SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
BISIKAN PENGGODA


__ADS_3

"Tapi aku belum mau mengakhirinya, aku ingin bermalam bersama kamu Pril," ujar Raya membuat April langsung memandangnya.



Baru bibir April terbuka untuk menjawab, Raya sudah membuat mulut itu tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Raya membungkam bibir itu, April menolaknya seraya berkata, "Hentikan Ray, ini rumah kamu jangan seperti ini, menjauh lah."



Raya tidak memperdulikan ucapan wanita itu, dia membuat wajah April tidak bisa menolak lagi kecupannya. Tangan April dikunci dengan satu tangan besarnya, Raya membuat April menerima tautannya.



"Ah, sudah Ray!" Seru April saat nafasnya mulai sedikit kehabisan.



Raya tersenyum, "Aku yang akan antar kamu pulang," ucapnya membuat mata April sedikit terbuka.



"Jangan cari masalah, sudah pergilah, aku mau pulang sekarang takut Chiko mencariku,"



"Aku akan bilang Chiko jika kamu aku yang antar, aku ingin tahu bagaimana reaksi dia saat mengetahui hal itu,"



"Awas saja jika kamu berani melakukannya, please Ray aku mau mengakhirinya," pinta April.



"Kamu dulu yang mulai, yah aku juga sih yang mau, kenapa kamu sekarang seperti ini, apa kamu sudah merasa bosan denganku?"



April mendorong tubuh Raya, dia mencoba lepas dari kukungan nya dan benar saja, saat dia lepas dari Raya serta melangkah sekitar tiga langkah Santi datang menanyakan April pada Raya yang sedang berdiri melihat April menjauh.



"Mas," tegur Santi, Raya menoleh seraya menjawab.



"Apa April sudah ke depan?"



"Tuh," sahut Raya sambil menunjuk ke arah April yang sudah berada disisi mobil yang akan mengantarnya, "Memangnya Arya sudah tidur?"



"Sudah, pas sampai di kamar tarik selimut eh taunya dia langsung tidur, dia cape mungkin Mas dari tadi soalnya bercanda terus," ungkap Santi, wanita itu balik badan, matanya melihat ke bawah karena dia seperti menginjak sesuatu, Santi pun penasaran dan melihat nya.

__ADS_1



"Ini bukannya punya April yah," ucap Santi dengan sedikit berpikir, setelah mengingat Santi meminta Raya untuk membawa barang milik April ke pemiliknya. Santi minta Raya bergegas karena suara mesin kendaraan itu sudah terdengar.



Raya berteriak pada penjaga gerbang agar menghentikan mobil yang akan keluar, saat kendaraan itu dihentikan April bertanya heran dan sedikit bingung, "Ada apa Pak?"



"Sepertinya barang Nona ada yang tertinggal," jawab Pak supir.



April menoleh, dia melihat Raya jalan cepat menuju kearahnya, wanita itu membuka kaca jendela saat Raya sampai. Raya bertanya apa yang dipegangnya itu milik April atau bukan, dan setelah melihat


April menganggukkan kepala.


Raya memberikan barang itu seraya berucap pelan, "Aku ingin kita bermalam bersama, aku sudah belajar banyak gaya untuk kita nanti."



Mendengar ucapan Raya mata April langsung terbelalak, Raya tersenyum yang April sendiri tidak bisa mengartikan senyuman Raya tersebut. Merasa sedikit takut dengan sikap Raya, April meminta Pak supir untuk kembali melanjutkan tugasnya.



Senyum terus terlihat diwajah Raya dengan pandangan yang terus melihat ke arah mobil yang dinaiki April, setelah kendaraan itu tertutup pintu gerbang Raya baru balik badan dan kembali ke dalam rumah.




"Maksud dia berkata seperti itu apa! Apa dia ingin mencoba gaya baru yang sudah dipelajarinya denganku," pikirnya. "Apa ada yang bilang padanya jika selama ini dia harus banyak belajar," timpalnya, saat dia mengucapkan hal itu April mengingat ucapan Chiko, raut wajahnya sedikit terkejut seraya berkata, "Apa Chiko yang mengatakan hal itu pada Raya, Chiko pernah bilang jika gaya yang dimainkannya monoton dan dia juga menyarankan agar Raya harus banyak belajar, tapi masa sih!" Pikirnya kembali.



Ponselnya berbunyi, April mengambil benda pipih yang berbunyi itu dari dalam tas kecil yang berada di atas pengakuannya, April melihat layar benda pipih tersebut untuk mengetahui siapa yang sudah menghubunginya, ternyata itu dari Chiko.



April menjawab panggilan tersebut, seperti biasa Chiko menanyakan keberadaannya. April mengatakan semuanya dan saat ini dia sedang berada dimana, mendengar hal itu Chiko langsung minta April untuk berhenti di sebuah tempat dan nanti dia akan menjemputnya disana, Chiko mengatakan jika dia akan sampai ke tempat itu dalam waktu lima belas menit lagi.



"Pak, aku berhenti di sana saja yah," pinta April pada Pak supir yang mengantarnya.



"Apa anda yakin Nona, saya akan mengantar anda sampai rumah," jawabnya.



"Iya Pak, nanti saya akan dijemput Chiko, Bapak beritahu saja nanti hal ini pada Santi tidak masalah," balas April.

__ADS_1



"Baiklah Nona."



Sopir itu memperlambat laju kendaraannya, setelah April turun dia langsung tancap gak kembali. Baru saja April turun dari mobil tersebut, kendaraan di belakangnya membunyikan klakson.



"Chiko!" Seru April saat mengenali kendaraan tersebut, April langsung masuk dalam kendaraan yang berhenti tepat di depannya itu. "Kamu cepat sekali, aku baru turun," ujar April saat dia sudah duduk manis dan mengenakan sabuk pengamannya.



"Iya, aku melihatnya kok, kebetulan aku dekat dari sini. Kita mau makan dulu atau bagaimana nih?"



"Emm, kamu sudah makan belum?"



"Belum, tadi aku sibuk banget,"



"Jangan seperti itu lain kali, Kamu memang terlihat sangat sibuk belakangan ini, ada proyek apa sih, sepertinya aku tidak tahu hal yang kamu kerjakan!"



"Kamu tahu kan setiap tahunnya aku akan terima perusahaan yang ingin bergabung dan akan membuat mereka terpaksa bergabung karena untuk menutupi ketidak seimbangan perusahaannya, aku sedang mengerjakan hal itu, dan dari salah satu perusahaan yang ikut di sana salah satunya ada perusahaan yang dipegang oleh Raya sekarang," ungkap Chiko membuat April terkejut.



"Apa! Punya Raya?"



"Yup, dan ternyata dia adalah salah satu perusahaan dari teman baik Papaku, setelah dipegang Raya menantunya perusahaan itu memang maju pesat saat awal dipegang Raya," ungkap Chiko.



Chiko terus menceritakan bagaimana Raya bisa berada diperusahaan itu, dan bagaimana kinerja di perusahaan tersebut. April juga menceritakan hal yang baru dia taju hari ini dari Santi, mengenai bagaimana Raya bisa menjadi pemegang perusahaan itu.



Mendengar semua cerita dari keduanya, Chiko dan April jadi bisa menyimpulkan bagaimana Raya bisa seperti sekarang. Chiko menyatakan ketidaksukaannya pada sikap yang diambil Raya, apalagi setelah dia mendengar bagaimana Raya di keluarga itu.



Chiko mengatakan pada April jika dia kan mengambil tindakan tegas untuk pria seperti itu, apalagi ternyata Santi itu adalah teman masa kecilnya dulu, dan saat ini wanita yang sedang dijadikannya api adalah kekasihnya.


__ADS_1


"Aku akan buat perhitungan dengan dia, aku kan melakukan sesuatu agar dia bisa dengan sendirinya sadar dan tidak berani untuk bermain api lagi dengan keluarga itu." Tandas Chiko


__ADS_2