
Hingga pukul 23.10 menit Erlangga masih terjaga .
Namun , detik berikutnya dia tersenyum tipis . Biarkan saja , toh selama ini Aldi bisa menanganinya dengan baik .
Ke Esokan harinya
Erlangga membawa kembali istrinya ke diamanya .
Setelah berpamitan dengan paman , bibi dan beberapa orang yang memang masih kerabat istrinya .
...****************...
Manik mata Nerin melotot , saat melihat sebuah foto masuk kedalam nomor whasappnya .
Dia baru saja masuk ke kamar , Di mansion
Entah apa yang di fikiranya saat ini , mendadak ia menjadi pusing . Untuk mengendalikan dirinya dia pun melangkahkan kakinya gontai menuju ranjang . Dia merebahkan tubuhnya dengan perlahan
" Ya allah , cobaan apa ini ." batin Nerin , tenggorokannya langsung tercekat . Dia merasa di permainkan , ingin sekali menangis saat ini juga . Namun ia harus bisa menahanya .
" aku tidak boleh percaya apa yang baru saja aku lihat , mungkin saja hanya orang iseng . " Nerin berbicara sendiri . Meyakinkan dirinya , untuk tidak berfikir buruk tentang suaminya .
Nerin sendiri memilih percaya kepada ucapan suaminya , yang mengatakan jika dia . Akan menuju ke perusahaan .
" Aku percaya mas . " ucap Nerin tersenyum , melihat foto Erlangga di layar ponselnya , bersama dengan dirinya .
Ting
Ting
Ting
Tiga pesan wa masuk kedalam ponsenya , Nerin membuka dengan hati yang berdebar . Dia memejamkan matanya lalu membuka matanya dengan perlahan . " Bismilah , semoga bukan kabar buruk lagi yang aku terima . "
Tes tes tes
Air mata Nerin turun dengan begitu derasnya .
" Ya allah apa ini . Ternyata benar , mas Ar kamu menghianti ku . " Nerin tidak bisa lagi menahan tangisnya
Ting
__ADS_1
Ting
Ting
Tiga foto dan kata ( Aku harap kamu bisa mengerti keadaan ku , tolong jangan pisahkan ayah dan anak . )
" ya allah , aku harus apa . Apakah aku harus meninggalkan suamiku . Tapi , anak itu butuh sosok ayah ." kata Nerin di tengah isak tangisnya .
Dia tidak membalas satu pun pesan itu .
Nerin mencoba menghubungi nomor , Suaminya . Ia ingin meminta penjelasan .
Namun , nomor suamaminya tidak aktif . Tetapi ia tidak menyerah , beberapa kali ia mencoba menghubunginya .
" asisten Deni ." batin Nerin dengan cepat , ia pun mencari nomor kontak asisten Deni .
" Halo , Assalamu'alaikum Nona ." kata Deni
" waalaikum salam , Deni . Apa kamu sedang bersama Suamiku . " kata Nerin
" Tidak , nona . Saya sedang di kantor . Tuan tadi pergi bersama dengan Aldi . " kata Deni apa adanya .
" oh begitu ya , ya sudah . Aku tutup Den ." kata Nerin sedikit merasa kecewa . " Baiklah aku hubungi sekertaris Aldi ."
" Hallo Nona , Assalamu'alaikum ." sapa Aldi
" waalikum salam Al , apa kau sedang bersama dengan suamiku ." kata Nerin tanpa basa basi .
" iya benar Nona , saya Dengan tuan . Tuan berada di toilet sekarang . " kata Aldi jujur
" Sedang dimana sekarang ? tanya Nerin lagi , dia tidak menjawab melainkan bertanya lagi .
" Di rumah sakit Harapan Nona ."
" trimakasih Al , assalamualaikum ." kata Netin memutuskan Sambungan telfonnya . Tanpa menunggu di sebrang menjawab salamnya .
Nerin bergegas ke kamar mandi menguyur tubunya agar lebih segar . Walapun , tubuhnya tidak baik baik saja . Namun ia mersa Tubunya lebih fers dengan cara di guyur .
Di dalam otak kecilnya , tidak berfikir dengan benar . Pikiranya melayang membayangkan , sang suami sedang bersama seseorang .
Apa lagi ada bayi mungil di sampingnya , dia harus melihat dengan jelas .
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Nerin sudah rapi .
" Jika benar , aku akan pergi . Seperti dulu ." Batin Nerin . " Tapi Rian bagimana . Ku pikirkan nanti saja lah . "
Nerin Keluar dari mansion menuju rumah sakit Bersama . Hasan supir pribadinya .
" San Aku kedalam . Kamu tunggu di sini saja . " kata Nerin sembari tersenyum .
" baik Nona ." Jawab Hasan mantap .
Nerin turun dari mobil masuk ke Rumah sakit dengan persaan tidak karuan .
Dia merogoh tasnya mengambil masker . " aku tanya saja dengan suster itu ." batin Nerin dia berjalan menuju Suster penunggu
" permisi sus , apakah ada pasien bernama Nona Andin ? tanya Nerin hati hati .
" Nona siapanya , pasien .? " suster tersebut tidak menjawab melainkan bertanya .
" Bagaimana ini . " batin Nerin , " apakah aku harus berbohong . " saya , adik kandungnya Sus . saya baru saja tiba di kota ini . " kilah Nerin
" wah menabjubkan ." batin Nerin tersenyum samar
" oh , kalo begitu saya antar nona . Mari ." Kata Suster tersebut dengan sangat sopan .
Nerin mengikuti langkah kaki suster tersebut , menyelusuri lorong rumah sakit . lalu naik lift
Setelah sampai , tiba tiba manik matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal .
Ternyata benar , seluruh tubuhnya membeku ia mematung menatap lurus pria sedang berbicara dengan wanita .
" Nona , saya permisi ." kata Suster tersebut .
Nerin hanya bisa mengangguk tanpa mengucap kata kata .
Sedangkan Erlangga , dia menengok arah ketika mendengar seseorang berbicara .
Deg
" sayang . " kata Erlangga , sedikit terkejut melihat istrinya .
SAtu part lagi selesai , novel ini akan berlanjut di cerita yang baru . Dengan judul yang berbeda .
__ADS_1
Trima kasih atas dukunganya .