
"Jujur saat ini aku tidak ada yang ingin dibeli sih Pril, kita makan aja dulu yuk, mungkin setelah makan dapet inspirasi mau beli apa," jawab Vivi yang membuat April tertawa.
Dua wanita itu berkeliling mall untuk mencari tempat makan yang saat ini ingin mereka makan, Vivi sedang ingin makan yang pedas-pedas ternyata hal yang sama juga diinginkan oleh Apri, Jadi mereka mencari tempat makan yang membuat mereka merasa segar karena makan makanan yang pedas nanti.
Ada masakan Jepang di sana akhirnya mereka membeli masuk ke restoran tersebut karena ada ramen, Vivi sudah membayangkan jika ramen itu pedas bagaimana nikmatnya. Mereka benar benar pecinta pedas, dua wanita itu malah adu pedas agar makan kali ini sedikit berbeda.
Sementara itu Raya dan keluarga kecilnya masih berada di cafe yang tadi tempat mereka bertemu, setelah kepergian Chiko dan April mereka tetap di sana untuk menikmati weekend mereka kali ini. Jika terus bermain dengan Arya sementara dan Mamanya lebih memilih menikmati waktu dengan berbelanja.
Sesekali terlintas bayangan saat tadi Chiko datang kala dirinya hendak menyentuh April, merasa kesal saat itu kembali datang jika terbayang kejadian yang tadi. 'Kenapa dia selalu saja berada di sisi April belakangan ini, apa dia segitu cemburunya sama aku sampai harus begitu protektif pada April.' Benak Arga dengan senyum menyeringai penuh percaya diri.
Menjelang malam mereka baru menyelesaikan aktivitas mereka di dalam mall besar itu, sebelum pulang Raya mengajak mereka dulu makan malam supaya sampai rumah hantu mereka bisa langsung beristirahat dengan tenang.
Chiko dan Dito sudah satu jam mereka berdiskusi masalah pekerjaan, namun sepertinya masih tetap akan berlanjut terlihat dari wajah mereka yang masih sangat serius menatap layar laptop dan beberapa berkas yang terkadang mereka bolak-balik.
Karena setelah jam yang ditentukan Chiko belum memberikan kabar, akhirnya April dan Vivi kembali menemui mereka, namun saat melihat mereka masih sangat serius akhirnya April mengatakan sebaiknya mereka berbelanja kembali.
"Ya ampun Pril, ini tuh bener hari yang bikin gua selalu senang. Gimana gak coba, para pria yang sangat bertanggung jawab dan pengertian itu sibuk dengan pekerjaan mereka, sementara para wanitanya malah disuruh shopping, gimana gua mau berpaling dari Dito coba kalau begini," gurau Vivi lalu tertawa.
__ADS_1
"Emang lo ada niat untuk melakukan hal itu?"
"Jujur gak ada sama sekali sih, tapi saat awal hubungan dengan dia yang seperti tidak peduli sama gua, kala itu sempat kepikiran juga, tapi Dito terus kasih gua pengertian tentang pekerjaannya, malahan gua di ajak biar dia tahu bagaimana, benar apa nggak apa yang selama ini dia ucapkan," ungkap Vivi.
"Emm, bagus lah kalau gitu, para pria memang selalu bekerja keras untuk kita, untuk membahagiakan kita, itu pria yang bertanggung jawab, beruntung kita dapat pria seperti itu,"
"Iya, benar sekali, semoga saja hubungan kita berempat langgeng sampai nikah, punya anak dan menua bersama."
April mengamini ucapan Vivi tersebut, saat mereka ngobrol sambil terus berjalan mencari barang yang menarik menurut mereka, akhirnya mata mereka melirik kepada sebuah toko sepatu. Mereka pun sepakat untuk masuk ke sana dan memilih beberapa barang untuk dibeli, jika ternyata barang itu memang ada yang cocok.
Setelah tiga jam dan setelah mereka mulai menikmati berbelanjanya, ponsel April akhirnya berbunyi dengan nama Chiko yang menghubungi. Setelah dijawab April mengatakan agar mereka berdua segera kembali dan membawa makanan yang dipesan oleh Chiko.
Mereka berkumpul kembali, obrolan seru pun terjadi dengan empat orang yang sedang dilanda cinta tersebut, sang wanita saat ini Vivi sudah sangat bucin dibuat oleh Dito sedangkan hubungan April dan Chiko masih berada di tengah-tengah dan masih abu-abu.
Dalam perjalanan pulang April bertanya, mau pulang kemana Chiko saat ini. "Kita pulang di rumahku saja, ada beberapa berkas yang harus aku ambil," jawab Chiko.
"Tapi kan besok kerja Chik, aku gak ada pakaian ganti, sama alat kerjaku juga," balas April.
"Kita kerumah kamu dulu deh, ambil barang yang diperlukan untuk besok kerja, setelah itu baru ke rumah aku,"
__ADS_1
"Ah bikin males, sudah malam ini kita masing-masing saja, kamu antar aku ke rumah setelah itu kamu pulang,"
"Tanpa bawa kamu!" Seru Chiko yang dijawab anggukan kepala oleh April.
"Gak seperti itu, pokoknya aku mau seperti apa yang sudah aku bilang awal tadi titik," tukas Chiko yang membuat April menghembuskan nafas panjang, dan pasrah dengan apa yang dimau Chiko.
Chiko melaju cepat ke arah rumah April, sampai di rumah itu April bergegas merapikan barang-barang yang akan dibawa ke rumah Chiko. Pakaian kerja serta alat kantornya dan sedikit make up dimasukkan, setelah itu April langsung masuk kembali ke mobil Chiko.
Saat mobil Chiko berada di pertengahan gerbang rumah April, ada satu kendaraan yang juga mencoba masuk ke halaman rumah itu, April merasa mengenali kendaraan tersebut, dalam tatapannya April tahu jika Chiko seolah bertanya siapa itu.
April mengangkat sedikit kedua bahunya, 'Ada apa dia datang kesini!' Barin April, dia tidak ingin mengatakan pada Chiko jika itu adalah Raya. Pria itu mundur dengan kendaraannya dan membiarkan Chiko maju.
Chiko tidak bisa jelas melihat wajah pria itu karena memakai topi dan masker, namun dia tahu jelas jika itu adalah Raya. Tatapan kesal terlihat di wajah Raya, dia memukul stir kendaraan itu sedikit kencang, "Percuma tadi aku langsung pergi saat Santi dan Arya sampai rumah, berharap bisa bertemu April taunya dia malah bersama Chiko," gerutu Raya.
Dia putar balik arah kendaraannya, lalu meluncur dengan dirinya sendiri tak tahu mau kemana, yang pasti saat ini Raya masih belum ingin pulang. "Mau kemana juga mereka sudah malam seperti ini." Kembali Raya berkata, dalam pikirannya masih saja terlintas saat bertemu dengan April dan Chiko tadi.
Seseorang menghubungi, Raya menjawab sambungan telepon itu. Ternyata dari salah satu teman bisnisnya, mereka basa basi sementara, setelah beberapa saat temannya ajak Raya untuk menikmati malam bersamanya juga beberapa teman yang lain.
__ADS_1
Merasa dia sedang butuh hal yang membuat moodnya baik, pria itu langsung menyetujui untuk ikut bersama mereka. Raya meluncur ke tempat yang sudah di beritahukan padanya, sebuah klub malam yang memang sempat beberapa kali dia datangi.