SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
BENTROKAN TIGA WANITA


__ADS_3

April dan Sinta berjalan sambil berbincang, sementara itu dengan jalan tertatih dan sedikit ketakutan lalu BRAK.



Intan menabrak sebuah troli makanan yang sedang dibawa oleh salah satu petugas rumah sakit, suara keras itu membuat semua orang yang ada di sekitar sana melihat ke arah suara lalu memandang heran pada seorang wanita yang menabraknya yaitu Intan.



Intan menundukkan tubuhnya sedikit sambil meminta maaf pada semua, dia merasa malu juga merasa sangat bodoh, untuk apa juga dia merasa takut toh Raya tidak bisa jalan dan tidak mungkin juga dia bisa berkeliaran di lorong rumah sakit. Intan akhirnya menghela nafas panjang agar dia merasa lebih tenang, kini langkahnya pun diperlambat.



April dan Sinta mendengar suara kencang itu karena mereka berada di lorong sebelah, April ajak Sinta untuk melihat apa yang terjadi. Mereka saling pandang dengan kening yang sama dikerutkan saat mereka melihat sosok wanita yang sedang meminta maaf pada orang sekitarnya.



“Itu bukannya …,” seru April yang tidak dilanjutkan karena Sinta sudah langsung berikan responnya dengan anggukan kepala.



Mereka tahu jika Intn bersama Raya malam itu dan saat ini dia sudah keluar dari rumah sakit namun saat melihat langkahnya yang tertatih April jadi sedikit bertanya, apa dia memang benar keluar atau melarikan diri melihat dia jalan dengan raut wajah yang ketakutan.



April bergerak menyusul kemana arah wanita itu pergi, Santi berusaha untuk menghentikan April namun dia malah tarik tangan Santi agar mengikuti langkahnya. Intan tidak sadar jika dia diikuti oleh April juga Santi sampai April memanggil namanya dan berhasil membuat langkah wanita itu berhenti lalu memutar badan.



‘Kenapa mereka ada disini?’ batin Intan dengan raut wajah terlihat sedikit tegang.



“Wah, wah sudah sembuh rupanya, tapi kenapa buru-buru banget keluar dari sini apa ada sesuatu yang mau dihindari,” ejek April terlihat jelas dari ucapan serta mimik wajahnya.



Senyum tipis terlihat di wajah Intan yang terlihat sedikit terpaksa, “Apa maksud kamu, aku sudah boleh keluar dari sini karena keadaanku yang memang sudah membaik, semua rekam medisnya sudah ada di tanganku jadi untuk apa aku lama-lama berada di tempat seperti ini,” jawab Intan yang dilihat April sedikit sombong.


__ADS_1


“Emm begitu yah, lalu apa kamu sudah menjenguk teman yang bersama dengan kamu di kecelakaan itu, apa kamu tidak merasa khawatir atau mencari tahu bagaimana kondisinya,” ujar April dan Santi hanya diam dengan mata yang tetap menyorot tajam pada Intan.



Ada rasa cemburu dalam dadanya dan itu terasa sangat sesak, apalagi saat di kepalanya membayangkan jika suami tercintanya bermain juga bermanja dengan wanita yang ada di depannya saat ini.



Santi ingin mengeluarkan banyak pertanyaan tetapi entah kenapa dia merasa jika lidahnya menjadi kelu dan suaranya tidak keluar dari dalam tenggorokannya.



“Aku tidak ada urusan lagi dengan Raya, aku sudah menanyakan kondisinya pada perawat yang menanganinya dan aku rasa itu sudah cukup bukan!”



“Oh iya aku lupa, aku lupa kalau urusan kalian hanya di ranjang saja dan setelah semua kelar dan duit sudah di tangan urusan selesai, bukan begitu!”



Intan merasa panas mendengar semua ucapan April sedari tadi, dia merasa jika dia berada lama disana sepertinya dia tidak akan sanggup untuk menahan emosinya lebih lama dengan semua sindiran juga ucapan miring April padanya.




April tidak suka dikatakan jika dia cemburu dengan Raya dan Intan, dia lalu selangkah mendekat dengan sorot mata tajam yang siap menusuk ke jantung Intan.



“Apa kamu bilang, cemburu sama Raya,” tandas April lalu tertawa, “tahu apa kamu soal aku, berapa banyak dia cerita kebohongan padamu, apa saja yang dibilang Raya soal kami, yah sudah pasti yang jelek semua sih, paham banget aku akan hal itu dan kamu adalah wanita bodoh selanjutnya yang masuk perangkap dia,” ujar April.



“Maaf tapi itu tidak akan terjadi, aku tidak akan seperti kalian,” jawab sombong Intan yang membuat April kembali naik level emosinya.



Wajah April memerah dan Sinta bisa melihat itu, dia tidak mau jika April mengeluarkan amarahnya dan akan menimbulkan keributan. Mencegah hal itu terjadi Sinta menarik tangan April menjauh dari Intan dan dia yang kali ini berdiri di hadapan Intan namun bukannya takut atau malu wanita itu pasang wajah yang siap berperang.

__ADS_1



Dengan wajah tidak gentar yang membuat April makin geregetan dia berkata pada Sinta yang saat itu masih menatapnya dalam diam, “Kenapa, apa kamu pikir saya akan takut saat kamu melihat saya seperti itu, maaf sayangnya tidak,” ucap Intan yang membuat April bergerak maju namun kembali ditahan oleh Sinta.



“Aku tidak akan merasa bersalah sedikitpun padamu Santi karena aku tidak menggoda suami kamu tetapi Suami kamu lah yang datang sendiri padaku,” kembali dia menjawab.



“Iya lah, itu kan pekerjaan kamu, dasar wanita panggilan,” ketus April yang tidak di respon Intan karena memang itu benar adanya.



Santi mengatakan jika dia tidak pernah menyalahkan Intan sebab dia sudah tahu bagaimana suaminya, dan dia juga berkata agar Intan tidak perlu khawatir masalah itu. Santi mengatakan jika dia akan menggugat cerai Raya, dia mengatakan itu ingin melihat reaksi Intan.



Hanya senyum tipis terlihat di wajah April, “Lalu maksud kamu apa mengatakan hal ini padaku?” tanya Intan yang sepertinya tau ada maksud tersembunyi di balik semua ucapan Sinta saat ini.



“Apa kamu tidak ingin menggantikan posisi aku!” Ucap Sinta yang membuat April tertawa.



“Halo, apa kamu gila yah Sin, mana mau aku menggantikan posisi kamu sedangkan saat ini saja Rya sudah tidak berdaya, dia lumpuh dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan orang yang tidak berguna, jadi simpanannya saja sekarang aku tidak mau!”



April bertepuk tangan dan mengacungkan jempol pada Intan yang dia pikir pintar, senyum sombong terlihat di wajah Intan lalu pergi meninggalkan dua wanita cantik tersebut. Mereka melanjutkan kembali jalan mereka menuju ke ruangan Raya, sampai disana ternyata Raya sedang melakukan cek rutin.



Setelah dokter selesai dan sedikit bicara dengan Sinta barulah sinta dan April mendekati Raya yang saat itu terlihat tidak seperti kemarin. Mereka saling tatap dan bicara dengan mata seolah berkata apa mungkin saat ini Raya sudah menerima kenyataan.



“Apa kamu sudah lebih baik saat ini Mas?” tanya serta sapa Sinta.

__ADS_1



“Apa kamu tetap akan melanjutkan gugatan kamu Sin?” tanya Raya balik yang membuat semua wanita itu sedikit terkejut.


__ADS_2