SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
MASIH INGIN


__ADS_3

Santi menggoda Raya yang sedang tidak mood malam ini, namun sentuhan jari Santi yang terus menyusuri dada bidang Raya membuat lama-kelamaan dirinya terpancing juga. Raya tergoda dengan sentuhan Santi, juga bisikan lembut di telinganya yang membuat bulu kuduk Raya bergerak berdiri serempak.



Jari lentik Santi yang sedang menari lembut dihentikan gerakannya oleh tangan Raya, lalu dia mulai menggeser tubuhnya dengan posisi miring dan mendekatkan tubuh Santi agar menempel ke tubuhnya. Wanita itu harus menerima akibat perbuatan dirinya, yang sudah menggoda Raya sampai akhirnya pria tersebut merasa bergairah.



Raya melakukan tugasnya malam ini sebagai seorang suami, begitu pula dengan Santi yang melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Dia melayani suaminya dengan lues dan penuh rasa, malam ini Raya dibuatnya merasa seperti raja yang dilayani oleh sang ratu, Santi benar-benar membuat servisan yang sangat memuaskan untuk Raya.



Raya benar-benar terkapar dibuat Santi, sampai dia tidur dengan sangat nyenyak hingga pagi tiba, bahkan mungkin dia tidak akan terbangun jika tidak dibangunkan oleh sang istri. Sore ini Santi akan kembali bertemu dengan April, April akan menemani Santi menemui beberapa orang yang harus ditemuinya untuk acara ulang tahun Arya nanti.



Kali ini Santi tidak membawa anak itu setelah mendengar ucapan Raya semalam, dia membiarkan Arya bermain di rumah bersama Oma Opa nya, dia tidak ingin Raya kembali marah karena Arya bertemu dengan Chiko nantinya.



Wanita-wanita itu bisa menyelesaikan pekerjaannya hanya dalam waktu tiga jam, pukul tujuh lewat tiga puluh malam mereka sudah selesai menemui beberapa orang untuk acara nanti. Karena Chiko tidak bisa menjemput April kali ini, maka Santi mengajak April untuk bermain sebentar ke rumahnya dan dia berjanji pulangnya nanti akan diantar oleh sang sopir.



April tidak bisa menolak keinginan Santi karena dia juga merasa sedikit rindu dengan Arya anaknya Raya, dia merasa sudah sangat dekat dengan anak itu karena anak itu memang sangat menggemaskan. Sampai di rumah itu April disambut hangat oleh keluarga Santi terutama oleh Arya, anak itu berteriak keras saat melihat kedatangan April di rumahnya.



"Tante!" Teriak Arya sambil berlari menghampiri April.



"Ah senangnya bisa ketemu kamu lagi, anak ganteng anak baik," seru April sambil memeluk Arya.



"Wah Mamah seneng deh kamu ternyata mau main lagi kesini," ujar Mama sambil berjalan mendekat.



"Kalau sempat aku main Tante, halo apa kabar," jawab dan sapa hangat April.



"Ah ini aku culik saja dia Mah, kalau enggak mana sempat dia kesini," sindir Santi yang membuat April sedikit malu.



Mamah menanyakan keberadaan Chiko, April lalu menjelaskan kenapa dia bisa datang kerumah besar itu. Mama menyayangkan ketidakhadiran Chiko, karena dengan sangat jujur Mama mengatakan jika dia menyukai ketampanannya, hal itu membuat Mama di tegur Santi.


__ADS_1


Mereka tertawa bersama, Santi lalu minta semuanya untuk menghabiskan waktu di ruang tengah. Arya tidak mau lepas dari April, anak itu terus mengajaknya bermain. Dia juga menanyakan keberadaan Om yang sangat dikaguminya itu.



Sedikit rasa kecewa terlihat diwajah anak itu, dia ternyata sangat berharap bisa bertemu lagi dengan Om Chiko. Mama mengajak makan bersama, namun sayang April dan Santi sudah makan diluar tadi, jadi saat ini mereka hanya saling bersenda gurau.



Pukul sembilan malam Raya pulang dari tugas hariannya, "Kenapa nampak sepi, pada kemana mereka?" Tanya Raya saat melihat rumah tampak sepi. Dia langsung menuju ke kamar, Raya berpikir jika mungkin mereka sudah tidur.



Saat sampai di kamar dia tidak melihat Santi disana, tanda tanya semakin besar di benaknya, karena tidak biasanya jam segini Santi tidak ada di kamar. Raya berpikir mungkin istrinya itu sedang meniduri Arya anaknya.



Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian Raya mencari keberadaan Santi, dia menuruni anak tangga dan mencari keberadaannya di setiap sudut ruang, namun dia tidak menemukan keberadaan Santi, Arya ataupun Mamah di dalam rumah.



Raya bergerak berteriak memanggil pelayannya, setelah pelayan itu datang dia menanyakan keberadaan semua penghuni rumah, kemudian pelayan itu mengatakan jika mereka sedang berada di taman belakang karena ada Nona April di sana.



Mendengar nama itu ada rasa sedikit senang dalam hati Raya, karena dia bisa melihat wanitanya malam ini, setelah mengucap kata terima kasih Raya langsung melangkah menuju taman belakang untuk menemui Santi juga yang lainnya.




"Sudah malam kenapa masih pada diluar," suara berat Raya sontak menghentikan tawa mereka.



Santi beranjak dari duduknya dan menyambut Raya, "Maaf Mas, aku gak tahu kalau kamu sudah pulang," ujar Santi.



"Iya, bagaimana kamu mau tahu kalau kamu berada disini," ketus Raya.



Mama merasa tidak nyaman dengan kata-kata Raya, wanita paruh baya itu beranjak dari duduknya dan pamit untuk beristirahat. Arya sedikit merasa takut jika Raya seperti itu, dia memegang lengan April sedikit kuat. April yang memahami ketakutan Arya mencoba untuk menengkannya.



Santi mengatakan permintaan maafnya, Raya minta pada Santi agar membawa Arya untuk tidur, tapi Santi berkilah dia merasa tidak enak meninggalkan April disana sendiri. Akhirnya Raya membawa Arya bersamanya, namun anak itu menangis jika dia tidak mau tidur dengan Raya, dia mengatakan jika dia hanya ingin tidur dengan Santi.



Sebelum Santi pergi April pamit, karena merasa suasana tidak kondusif setelah kedatangan Raya. Santi berkata ke Raya jika dia sudah minta supirnya untuk mengantar April kerumahnya.

__ADS_1



"Mas tolong antar April ke Pak gimin yah, Pril sorry yah, aku harus tidurin Arya, see u and be careful," ucap Santi pada Raya dan April.



"Iya San, dadah Arya, bobok yah sudah malam,"



"Iya Tante, Tante hati-hati pulangnya"



Santi langsung membawa Arya setelah mereka berpamitan, Raya dan April melangkah berbarengan bersama kepergian Santi ke kamar Arya. Setelah Santi balik arah menuju kamar anaknya, Raya dengan sigap menarik pergelangan tangan April dan melangkah sedikit cepat.



Mau tidak mau April mengikuti langkah Raya dengan sedikit terseok sambil sedikit meronta. "Kamu apa-apaan sih Mas, jangan seperti ini," ucap April.



Sampai di sudut ruangan bawah tangga, Raya membuat April tersandar si sudut dinding dan mengukungnya dengan kedua tangan, dia menatap wanita yang ada di depannya, namun April malah memalingkan pandangannya.



"Kamu tidak merindukan aku sayang," ucap Raya.



"Apa sih Ray, lepaskan aku!" Tukas April.



"Kenapa, apa kamu sudah bosan denganku?"



"Aku hanya tidak ingin menyakiti Santi dan keluarga ini, jadi hentikan semuanya,"



"Wah, kamu sudah tidak menginginkan aku lagi, apa benar karena keluarga ini atau karena Chiko kekasih kamu itu!"



"Dua duanya, aku sudah tidak nyaman dengan kamu dan hubungan ini, semua sudah jelaskan setelah malam itu, jadi aku harap kamu bisa terima jika kita memang sudah berakhir,"



"Tapi aku belum mau mengakhirinya, aku ingin bermalam bersama kamu Pril," ujar Raya membuat April langsung memandangnya.

__ADS_1


__ADS_2