjadi


cup


Nerin me****m singkat pipi Erlangga yang sebenarnya tak sengaja


membuat Erlangga mematung , sangat terkejut apa yang telah Li lakukan Nerin sang istri . tapi dalam hati nya itu tersenyum bahagia


" aaaa .. " triak Nerin dia turun di ayunan tersebut lalu meminta maaf , selimut yang berada di tubuhnya itu hampir saja jatuh


jika Erlangga tak langsung menahannya


tapi itu membuat Nerin gemetar tak karuan , takut takut pria itu akan marah kepada dirinya

__ADS_1


"ma,,ma ,,af kan ak ,, aku tidak sengaja " ujar Nerin terbata bata


Nerin mengatupkan Keduanya tangannya itu , sembari memundurkan langkahnya . untuk mengikis jarak pria yang di hadapannya


* kenapa b***r nya sangat lembut " batin Erlangga menyunggingkan bibirnya sedikit terangkat


" kenapa minta maaf , lagi pula kamu tak punya salah bukan " Ujar Erlangga menatap manik mata yang terlihat sangat panik juga ada rasa resah


Nerin sendiri sudah sangat takut , tapi ketakutannya itu setelah pria di hadapannya itu mengatakan berbeda apa yang dirinya pikirkan " tapi itu ,, itu ,, tadi , kamu kamu tidak marah " ?? tanya Nerin ragu ragu


" tentu saja tidak , itu hanya hal kecil . kau bisa memberikan itu lebih " ujar Erlangga


Nerin mendengar jawaban terakhir , pipinya langsung panas . seketika pipi itu memerah mendengar jawaban Pria di hadapannya .


Nerin semakin memundurkan langkahnya , bahkan dirinya tidak tau jika itu pembatasan kolam sehiy dirinya hampir saja terjebur


Set


Dengan jangtung yang berdebar Nerin mengusap pelan dadanya . hampir saja dirinya akan terjebur tapi untungnya ada tangan yang menarik nya agar dirinya tak jatuh


Detik berikutnya Nerin tersadar apa yang telah terjadi .


" Maaf " berkali kali kata Maaf itu lah selalu Nerin ucapan kan kepada Erlangga


" kenapa kamu selalu mengucapkan kata maaf terus menerus " ujar Erlangga yang masih saja menatap nites gadis di hadapannya


* apa yang harus aku lakukan , agar kamu mengingat ku * batinnya " Nerin istri ku , kau masih tak mengenali aku " tanya Erlangga satu kali lagi dengan suara yang sangat lembut


Nerin hanya Geleng-geleng tanda tak mengerti


Erlangga menarik nafas dalam-dalam , agar dirinya bisa menahan perasaan emosi yang akan mulai muncul " baik lah , mungkin kau melupakan aku . akan ku ceritakan , semuanya tentang kita . tapi kita masuk dulu " ujar Erlangga sangat lembut meraih pundak Nerin kali ini gadis itu menurut tak ada penolakan , mungkin ucapan pria yang di hadapannya itu benar . tubuhnya belum sepenuhnya setabil dan masih banyak banyak istirahat sepenuhnya

__ADS_1


Erlangga merangkul Nerin masuk kembali kedalam mansion


walaupun dalam hati Gadis itu masih ada rasa ragu , namun entah mengapa hati kecilnya itu tak bisa menolaknya


sesekali Nerin melirik , pria yang merangkul dirinya * kenapa aku tak bisa sepenuhnya menolak orang ini y " gumam Nerin samar samar


beberapa saat ke mudian keduanya sampai di kamar utama yaitu kamar milik Erlangga , dia tak membawa istrinya itu ke ruangan rawat lagi


" loh ko ko kesini ?? Nerin bingung


" ini kamar ku , yang akan menjadi kamu kamu juga " jawab Erlangga tanpa mengalihkan pandangannya ke arah istrinya itu yang sudah duduk di bibir ranjang


" tapi tapi ..."


" udah jangan pikirkan yang macam macam dulu , lebih baik kamu istirahat " sela Erlangga ia tau apa yang berada di otak istri nya itu


Nerin mengangguk patuh , kemudian ia berbaring dengan di bantu oleh Erlangga


" kalo mau apa pun bilang ke aku ya ujar Erlangga lembut sembari mengusap kepala Nerin dengan sayang


lagi lagi Nerin hanya mengguk , menurut * kenapa ucapan nya itu membuat ku , patuh sih . dia siapa sih . kenapa aku sama sekali tak mengingat nya " batin Nerin


beberapa saat kemudian gadis itu pun terlelap dalam damai


sementara Erlangga baru saja keluar dari kamar mandi dan menganti pakai nya


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2