
Selamat membaca
sedangkan Erlangga pria itu mengelum senyum , melihat betapa cerianya Nerin sang istri begitu melihat pemandangan yang tak sengaja dirinya buat .
" Hem , ada untungya juga aku buat tempat ini "
Dia berhenti sebentar , berdiri di balik pintu yang tadi Nerin lewati
pria itu terkekeh geli saat melihat tingkah laku Sang istri seperti anak kecil
Dengan langkah panjang namun sangat pelan , agar gadis yang sedang duduk di salah satu ayunan itu serta di temani lampu lampu warna warni yang sangat cantik , tak mengetahui kehadiran dirinya .
" aku kira pergi kemana , eh ternyata kemari . disini udaranya dingin loh . apa lagi kamu itu baru saja siuman .. " ujar Erlangga terputus
sebab Nerin menoleh dan mendapati dirinya yang berada di tepat di belakang memakaikan selimut yang sengaja dirinya bawa tadi
terlihat dari raut wajah nya yang sangat terkejut
Nerin yang mendengar ucapan seseorang , dia refleks menoleh ke sumber suara tersebut tapi apa yang terjadi
cup
Nerin me****m singkat pipi Erlangga yang sebenarnya tak sengaja
membuat Erlangga mematung , sangat terkejut apa yang telah Li lakukan Nerin sang istri . tapi dalam hati nya itu tersenyum bahagia
" aaaa .. " triak Nerin dia turun di ayunan tersebut lalu meminta maaf , selimut yang berada di tubuhnya itu hampir saja jatuh
jika Erlangga tak langsung menahannya
tapi itu membuat Nerin gemetar tak karuan , takut takut pria itu akan marah kepada dirinya
__ADS_1
"ma,,ma ,,af kan ak ,, aku tidak sengaja " ujar Nerin terbata bata
Nerin mengatupkan Keduanya tangannya itu , sembari memundurkan langkahnya . untuk mengikis jarak pria yang di hadapannya
* kenapa b***r nya sangat lembut " batin Erlangga menyunggingkan bibirnya sedikit terangkat
" kenapa minta maaf , lagi pula kamu tak punya salah bukan " Ujar Erlangga menatap manik mata yang terlihat sangat panik juga ada rasa resah
Nerin sendiri sudah sangat takut , tapi ketakutannya itu setelah pria di hadapannya itu mengatakan berbeda apa yang dirinya pikirkan " tapi itu ,, itu ,, tadi , kamu kamu tidak marah " ?? tanya Nerin ragu ragu
" tentu saja tidak , itu hanya hal kecil . kau bisa memberikan itu lebih " ujar Erlangga
Nerin mendengar jawaban terakhir , pipinya langsung panas . seketika pipi itu memerah mendengar jawaban Pria di hadapannya .
Nerin semakin memundurkan langkahnya , bahkan dirinya tidak tau jika itu pembatasan kolam sehiy dirinya hampir saja terjebur
Set
Dengan jangtung yang berdebar Nerin mengusap pelan dadanya . hampir saja dirinya akan terjebur tapi untungnya ada tangan yang menarik nya agar dirinya tak jatuh
Detik berikutnya Nerin tersadar apa yang telah terjadi .
" Maaf " berkali kali kata Maaf itu lah selalu Nerin ucapan kan kepada Erlangga
" kenapa kamu selalu mengucapkan kata maaf terus menerus " ujar Erlangga yang masih saja menatap nites gadis di hadapannya
* apa yang harus aku lakukan , agar kamu mengingat ku * batinnya " Nerin istri ku , kau masih tak mengenali aku " tanya Erlangga satu kali lagi dengan suara yang sangat lembut
Nerin hanya Geleng-geleng tanda tak mengerti
Erlangga menarik nafas dalam-dalam , agar dirinya bisa menahan perasaan emosi yang akan mulai muncul " baik lah , mungkin kau melupakan aku . akan ku ceritakan , semuanya tentang kita . tapi kita masuk dulu " ujar Erlangga sangat lembut meraih pundak Nerin kali ini gadis itu menurut tak ada penolakan , mungkin ucapan pria yang di hadapannya itu benar . tubuhnya belum sepenuhnya setabil dan masih banyak banyak istirahat sepenuhnya
__ADS_1
Erlangga merangkul Nerin masuk kembali kedalam mansion
walaupun dalam hati Gadis itu masih ada rasa ragu , namun entah mengapa hati kecilnya itu tak bisa menolaknya
sesekali Nerin melirik , pria yang merangkul dirinya * kenapa aku tak bisa sepenuhnya menolak orang ini y " gumam Nerin samar samar
beberapa saat ke mudian keduanya sampai di kamar utama yaitu kamar milik Erlangga , dia tak membawa istrinya itu ke ruangan rawat lagi
" loh ko ko kesini ?? Nerin bingung
" ini kamar ku , yang akan menjadi kamu kamu juga " jawab Erlangga tanpa mengalihkan pandangannya ke arah istrinya itu yang sudah duduk di bibir ranjang
" tapi tapi ..."
" udah jangan pikirkan yang macam macam dulu , lebih baik kamu istirahat " sela Erlangga ia tau apa yang berada di otak istri nya itu
Nerin mengangguk patuh , kemudian ia berbaring dengan di bantu oleh Erlangga
" kalo mau apa pun bilang ke aku ya ujar Erlangga lembut sembari mengusap kepala Nerin dengan sayang
lagi lagi Nerin hanya mengguk , menurut * kenapa ucapan nya itu membuat ku , patuh sih . dia siapa sih . kenapa aku sama sekali tak mengingat nya " batin Nerin
beberapa saat kemudian gadis itu pun terlelap dalam damai
sementara Erlangga baru saja keluar dari kamar mandi dan menganti pakai nya
.
.
.
__ADS_1
Bersambung